<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7986551309822759752</id><updated>2012-02-10T20:30:02.242+07:00</updated><title type='text'>dr. Ruri Pamela</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://www.ruripamela.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7986551309822759752/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ruripamela.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>dr.Ruri Pamela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13106316498172987022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/R_tBR434YYI/AAAAAAAAABA/lzQQmvZOl00/S220/P8166114.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>25</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7986551309822759752.post-8127213348356165140</id><published>2011-02-04T18:52:00.002+07:00</published><updated>2011-02-04T18:56:00.824+07:00</updated><title type='text'>Dermatitis Atopik (Eksim), Gatal yang Merepotkan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5Thb_m2IIWQ/TUvpJaZEBHI/AAAAAAAAALY/KHEDp68wHLg/s1600/eczema.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 146px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5Thb_m2IIWQ/TUvpJaZEBHI/AAAAAAAAALY/KHEDp68wHLg/s200/eczema.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5569801712086287474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dermatitis Atopik atau Eczema Dermatitis atau Eksim adalah peradangan pada lapisan atas kulit yang sifatnya kronis atau menahun. Penderita penyakit ini biasanya mengeluh kulit nya terasa gatal dan kering yang tidak sembuh-sembuh atau sering kambuh walaupun sudah diobati. Dermatitis Atopik umumnya mengenai bayi dan anak-anak, namun tidak jarang juga dialami oleh orang dewasa. Pada orang dewasa biasanya juga akan menimbulkan gangguan secara kosmetik dikarenakan kulit yang sering digaruk lama kelamaan akan menimbulkan bercak kehitaman (hiperpigmentasi) sehingga mengganggu penampilan. Kondisi ini biasanya muncul pada penderita yang memiliki kecenderungan atopi, yaitu suatu tendensi gangguan alergi yang diturunkan secara genetik. Jadi penderita yang mengalami dermatitis atopik biasanya memiliki riwayat penyakit asma atau alergi pada kondisi tertentu dalam keluarganya. Dengan kata lain, Dermatitis Atopik adalah suatu bentuk penyakit alergi. &lt;span id="fullpost"&gt;Belakangan ini prevalensi terjadinya Dermatitis Atopik semakin meningkat di seluruh dunia dan menyebabkan masalah dikarenakan penyakit ini seringkali diderita sepanjang hidup karena sifatnya yang kronik residif (menahun dan gampang kambuh). Selain itu penanganan Dermatitis Atopik merupakan penanganan sepanjang hidup penderita, dan tidak hanya menyangkut kehidupannya sendiri namun juga keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Gangguan Pada Lapisan Sawar Kulit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Kulit kita memiliki lapisan pelindung/sawar berupa lapisan lemak tipis yang fungsinya menjaga kelembaban kulit dan mencegah kulit menjadi kering. Pada penderita Dermatitis Atopik, lapisan lemak ini menipis dan menyebabkan kulit menjadi mudah kering. Hal ini tidak diketahui penyebabnya dan merupakan kondisi yang diturunkan secara genetik. Lapisan lemak yang disebut ceramide ini sangat penting karena fungsinya sebagai pengikat air dan menjadi salah satu pelindung alamiah kulit kita. Kulit yang sering mengalami kekeringan ini akan mengakibatkan ambang rangsang gatal menjadi relatif rendah sehingga menimbulkan sensasi untuk menggaruk. Garukan yang sering dilakukan secara berulang akan menimbulkan iritasi dan merusak sawar kulit dan menyebabkan zat alergen, zat iritatif dan mikroorganisme mudah masuk ke lapisan kulit yang lebih dalam. Itulah sebabnya penderita Dermatitis Atopik seringkali mudah menderita infeksi kulit yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Makanan Adalah Pencetus ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Peran makanan sebagai pencetus Eksim sampai saat ini masih menimbulkan pro dan kontra diantara para ahli penyakit kulit dan ahli alergi di dunia kedokteran modern walaupun sudah banyak studi dan penelitian yang mendukung hal ini. Alergi terhadap makanan biasanya dimulai pada periode tahun pertama kehidupan sampai usia 2 tahun melalui proses sensitisasi terhadap komponen protein dalam makanan. Dengan berjalannya waktu, alergi makanan dapat menghilang namun alergi terhadap beberapa makanan tertentu sering berlanjut sampai seumur hidup, misalnya alergi terhadap susu dapat hilang namun alergi terhadap kacang tanah atau kelompok kacang-kacangan dapat menetap sampai dewasa. Alergen pada makanan yang sering menyebabkan Dermatitis Atopik pada bayi dan anak adalah susu, telur, kacang-kacangan, makanan laut, kedelai dan gandum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pahami Terlebih Dahulu Sebelum Diobati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Dermatitis Atopik memiliki manifestasi klinis yang luas dan sangat bervariasi, tidak ada satupun pengobatan yang ideal untuk semua penderita Eksim. Setiap penderita Dermatitis Atopik memerlukan pendekatan pengobatan secara individual, berbagai macam pengobatan dapat dicoba sebelum memperoleh pengobatan yang ideal untuk setiap individu. Prinsip pengobatan Eksim yan terutama adalah edukasi, mengurangi gatal, dan menghindari kekambuhan. Edukasi merupakan aspek yang sangat penting dalam pengobatan Dermatitis Atopik, dengan memahami penyebab dan faktor pencetus maka pasien akan lebih mudah menerima penyakit yang dideritanya dan dapat mengenali sendiri faktor luar apa yang sekiranya menjadi pemicu. Edukasi juga mencakup cara merawat kulit yang benar dikarenakan kulit penderita Dermatitis Atopik cenderung kering maka perawatan juga harus disesuaikan dengan kondisi tersebut. Sebisa mungkin hindari produk perawatan yang dapat mengiritasi kulit dan menyebabkan kulit menjadi bertambah kering. Kurangi gatal dengan tujuan agar penderita tidak menggaruk kulit yang dapat menyebabkan infeksi dan memperburuk penyakit. Menggunakan emolien (pelembab kulit) juga dianjurkan untuk mencegah kekeringan dan menghindari gatal, namun gunakan produk yang ringan dan non iritatif. Alternatif pengobatan yang lain terkadang membutuhkan intervensi secara psikologis agar didapatkan hasil yang optimal dan mengurangi kekambuhan hal ini dikarenakan keberhasilan pengobatan Dermatitis Atopik membutuhkan pendekatan secara individual dan holistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7986551309822759752-8127213348356165140?l=www.ruripamela.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ruripamela.com/feeds/8127213348356165140/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7986551309822759752&amp;postID=8127213348356165140' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7986551309822759752/posts/default/8127213348356165140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7986551309822759752/posts/default/8127213348356165140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ruripamela.com/2011/02/dermatitis-atopik-eksim-gatal-yang.html' title='Dermatitis Atopik (Eksim), Gatal yang Merepotkan'/><author><name>dr.Ruri Pamela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13106316498172987022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/R_tBR434YYI/AAAAAAAAABA/lzQQmvZOl00/S220/P8166114.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5Thb_m2IIWQ/TUvpJaZEBHI/AAAAAAAAALY/KHEDp68wHLg/s72-c/eczema.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7986551309822759752.post-3227924055129717792</id><published>2011-01-12T12:05:00.006+07:00</published><updated>2011-01-12T13:54:00.681+07:00</updated><title type='text'>Pityriasis Alba, Putih Yang Bukan Jamur</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5Thb_m2IIWQ/TS1P5i-EgvI/AAAAAAAAALI/e-iu9WCZ-vo/s1600/courtesy%2Bdr%2BRuri.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5Thb_m2IIWQ/TS1P5i-EgvI/AAAAAAAAALI/e-iu9WCZ-vo/s200/courtesy%2Bdr%2BRuri.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5561188964930716402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_5Thb_m2IIWQ/TS1PZAcJS-I/AAAAAAAAALA/bAk9LBbTBdw/s1600/pityriasis%2Balba.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 168px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5Thb_m2IIWQ/TS1PZAcJS-I/AAAAAAAAALA/bAk9LBbTBdw/s200/pityriasis%2Balba.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5561188405905804258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Apa itu Pityriasis Alba ? Pityriasis Alba adalah suatu bentuk Dermatitis yang ringan. Dematitis itu sendiri adalah suatu peradangan kulit yang disebabkan banyak faktor, bisa dari dalam tubuh sendiri atau dari luar tubuh (udara, air, pakaian/perhiasan yang kita kenakan dsb). Keluhan yang umumnya timbul pada penderita penyakit ini adalah munculnya bercak-bercak warna putih di wajah, tubuh, atau di lengan tangan dan lengan kaki yang tidak gatal. Biasanya penderita datang untuk berobat ke dokter dikarenakan bercak putih ini cukup mengganggu penampilan dan mengurangi percaya diri.&lt;span id="fullpost"&gt;Kasus Pityriasis Alba sering dijumpai tidak hanya di praktek Dokter Spesialis Kulit, namun juga praktek Dokter Umum. Sering kali salah di diagnosa dengan infeksi jamur dikarenakan secara klinis memang mirip. Pityriasis Alba merupakan kelainan kulit dengan bercak putih bersisik halus seukuran koin sampai plakat dengan bentuk bulat, oval dan tidak teratur. Paling banyak mengenai anak-anak umur 3-16 tahun, walaupun orang dewasa juga dapat terkena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Apa Penyebabnya ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Penyebab dari Pityriasis Alba sampai saat ini masih merupakan misteri dalam ilmu kedokteran khususnya Ilmu Kesehatan Kulit &amp; Kelamin (Dermatology &amp; Venereology). Beberapa teori para ahli berusaha mengungkapkan penyebab dari penyakit ini, namun belum ada satu yang menjadi kesepakatan. Suatu teori mengatakan bahwa Pityriasis Alba disebabkan karena suatu infeksi bakteri Streptococcus, namun belum bisa dibuktikan melalui pemeriksaan. Teori yang banyak dianut saat para ahli penyakit Kulit saat ini adalah hubungan Pityriasis Alba dengan pasien yang memiliki sifat kulit sensitif (atopi). Karena itu kebanyakan pasien dengan gangguan kulit seperti ini juga memiliki riwayat pernah mengalami Dermatitis Atopik. Banyak pasien mengira kelainan kulit ini berhubungan dengan paparan sinar matahari yang terlalu sering dan intens. Walapun memang seringkali banyak pasien mengeluh gangguan ini timbul setelah banyak beraktivitas di luar ruangan/ di lapangan, namun hubungan langsung antara paparan sinar matahari dengan timbulnya Pityriasis Alba masih belum bisa dibuktikan secara ilmiah. Bahkan menurut literatur yang banyak dipakai oleh dokter Spesialis Kulit di Indonesia, paparan sinar matahari dan jenis sabun yang dipakai sehari-hari bukanlah merupakan faktor yang mempengaruhi munculnya penyakit ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bagaimana Menyembuhkannya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Penyakit ini umumnya ringan dan tidak memberikan dampak yang serius. Keluhan yang timbul disebabkan karena mengganggu penampilan. Walaupun ringan namun penyakit ini agak sulit disembuhkan. Pengobatan yang dipakai oleh dokter bertujuan untuk menghilangkan bercak yang mengganggu. Dokter biasanya memberikan salep kortikosteroid topikal untuk mempercepat pengembalian warna kulit seperti semula, namun pemakaiannya harus dalam pengawasan dokter. Pemakaian pelembab / emolien biasanya dianjurkan dikarenakan penyakit ini timbul pada kondisi kulit yang kering. Apabila pengobatan dengan salep / krim dirasa kurang memuaskan dapat dibantu dengan terapi sinar yang hanya dapat dilakukan di klinik / praktek dokter Spesialis Kulit. Walaupun biasanya setelah pengobatan berhenti maka penyakit ini dapat timbul kembali.&lt;br /&gt; Pengobatan Pityriasis Alba sampai saat ini memang belum dapat memberikan hasil yang cukup menggembirakan, selain itu pengobatannya pun memerlukan waktu berminggu-minggu bahkan sampai berbulan-bulan. Pityriasis Alba tidak menular dan tidak berbahaya, pada beberapa kasus pasien yang menderita penyakit ini di masa kanak-kanaknya berangsur sembuh saat menginjak usia dewasa. Diharapkan kemajuan dalam ilmu kedokteran Kulit &amp; Kelamin di masa depan dapat memberikan harapan yang lebih baik bagi pengobatan penyakit ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7986551309822759752-3227924055129717792?l=www.ruripamela.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ruripamela.com/feeds/3227924055129717792/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7986551309822759752&amp;postID=3227924055129717792' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7986551309822759752/posts/default/3227924055129717792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7986551309822759752/posts/default/3227924055129717792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ruripamela.com/2011/01/pityriasis-alba-putih-yang-bukan-jamur.html' title='Pityriasis Alba, Putih Yang Bukan Jamur'/><author><name>dr.Ruri Pamela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13106316498172987022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/R_tBR434YYI/AAAAAAAAABA/lzQQmvZOl00/S220/P8166114.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_5Thb_m2IIWQ/TS1P5i-EgvI/AAAAAAAAALI/e-iu9WCZ-vo/s72-c/courtesy%2Bdr%2BRuri.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7986551309822759752.post-6071119398875327483</id><published>2011-01-01T00:08:00.003+07:00</published><updated>2011-01-01T00:14:33.147+07:00</updated><title type='text'>Q &amp; A Masalah Rambut &amp; Kulit Kepala Pria</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5Thb_m2IIWQ/TR4O6RQQZZI/AAAAAAAAAJo/RsrtdplZTXc/s1600/mens%252520cut.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 198px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5Thb_m2IIWQ/TR4O6RQQZZI/AAAAAAAAAJo/RsrtdplZTXc/s200/mens%252520cut.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5556895384448558482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya anatomi rambut dan kulit kepala pada pria dan wanita tidak jauh berbeda, walupun secara fisiologi ada sedikit perbedaan dalam hal kecepatan pertumubuhan rambut. Rambut pada pria akan tumbuh lebih cepat dan lebih kuat, hal ini disebabkan pengaruh hormon dimiliki pria berbeda pada wanita. Namun pria memiliki masalah2 pada rambut dan kulit kepala yang tidak jauh berbeda pada wanita&lt;span id="fullpost"&gt;a. Kerontokan rambut&lt;br /&gt;    Kerontokan rambut seringkali dianggap hal yang biasa terjadi, namun diam-diam masalah ini sebenarnya cukup mengkhawatirkan kaum pria, dikarenakan apabila dibiarkan maka kerontokan rambut dapat berujung pada masalah lain yang lebih menakutkan yaitu kebotakan, dimana hal ini cukup mempengaruhi estetika / penampilan. Walaupun sebenarnya kerontokan rambut itu termasuk salah satu siklus normal pertumbuhan rambut, karena fungsinya untuk memberikan kesempatan pada rambut baru untuk bisa tumbuh.Hal ini menjadi masalah apabila rambut rontok sebelum waktunya (premature hair loss) atau rontok dalam jumlah berlebih.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;b. Ketombe (Dandruff)&lt;br /&gt;   Ketombe adalah suatu kelainan pengelupasan kulit ari pada kulit kepala. Istilah ketombe yang dikenal oleh awam, sebenarnya dalam dunia medis merupakan suatu kelompok penyakit yang merupakan spektrum dari yang paling ringan (kondisi yang disebut Pitiriasis sicca), sedang (Dermatitis seboroik / eksim kulit berminyak) sampai pada kondisi yang berat (Psoriasis). Ketombe merupakan masalah pada kulit kepala yang berlangsung lama (kronis), ditandai dengan adanya rasa gatal dan serpihan-serpihan berwarna putih yang merupakan akibat dari pengelupasan dari kulit ari di kulit kepala. Walaupun kondisi ini tidak menular dan cenderung tidak berbahaya, namun hal ini seringkali mengganggu penampilan dan terkadang sulit untuk disembuhkan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;c. Rambut beruban (Graying of Hair)&lt;br /&gt;   Uban merupakan suatu keadaan dimana warna rambut menjadi lebih muda / terang. Hal ini dikarenakan sel-sel pembentuk pigmen di rambut yang disebut melanosit tidak lagi memproduksi melanin (pigmen pewarna rambut) sehingga butir-butir pigmen dalam rambut diisi oleh udara. Hal ini juga bisa terjadi akibat melambatnya metabolisme untuk memproduksi pigmen akibat proses penuaan (aging).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;d. Infeksi pada kulit kepala&lt;br /&gt;   Kulit kepala seperti juga kulit pada bagian tubuh yang lain, dapat mengalami infeksi oleh berbagai mikro organisme, seperi bakteri, jamur, virus dan parasit. Bentuk dari infeksi ini dapat berbeda-beda gejala klinisnya, namun manifestasinya secara umum menyebabkan rasa gatal, kulit kepala yang berminyak dan berketombe, rambut rontok dan bahkan kebotakan. Secara umum infeksi yang sering terjadi adalah jamur di kulit kepala (tinea capitis), kutu rambut / head lice (pediculosis capitis) dan radang pada kelenjar folikel rambut akibat bakteri (folliculitis). Infeksi akibat virus pada kulit kepala pada umumnya jarang ditemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Apakah penyebab maslah-masalah tersebut ?&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;a. Kerontokan rambut&lt;br /&gt;   Kerontokan rambut merupakan keadaan multifaktorial, artinya penyebabnya banyak dan satu sama lain bisa saling terkait. Mulai dari faktor genetika, malnutrisi (diet yang salah/ketat), stres psikologis, akibat penggunaan produk / obat-obatan tertentu, adanya ketidak seimbangan metabolisme dalam tubuh atau dapat juga dikarenakan adanya penyakit tertentu yang mendasar, misalnya Diabetes, Hipotiroidism atau penyakit yang menyerang sistem imunitas tubuh. Kerontokan rambut yang terus menerus dapat menimbulkan kebotakan yang disebut Alopesia androgenetik atau yang dikenal dengan Male Pattern Baldness. Pola kebotakan seperti ini diyakini oleh sebagian dermatologist sebagai 95 % penyebab kebotakan pada pria. Pada keadaan ini folikel penumbuh rambut menajdi sensitif terhadap suatu hormon yang disebut Dihidrotestosterone (DHT) menyebabkan folikel rambut menjadi mengecil dan memendek masa hidupnya sehingga berhenti memproduksi sel rambut. Kondisi ini sebagian besar disebabkan faktor keturunan. Obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan kerontokan rambut, yaitu obat-obatan yang mengandung antikoagulan / pengencer darah, obat-obatan untuk asam urat, chemotherapi pada penderita cancer dan antidepresan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;b. Ketombe (Dandruff)&lt;br /&gt;   Ketombe merupakan suatu kondisi pengelupasan kulit pada kulit kepala yang menimbulkan serpihan-serpihan berwarna putih. hal ini disebabkan suatu kondisi yang disebut eksema / eksim di kulit kepala, dimana pada kondisi ini terjadi pengelupasan kulit kepala yang lebih cepat dari pada kondisi normal. Selain serpihan kulit berwarna putih, hal ini juga disertai kondisi rambut yang sering berminyak dan rasa gatal di kulit kepala. Pada keadaan yang cukup parah, hal ini merupakan suatu penyakit yang disebut Dermatitis Seboroik.Dapat terjadi pada bayi usia 3 bulan sampai usia 60 tahun dan lebih sering mengenai pria dibandingkan wanita. Penyebabnya adalah perubahan hormonal karena faktor psikologis dan yang paling sering adalah infeksi jamur di kulit kepala. Kondisi ini juga dapat timbul pada penderita dengan kelainan neuologis misalnya penderita Parkinson dan eplilepsi,namun penyebabnya tidak diketahui dengan pasti.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;c. Rambut beruban (Graying of Hair)&lt;br /&gt;   Rambut menjadi beruban karena berkurangnya produksi pigmen pada rambut yang disebut melanosit Hal ini timbul dikarenakan ada 2 faktor penyebab, yaitu internal dan eksternal. Faktor internal adalah keturunan / genetik. Dan eksternal adalah seluruh gaya hidup, pola makan, infeksi atau kondisi penyakit tertantu yang mempercepat berkuangnya produkis pigmen pada rambut. timbulnya  Sejauh ini faktor genetika merupakan penyebab tersering berkurangnya pigmen pada rambut. Bila karena faktor genetik maka hal ini tidak dapat dicegah atau disembuhkan. Faktor ekstenal yang terjadi seringkali dikarenakan kurangnya intake nutrisi makanan yang tepat, kurang konsumsi vitamin A dan kurang konsumsi serat, kebiasaan merokok dan minum minuman beralkohol dan juga akibat dari penggunaan pewarna rambut yang terlalu sering.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;d. Infeksi pada kulit kepala&lt;br /&gt;   Infeksi pada kulit kepala merupakan penyebab terbanyak kerusakan dan kerontokan rambut melalui berbagai manifestasi penyakitnya. Namun hal ini adalah suatu kondisi yang dapat disembuhkan karena dengan mengobati infeksinya maka segala permasalahan rambut, seperti rambut rusak, rontok, bermnyak akan dapat dicegah supaya tidak berlanjut dan menjadi parah.&lt;br /&gt;Infeksi akibat jamur (Tinea capitis) terjadi, sama seperti kutu rambut / head lice karena penularan dari orang lain atau akibat penggunaan benda secara bersamaan misalnya handuk. Kondisi ini ditandai dengan adanya kemerahan di kulit kepala yang berbentuk sirkular dan disertai rasa gatal yang mengganggu dan seringkali juga menyebabkan kerontokan rambut. Infeksi akibat bakteri di kulit kepala yang sering terjadi yaitu infeksi pada folikel penumbuh rambut (Folliculitis), ditandai dengan adanya benjolan kecil berwarna putih pada akar rambut disertai rasa nyeri dan rambut yang rontok di area yang terkena. Hal ini terjadi karena kurangnya higiene, akbiat peradangan di kulit kepala karena alergi produk tertentu atau sistem imunitas yang turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Apakah pola makan/ makanan tertentu dapat mempengaruhi kesehatan rambut dan kulit kepala?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Intake nutrisi yang tepat dapat memepengaruhi kondisi rambut dan kulit kepala. Kondisi rambut dan kulit kepala yang sehat sebenarnya adalah cerminan dari gaya hidup seseorang, termasuk nutrisi yang sering dikonsumsinya. Sebaliknya, kekurangan nutrisi dan mineral tertentu yang diperlukan dapat dengan mudah tampak dari kesehatan kulit dan rambutnya sepeti terlihat kusam dan tidak berkilai, sering rontok dan mudah patah. Malah rambut yang disebabkan karena defisiensi nutrisi tertentu dapat diatasi dengan diet yang tepat. Nutrisi yang diperlukan untuk kesehatan rambut dan kulit kepala diantaranya :&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; a. Vitamin A&lt;br /&gt;    Intake vitamin A yang cukup dapat membantu proses pertumbuhan rambut dan kesehatan jaringan kulit diseluruh tubuh termasuk rambut dan kulit kepala. Kekurangan vitamin A dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan kerontokan rambut dan pencetus pengelupasan sel pada folikel rambut yang menyebabkan timbulnya ketombe. Vitamin A dapat ditemukan pada buah-buahan dan sayuran berwarna merah, kuning dan oranye dan sayuran hijau. Dosis vitamin A yang diperlukan untuk tubuh orang dewasa adalah 5000 IU (International Unit) setiap harinya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;b. Vitamin B6, B12 dan Asam Folat&lt;br /&gt;   Ketiga vitamin ini penting untuk pembentukan sel darah merah dan hemoglobin (komponen sel darah yang mengangkut oksigen), Kondisi rambut dan kulit kepala yang sehat tergantung pada suplai oksigen darah yang cukup. Kekurangan vitamin ini dapat mengurangi suplai oksigen darah ke kulit kepala yang manifestasinya dapat menimbulkan kerusakan rambut dan pertumbuhan rambut yang lambat. Vitamin B6, B12 dan Asam folat dapat ditemukan pada makanan yang kaya protein seperti hati, ikan, kacang kedelai, brokoli, gandum, susu dan telur.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;c. Vitamin C&lt;br /&gt;   Vitamin C adalah komponen esensial bagi tubuh untuk memproduksi kolagen, yaitu suatu jaringan ikat yang diperlukan bagi kulit diseluruh tubuh termasuk kulit kepala dan rambut. Kolagen yang cukup penting bagi kekenyalan dan kekuatan kulit.Orang yang merokok memerlukan dosis vitamin C dua kali lebih besar dibandingkan orang yang tidak merokok. Dosis yang dianjurkan adalah 60 mg untuk dewasa. Vitamin C dapat ditemukan pada sebagian besar buah-buahan dan sayuran yang berawarna hijau tua.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;d. Protein&lt;br /&gt;  Protein diperlukan oleh setiap sel tubuh, termasuk sel-sel pertumbuhan rambut, Tanpa intake protein yang cukup, tubuh tidak dapat memproduksi sel-sel rambut baru untuk menggantikan yang telah hilang. Protein yang dikonsumsi harus mencakup 9 macam asam amino sesensial yang diperlukan tubuh secara optimal. Protein yang tepat dapat dikonsumsi dari ikan, telur, daging merah, susu dan keju.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;e. Zat Besi&lt;br /&gt;   Zat besi berfungsi sebagai pembawa suplai oksigen pada hemoglobin sel darah merah, kekurangan zat besi dapat menimbulkan suatu kondisi yang disebut anemia dan salah satu manifestasinya adalah kerontokan rambut dan rambut yang mudah patah. Zat besi dapat ditemukan dari daging yang berwarna merah dan sayuran hijau. Dosis yang direkomendasikan bagi orang dewasa adalah 18 mg per hari.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;f. Zinc&lt;br /&gt;  Timbulnya ketombe dan kerontokan rambut adalah suatu kondisi yang dikaitkan dengan kekurangan mineral Zinc. Zinc adalah suatu komponen minreal yang diperlukan bagi replikasi sel-sel tubuh serta pertumbuhan dan perbaikan jaringan yang rusak.Zinc juga berfungsi untuk memelihara kesehatan jaringan kelenjar minyak pada folikel rambut. Sumber Zinc yang baik untuk dikonsumsi salah satunya adalah makanan hasil laut (seafood), juga dapat ditemukan pada susu dan telur dalam jumlah yang kecil.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;g. Air&lt;br /&gt;   Konsumsi air  8 gelas sehari tidak hanya baik untuk tubuh tapi juga bagi rambut. Air memberi kelembaban yang cuku bagi rambut sehingga terlihat lembut dan bersinar. Setiap sel dan sistem dalam tubuh kita memerlukan air agar dapat bekerja dengan optimal untuk memelihara kesehatan seluruh jaringan tubuh termasuk rambut dan kulit kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bagaimana cara mengatasi permasalahan rambut dan kulit kepala pada pria ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   a. Kerontokan rambut&lt;br /&gt;      Pertama kita harus mengenali penyebab kerontokan rambut untuk dapat mengatasi masalahnya. Apabila dikarenakan perawatan rambut yang salah atau konsumsi obat-obatan tertentu maka masalah kerontokan rambut akan berhenti bila penyebabnya dihentikan.Kerontokan rambut yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau jamur dapat disembuhkan dengan penggunaan antibiotik dan antijamur. Penggunaan obat-obatan seperti steroid dapat membantu pada kasus kerontokan rambut yang menimbulkan kebotakan, namun hal ini sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter spesialis kulit. Pada kondisi tertentu tindakan transplantasi rambut dapat secara dramatis mengatasi masalah kebotakan rambut. Pada tindakan transplantasi rambut, rambut yang sehat ditanamkan pada area yang mengalami kebotakan dan rambut yang tumbuh pada area tersebut akan tampak natural, namun hal ini harus dikonsultasikan ketrlebih dahulu dengan dokter spesialis yang kompeten.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;b. Ketombe (Dandruff)&lt;br /&gt;    Pengobatan dalam mengatasi ketombe pada dasarnya ditujukan untuk mengurangi inlamasi / peradangan pada kulit kepala, hal ini dapat diatasi dengan menggunakan obat-obatan yang mengandung anti infamasi dan tentunya dengan rekomendasi dari dokter ahli. Pemakaian shampoo yang mengandung Zinc Phyrithione (ZPT) seringkali membantu, Shampo anti ketombe jenis ini mempunyai efek anti bakteri dan anti jamur sehingga dapat mengurangi timbulnya serpihan kulit dan meredakan rasa gatal. Selain itu juga hindari pemakaian minyak rambut, gel atau hair spray secara berlebihan karena dapat memicu pertumbuhan jamur kulit dan jangan lupa mengkonsumsi makanan yang megandung zinc untuk memelihara aktifitas kelenjar minyak dan sistem kekebalan (kuning telur, daging, ikan , kedelai).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;c. Rambut beruban &lt;br /&gt;   Penyebab rambut yang cepat beruban sebagian besar disebabkan karena faktor internal (genetik) dan hal ini sulit untuk diatasi, namun apabila disebabkam oleh faktor ekternal maka hal ini dapat diatasi dengan melihat kondisi ektsternal apa yang menjadi penyebab. Faktor ekstenal yang terjadi seringkali dikarenakan kurangnya intake nutrisi makanan yang tepat, kurang konsumsi vitamin A dan kurang konsumsi serat, kebiasaan merokok dan minum minuman beralkohol dan juga akibat dari penggunaan pewarna rambut yang terlalu sering. Rambut yang beruban juga dapat tetap terlihat sehat dengan menjaga perawatan rambut yang tepat dan mengkonsumis makanan yang penting bagi rambut sehingga walaupun beruban tetap terlihat sehat dan berkilau.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;d. Infeksi pada kulit kepala&lt;br /&gt;   Pengobatan untuk infeksi pada kulit kepala dapat dengan mudah diatasi dengan terlebih dahulu mencari tahu apa penyebab infeksinya, apakah karena jamur, bakteri atau parasit tertentu. Pengobatan karena jamur seperti pada Tinea capitis dapat diatasi dengan penggunaan anti jamur yang tepat, bila dikarenakan bakteri seperti pada folliculitis dapat disembuhkan dengan antibiotik. Untuk pemakaian obat-obatan diatas terlebih dahulu harus dikonsultasikan dengan dengan dokter ahli terkait karena setiap orang kondisi dan permasalahannya dapat berbeda-beda walaupun mungkin penyebab penyakitnya sama. Penting untuk diketahui adalah infeksi pada kulit kepala ini seringkali dikarenakan higiene yang kurang dan penggunaan kosmetika / perawatan yang berlebihan / tidak tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Adakah tips mencegah permasalahan pada rambut dan kulit kepala dan menjaganya agar tetap sehat ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;a. Pelihara Higiene yang baik&lt;br /&gt;        Hal ini termasuk mencuci rambut dan menjaga kebersihannya secara teratur dan memelihara kadar minyak alami di kulit kepala. Kadar minyak yang berlebihan dan menghambat saluran minyak menuju folikel dan menyebabkan peradangan, sementara kadar minyak alami yang terlalu sedikit dapat menyebabkan kulit kepala menjadi kering dan berketombe.Maka sebaiknya mengetahui jenis shampo yang tepat dan sesuai dengan kondisi rambut dan kulit kepala.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;b. Konsumsi nutrisi yang tepat bagi kesehatan rambut dan kulit kepala&lt;br /&gt;      Konsumsi nutrisi yang dibutuhkan untuk kesehatan rambut yaitu makanan yang mengandung Vit A, B6, B12, C, Asam Folat, Protein, Zat besi dan Zinc.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;c. Hindari pemakaian produk kosmetika rambut yang salah.&lt;br /&gt;    Produk perawatan / kosmetika rambut yang anda gunakan tidak tepat apabila anda merasakan rambut menjadi lebih berminyak,&lt;br /&gt;menyebabkan kerontokan , gatal di kulit kepala dan rambut terlihat kusam / tidak berkilau.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;d. Lakukan gaya hidup sehat&lt;br /&gt;   Menjalani gaya hidup sehat amat berkaitan dengan kondisi rambut dan kulit kepala yang sehat pula. Hal ini disebabkan dengan pola hidup yang sehat, imunitasi tubuh tetap terjaga dengan baik sehingga daya tahan tubuh terhadap berbagai infeksi juga akan meningkat, suplai aliran darah ke seluruh jaringan tubuh termasuk rambut dan kulit kepala akan optimal.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7986551309822759752-6071119398875327483?l=www.ruripamela.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ruripamela.com/feeds/6071119398875327483/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7986551309822759752&amp;postID=6071119398875327483' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7986551309822759752/posts/default/6071119398875327483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7986551309822759752/posts/default/6071119398875327483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ruripamela.com/2011/01/pada-dasarnya-anatomi-rambut-dan-kulit.html' title='Q &amp; A Masalah Rambut &amp; Kulit Kepala Pria'/><author><name>dr.Ruri Pamela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13106316498172987022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/R_tBR434YYI/AAAAAAAAABA/lzQQmvZOl00/S220/P8166114.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_5Thb_m2IIWQ/TR4O6RQQZZI/AAAAAAAAAJo/RsrtdplZTXc/s72-c/mens%252520cut.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7986551309822759752.post-5349336950267506439</id><published>2010-12-31T21:34:00.004+07:00</published><updated>2011-01-01T00:04:14.055+07:00</updated><title type='text'>Makanan &amp; Acne, adakah Pengaruhnya ?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_5Thb_m2IIWQ/TR4M-dqfviI/AAAAAAAAAJg/ljNHMcNzod8/s1600/acne.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 159px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5Thb_m2IIWQ/TR4M-dqfviI/AAAAAAAAAJg/ljNHMcNzod8/s200/acne.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5556893257476062754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bisa dikatakan hampir setiap orang dewasa pernah menderita Acne / Jerawat (Acne Vulgaris) tergantung dari tingkat keparahan yang dialami masing-masing individu. Timbulnya Acne seringkali dikaitkan dengan konsumsi makanan tertentu, yang paling sering disebut biasanya adalah coklat, kacang dan makanan-makanan yang mengandung lemak. Tetapi benarkah demikian? &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bagaimana Acne Bisa Muncul&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Acne timbul sebagai hasil dari adanya sumbatan dan peradangan pada pori-pori kulit / muara folikel rambut dan kelenjar minyak di sekitarnya. Seringkali timbulnya Acne juga akibat dari kolonisasi bakteri yaitu Propionibacterium acne. Aktivitas hormonal yang meningkat juga dapat meningkatkan produksi kelenjar minyak di kulit dan menyebabkan sumbatan di muara kelenjar, hal ini memperparah kondisi Acne. Lalu bagaimanakah dengan konsumsi makanan tertentu apakah juga akan memberikan pengaruh dalam memperparah Acne ?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Makanan yang mengandung produk susu (Dairy Product)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Suatu studi ilmiah dilakukan pada penduduk Okinawa di Jepang yang terbiasa mengkonsumsi serat alami dan makanan rendah lemak, pada suatu periode tertentu pola makan mereka diubah menjadi lebih banyak mengandung susu, daging dan makanan olahan hasilnya adalah terjadi peningkatan prevalensi penderita Acne. Sebuah studi lain menyebutkan bahwa sekelompok remaja yang mengkonsumsi susu 3 kali sehari  setiap hari dilaporkan menderita Acne lebih sering dibandingkan dengan kelompok remaja yang mengkonsumsi susu lebih jarang ( kurang dari 1 gelas per minggu). Para peneliti menduga kandungan hormon tertentu yang ditemukan dalam susu menjadi penyebab peningkatan prevalensi tersebut. Studi ilmiah yang dilakukan pada tahun 2005 menyebutkan bahwa suatu komponen dalam susu (selain lemak) memiliki kemampuan menstimulasi insulin dalam tubuh. Hal ini akan memicu pengeluaran hormon Testosteron yang merangsang produksi minyak di kulit.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Makanan dengan Indeks Glikemik yang Tinggi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebuah penelitian lain yang dilakukan oleh ilmuwan di Papua New Guinea dan Paraguay menyebutkan bahwa mereka hanya menemukan sedikit / jarang kasus Acne dimana hal ini dikaitkan dengan kebiasaan makan penduduk disana yang banyak mengkonsumsi makanan rendah lemak dan rendah indeks Glikemik. Makanan tinggi glukosa (gula sederhana) kebanyakan memiliki Indeks Glikemik yang tinggi. Makanan dengan Indeks Glikemik tinggi mudah memicu sekresi Hormon Insulin yang dapat merangsang pengeluaran hormon Androgen yang memperparah Acne. Selain itu makanan dengan asam lemak jenuh merupakan mediator pro inflamasi yang dapat memicu peradangan di kulit termasuk Acne.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Coklat dan Acne&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu penelitian dibandingkan kelompok yang mengkonsumsi  coklat batangan kaya zat cocoa (dan tidak mengandung susu) dengan kelompok yang mengkonsumsi coklat batangan tanpa zat cocoa terhadap timbulnya Acne, ternyata dari hasil penelitian dilaporkan bahwa dari kedua kelompok tersebut tidak ditemukan perbedaan yang berarti terhadap timbulnya Acne. Dari hasil penelitian tersebut para ahli menyimpulkan bahwa tidak ada pengaruh signifikan konsumsi makanan kaya coklat dengan Acne.&lt;br /&gt; Berdasarkan berbagai studi dan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa konsumsi makanan yang mengandung susu terutama susu sapi ternyata memang mempengaruhi resiko dan tingkat keparahan Acne. Penjelasan dari hal ini adalah karena komponen dalam susu dapat memicu sekresi Insulin Growth Factor (IGF) dimana hormon ini akan memicu pengeluaran hormon Androgen dan Testosteron yang dapat memperparah kondisi Acne atau memicu sekresi minyak di kulit yang berlebih. Hal ini juga terjadi pada konsumsi makanan dengan Indeks Glikemik yang tinggi. Namun tidak ditemukan hubungan antara konsumsi coklat dengan resiko timbulnya Acne. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7986551309822759752-5349336950267506439?l=www.ruripamela.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ruripamela.com/feeds/5349336950267506439/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7986551309822759752&amp;postID=5349336950267506439' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7986551309822759752/posts/default/5349336950267506439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7986551309822759752/posts/default/5349336950267506439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ruripamela.com/2010/12/makanan-acne-adakah-pengaruhnya.html' title='Makanan &amp; Acne, adakah Pengaruhnya ?'/><author><name>dr.Ruri Pamela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13106316498172987022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/R_tBR434YYI/AAAAAAAAABA/lzQQmvZOl00/S220/P8166114.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_5Thb_m2IIWQ/TR4M-dqfviI/AAAAAAAAAJg/ljNHMcNzod8/s72-c/acne.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7986551309822759752.post-5887124874118492115</id><published>2010-12-22T16:52:00.007+07:00</published><updated>2010-12-23T03:51:05.245+07:00</updated><title type='text'>10 Mitos Perawatan Kulit yang Salah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5Thb_m2IIWQ/TRJkppTXI2I/AAAAAAAAAI0/zFXgy5XvNlk/s1600/42-21268487.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 170px; height: 113px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5Thb_m2IIWQ/TRJkppTXI2I/AAAAAAAAAI0/zFXgy5XvNlk/s200/42-21268487.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5553611957125718882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sudah tepatkah cara kita merawat kesehatan kulit ?  Semakin beragamnya produk perawatan kulit yang beredar di pasaran seringkali menimbulkan kebingungan . Bagaimana kita mengetahui perawatan seperti apa yang baik dan tepat bagi kesehatan kulit? Beberapa mitos cara merawat kulit yang akan kita bahas dibawah sudah sering kita dengar, tapi apakah sudah benar ? Pendapat dari para Dermatologis berikut ini barangkali harus kita simak !&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Membesihkan kulit sebaiknya mencakup 3 tahapan : cleanse-tone-moisture&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;The fact : Proses toning akan menghilangkan lapisan minyak alami di kulit yang merupakan lapisan pelindung kulit terhadap berbagai iritasi dan infeksi. Semakin kita berusaha menghilangkan kilap minyak di kulit dengan produk oil free, oil absorben dsb justru merangsang pengeluaran minyak lebih banyak. Hal ini adalah respon kulit yang alamiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Kulit wajah harus dibersihkan minimal 2 kali sehari dengan sabun pembersih wajah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;The fact : Di pagi hari sebetulnya wajah cukup dibersihkan dengan air menggunakan jari-jari tangan. Penggunaan sabun pembersih wajah terlalu sering akan menimbulkan iritasi dan justru akan membuat wajah lebih berminyak. Hindari menggunakan produk anti septik di wajah karena dapat menimbulkan iritasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Scrubing / Peeling akan membuat wajah bersinar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;The fact : Proses pengelupasan kulit berlebihan justru menimbulkan produksi ekstra minyak pada kulit wajah. Kulit wajah memang akan tampak berkilau pada minggu pertama setelah scrubing / peeling namun setelah itu biasanya diikuti dengan pengeluaran produksi minyak yang berlebih. Kulit memiliki mekanisme pengelupasan alami sendiri setiap 2 minggu yang disebut proses Keratinisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. Kulit yang kering akan mudah berkeriput.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;The fact : Kerutan muncul karena produksi serat kolagen yang menurun dan ekspresi otot wajah yang berulang-ulang. Seringkali kulit yang mengelupas karena kering menimbulkan kerutan yang sudah ada menjadi tampak lebih jelas, hal ini dapat diatasi dengan mudah dengan pemakaian pelembab. Namun kerutan itu tidak akan hilang begitu saja dengan pemakaian pelembab, hanya menjadi lebih samar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5. Krim mata yang direkomendasikan bagus oleh setiap orang harus kita coba.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;The fact : Setiap orang memiliki lapisan kulit sekitar mata yang berbeda-beda elastisitasnya. Jadi tidak selalu krim mata yang cocok dipakai oleh kebanyakan orang akan cocok juga bagi kulit kita. Hal ini sebetulnya berlaku untuk semua produk perawatan kulit apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;6. Semakin tinggi nilai SPF, perlindungan semakin baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;The fact : Ada 3 jenis sinar ultraviolet yaitu UVA,UVB dan UVC.  UVA menembus kulit dan menyebabkan pigmentasi, UVB menembus kulit lebih dalam dan menyebabkan luka bakar derajat  1 akibat paparan sinar matahari dan dapat menyebabkan premature aging. UVC diserap oleh atmosfir bumi dan tidak menyentuh permukaan bumi.  Nilai SPF pada sunscreen menunjukkan tingkat/derajat sinar UVB yang dapat menimbulkan luka bakar pada kulit yang ditawarkan pada produk sunscreen tersebut. Produk sunscreen yang baik haruslah memiliki perlindungan tidak hanya pada UVB tapi juga UVA.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;7. Facial dan Mikrodermabrasi  sebaiknya rutin dilakukan dalam perawatan kulit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;The fact : sebuah studi ilmiah oleh para dokter spesialis kulit di India mengatakan bahwa facial yang rutin dilakukan justru memperparah timbulnya jerawat pada hampir 80 % populasi yang diteliti pada studi tersebut. Setelah facial kulit memang akan terasa lebih nyaman, namun tidak ada keuntungan jangka panjang dari hal tersebut selain kulit yang terasa lebih relaks. Microdermabrasi pada dasarnya hanya pengelupasan lapisan kulit yang paling luar, sama seperti melakukan scrubing di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;8. Cara terbaik mengeluarkan komedo adalah dengan ekstraksi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;The fact : ekstraksi yang biasanya dilakukan pada saat facial apalagi dengan metode yg kasar dan salah dapat menimbulkan jaringan parut di wajah. Setelah ekstraksi kulit pun akan mengeluarkan produksi minyak lebih banyak sebagai mekanisme pertahanan akibat iritasi. Menggunakan produk yang mengandung retinol atau peeling dengan TCA yang ringan lebih dianjurkan untuk mengangkat komedo dan tidak menimbulkan resiko scar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;9. Produk anti aging/anti wrinkle cream dapat menghapus kerutan di wajah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;The fact : kebanyakan krim anti kerut hanya bersifat hidrasi/melembabkan dan menyebabkan kerutan menjadi tampak lebih samar. Namun produk  anti kerut dengan kandungan Retinol atau Tretinoin memberi hasil lebih menjanjikan karena berdasarkan studi ilmiah, kandungan ini dapat menembus lapisan kulit  dan memperbaiki turn over sel dengan lebih baik. Cream yang mengandung vit C juga direkomendasikan namun kandungan ini mudah rusak/menjadi tidak stabil. Tidak ada cream yang betul-betul ‘ajaib’ dalam menghapus kerutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;10. Perawatan dengan Laser di klinik kecantikan akan mengurangi semua masalah kulit dan membuat kulit tampak jauh lebih muda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;The fact : Ada berbagai jenis laser dan masing-masing memiliki kegunaan yang berbeda-beda terhadap masalah kulit. Ada yang berguna untuk mengurangi bercak hitam, kerutan ataupun mengaktifkan kolagen. Strategi pemasaran yang berlebihan terakhir ini menyebabkan banyak orang mengira perawatan dengan laser merupakan ‘kunci’ mendapatkan kulit yang indah dan muda. Memang kemajuan ilmu kedokteran laser memberi hasil yang memuaskan dalam mengurangi permasalahan kulit, namun pasien juga harus tetap realistis dengan hasilnya. Lalu apakah kunci untuk mempertahankan kulit agar tetap sehat dan awet muda ? kebanyakan dermatologis akan sepakat mengatakan, hindarilah sinar matahari , gunakan sunscreen yang baik. Karena telah diketahui bahwa sinar matahari adalah penyebab terbanyak dalam kerusakan dan penuaan kulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7986551309822759752-5887124874118492115?l=www.ruripamela.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ruripamela.com/feeds/5887124874118492115/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7986551309822759752&amp;postID=5887124874118492115' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7986551309822759752/posts/default/5887124874118492115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7986551309822759752/posts/default/5887124874118492115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ruripamela.com/2010/12/10-mitos-perawatan-kulit-yang-salah.html' title='10 Mitos Perawatan Kulit yang Salah'/><author><name>dr.Ruri Pamela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13106316498172987022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/R_tBR434YYI/AAAAAAAAABA/lzQQmvZOl00/S220/P8166114.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_5Thb_m2IIWQ/TRJkppTXI2I/AAAAAAAAAI0/zFXgy5XvNlk/s72-c/42-21268487.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7986551309822759752.post-6464797799334658267</id><published>2010-07-12T16:52:00.005+07:00</published><updated>2010-12-23T04:24:37.359+07:00</updated><title type='text'>Human Growth Hormone : Dapatkah Memperlambat Penuaan ?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5Thb_m2IIWQ/TRJsiRUsdpI/AAAAAAAAAJM/ntr1xLZUNcY/s1600/1101961125_400.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 152px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5Thb_m2IIWQ/TRJsiRUsdpI/AAAAAAAAAJM/ntr1xLZUNcY/s200/1101961125_400.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5553620626522797714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penuaan saat ini dipandang sebagai salah satu dari faktor utama penyebab berbagai penyakit kronis. Paradigma kedokteran anti penuaan yang saat ini banyak didengungkan di dunia medis  adalah bahwa penuaan bukanlah suatu proses yang tidak dapat dicegah, melainkan dapat diperlambat prosesnya bahkan dapat dihindari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Human Growth Hormone (HGH) adalah suatu hormon yang  yang diproduksi oleh tubuh manusia oleh suatu Kelenjar Pituitari, yaitu suatu kelenjar yang letaknya di dasar otak. Pada usia anak-anak hormon ini memegang peranan amat penting untuk proses pertumbuhan. Pada orang dewasa, HGH membantu memelihara regulasi jaringan dan organ-organ tubuh. Pada anak – anak dengan gangguan / keterlambatan pertumbuhan fisik seringkali diperlukan suntikan HGH secara berkala untuk membantu pertumbuhan tubuh / tinggi badan.  HGH memliki efek terhadap seluruh sel-sel dalam tubuh dan mengatur regulasinya. &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Secara normal kadar HGH dalam tubuh akan meningkat pada usia pubertas dan mengalami puncaknya pada usia 20 tahun dan kemudian akan menurun secara perlahan seiring dengan semakin bertambahnya usia.  Akhir-akhir ini penggunaan suplementasi  HGH seringkali diklaim memiliki efek anti penuaan dan sering disebut-sebut sebagai “anti aging hormone”, benarkah demikian ? Secara fisiologis, kadar HGH yang semakin menurun dalam tubuh akan memberikan efek  semakin menurunnya vitalitas dan membuat penampilan menjadi tampak tua yaitu rambut yang semakin rapuh dan menipis, kulit menjadi kering, dehidrasi dan berkerut, timbunan lemak tubuh semakin bertambah, massa otot berkurang dan mudah mengalami nyeri sendi dan resiko osteoporosis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HGH oleh kalangan medis dianggap sebagai hormon ‘kunci’ karena bekerja dengan cara mengontrol dan memelihara banyak fungsi dalam tubuh. Pada usia dewasa, HGH akan memberikan energi, kekuatan, daya tahan tubuh, menambah massa otot, mengurangi deposit lemak dalam tubuh dan memperkuat tulang serta persendian. Semua manfaat yang berguna dalam mempertahankan vitalitas dan keremajaan berbagai organ tubuh diatur oleh HGH. HGH bekerja dengan cara memicu pertumbuhan / pemeliharaan jaringan berbagai organ tubuh melalui stimulasi susunan protein. Studi ilmiah yang mendukung manfaat Growth Hormone dalam memperlambat proses penuaan memang belum banyak, walaupun literatur mengenai hal ini sudah cukup mudah diperoleh. Sebuah studi yang dilakukan oleh Dr. Daniel Rudman pada tahun 1990 melaporkan ditemukan adanya perubahan pada komposisi otot dan lemak tubuh setelah penggunaan Human Growth Hormone selama 6 bulan pada 12 orang pria. Studi ilmiah ini telah dipublikasikan di The New England Journal of Medicine pada tahun 1990. Studi ini melibatkan 12 orang pria dengan rentang usia antara 61 sampai 81 tahun dengan kadar IGF I dibawah normal ( IGF 1 adalah Insulin-like Growth Factor I,merupakan suatu zat yang berfungsi sebagai mediasi kerja HGH, konsentrasinya dalam tubuh mencerminkan kadar konsentrasi HGH yang beredar dalam sirkulasi. Sama seperti HGH, kadarnya dalam tubuh semakin menurun  secara fisiologis dengan semakin bertambahnya usia). Kedua belas pria ini memperoleh suplementasi HGH melalui injeksi setiap minggu selama 6 bulan. Setelah 6 bulan dilaporkan bahwa terjadi peningkatan massa otot sebanyak 4 – 7 Kg, penurunan deposit lemak tubuh sebanyak 3 – 5 Kg, peningkatan pada densitas massa tulang belakang  dan kulit yang terasa lebih kenyal. Sebagai informasi, studi ini tidak disertai penilaian terhadap kebiasaan makan, merokok dan olahraga. Literatur inilah yang banyak digunakan sebagai dasar dari manfaat HGH sebagai salah satu upaya memperlambat penuaan. Secara keseluruhan studi ini menyebutkan bahwa pemberian HGH dapat mengembalikan kemudaan organ dan jaringan tubuh sebanyak 10 – 20 tahun ! Studi lain mengenai manfaat HGH pada anti aging diantaranya adalah suatu eksperimen yang dilakukan oleh Dr. David Khansari dan Dr. Thomas Gustad, dari North Dakota memdapatkan bahwa tikus yang diberi HGH hidupnya lebih panjang dari yang tidak-HGH. Penelitian Van der Lely  (2000) menemukan bahwa pemberian HGH 6 minggu secara bermakna mempercepat penyembuhan fraktur (patah) tulang pada pasien usia 75 tahun ke atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan suplementasi HGH untuk manfaat anti aging diberikan hanya dalam bentuk injeksi / suntikan (pemberian dalam bentuk lain belum terbukti keefektifannya), karenanya penggunaan HGH harus dalam pengawasan dokter. Dikarenakan HGH adalah suatu molekul peptida yang akan hancur oleh asam lambung maka pemberian suplementasi HGH dalam bentuk oral tidak akan memberikan manfaat apapun. Penggunaan HGH juga memberikan efek samping diantaranya sakit kepala (karena tekanan intra kranial yang meningkat), nyeri pada pergelangan tangan (Carpal Tunnel Syndrome), cairan yang tertahan dalam tubuh dan menyebabkan hipertensi dan terkadang juga efek samping yang cukup serius diantaranya Diabetes dan resiko keganasan (terutama pada beberapa orang yang memiliki keturunan secara genetik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suplementasi HGH sebagai upaya memperlambat proses penuaan tampaknya selain memberikan harapan yang cukup menjanjikan di masa depan terutama dalam kemajuan kedokteran anti penuaan, tampaknya masih harus disertai dengan studi – studi lain yang diharapkan mampu mendukung bukti keberhasilannya secara lebih meyakinkan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7986551309822759752-6464797799334658267?l=www.ruripamela.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ruripamela.com/feeds/6464797799334658267/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7986551309822759752&amp;postID=6464797799334658267' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7986551309822759752/posts/default/6464797799334658267'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7986551309822759752/posts/default/6464797799334658267'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ruripamela.com/2010/07/human-growth-hormone-dapatkah.html' title='Human Growth Hormone : Dapatkah Memperlambat Penuaan ?'/><author><name>dr.Ruri Pamela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13106316498172987022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/R_tBR434YYI/AAAAAAAAABA/lzQQmvZOl00/S220/P8166114.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_5Thb_m2IIWQ/TRJsiRUsdpI/AAAAAAAAAJM/ntr1xLZUNcY/s72-c/1101961125_400.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7986551309822759752.post-5376174591127715523</id><published>2010-04-06T03:14:00.003+07:00</published><updated>2010-04-06T03:28:33.228+07:00</updated><title type='text'>Diet Sehat Pasca Serangan Stroke</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5Thb_m2IIWQ/S7pH3A_T5zI/AAAAAAAAAHU/IH7eDYcwisg/s1600/Diet-Choices.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 136px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5Thb_m2IIWQ/S7pH3A_T5zI/AAAAAAAAAHU/IH7eDYcwisg/s200/Diet-Choices.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456752908996699954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setelah kondisi penderita Stroke cukup stabil, prioritas penanganan masalah adalah bagaimana agar si penderita tetap memiliki hidup yang berkualitas, fungsional dan tidak tergantung pada orang lain baik secara fisik maupun emosional. Peningkatan kualitas hidup penderita pasca Stroke dapat dicapai dengan memelihara gaya hidup yang sehat yang meliputi:&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Nutrisi yang tepat&lt;br /&gt;2. Olahraga&lt;br /&gt;3. Perawatan kesehatan yang baik&lt;br /&gt;Jika pernah mengalami Stroke, resiko untuk menderita Stroke kembali akan lebih besar dibandingkan pada orang yang belum pernah mengalami serangan Stroke. Dengan mengendalikan semua faktor resiko, penderita dapat mengurangi semua resiko tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Apa Yang Terjadi Pada Tubuh Pasca Serangan Stroke ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Serangan Stroke yang telah dialami mungkin telah lama berlalu, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun yang lalu. Namun tentu saja gejala sisa dari penyakit Stroke itu sendiri menimbulkan masalah yang pada beberapa orang masih dirasakan. Hal ini tentu akan menurunkan kualitas hidup : menjadi tergantung dengan orang lain, menjadi lebih lamban dan seringkali juga ikut mempengaruhi pola makan sehari-hari dan akhirnya ikut mempengaruhi status nutrisi yang diterima oleh tubuh. Mengapa hal ini bisa terjadi ? Karena pasca serangan Stroke, penderita sering mengalami kesulitan dalam menelan makanan karena refleks menelan yang masih belum baik, bagian-bagian tubuh yang masih lemah di wajah atau di tangan dan mobilitas yang terbatas. Kesemuanya ini tentu akan mempengaruhi kebiasaan makan sehari-hari.&lt;br /&gt; Suatu penelitian di Inggris dilakukan oleh dokter-dokter ahli gizi mengenai status gizi paisen-pasien yang pernah mengalami stroke diteliti status gizi pasien-pasien tersebut sebelum serangan dan pada saat masa pemulihan pasca serangan diperoleh hasil terdapat penurunan status gizi sebanyak 65 %.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Peran Nutrisi Pada Pemulihan Pasca Stroke&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Asupan nutrisi memegang peranan penting sebagai bagian dari proses pemulihan setelah Stroke. Konsumsi makanan yang tepat dan seimbang dapat membantu penderita untuk dapat merasa lebih baik dan juga lebih kuat. Nutrisi yang tepat tidak hanya dapat membantu tubuh memperbaiki jaringan tubuh yang telah rusak akibat serangan Stroke, tetapi juga memberikan energi dan memperbaiki stamina tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rekomendasi Diet Sehat Pasca Stroke&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Konsumsi banyak sayur dan buah. Dapat menurunkan   resiko stroke berulang hingga 30 %. Konsumsilah 5 porsi buah dan sayuran setiap hari. &lt;br /&gt;  Pilihlah protein rendah lemak. Kurangi konsumsi daging merah, sebaliknya konsumsilah ikan, ayam (tanpa kulit). Kebanyakan daging merah mengandung lemak jenuh yang menyebabkan timbunan lemak pada pembuluh darah arteri.&lt;br /&gt; Kurangi konsumsi garam. Konsumsi garam berlebih dapat meningkatkan tekanan darah. Jangan tambahkan garam pada makanan yang kita makan dan hindari konsumsi makanan ringan yang mengandung banyak garam.&lt;br /&gt; Konsumsi makanan kaya serat. Makanan kaya serat membantu dalam mengontrol kadar lemak dalam darah. Konsumsilah sereal gandum, beras merah, roti dan pasta whole grain.&lt;br /&gt; Hindari konsumsi makanan dan minuman tinggi gula. Hal ini mengurangi resiko Diabetes Mellitus yang merupakan salah satu faktor resiko terserang stroke berulang.&lt;br /&gt;  Batasi jumlah lemak dalam makanan yang kita konsumsi. Kita membutuhkan lemak dalam nutrisi, namun konsumsi yang terlalu banyak dapat menyebabkan plak dalam arteri dan menjadi masalah berat badan.&lt;br /&gt; Kendalikan berat badan. Memiliki berat badan overweight adalah faktor resiko timbulnya penyakit Hipertensi, Jantung dan Diabetes dimananya ketiganya adalah faktor resiko Stroke. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;7 Langkah Sederhana Untuk Kesehatan KardioVaskular&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;1. Tidak / Stop Merokok&lt;br /&gt;2. Kontrol Berat Badan (Body Mass Index &lt; 25 kg/m2)&lt;br /&gt;3. Olahraga teratur &amp; konsisten (setidaknya 150 menit/minggu)&lt;br /&gt;4. Diet sehat dan seimbang&lt;br /&gt;5. Kontrol Tekanan Darah ( 120/80 mmHg)&lt;br /&gt;6. Kendalikan kadar Kolesterol Darah ( &lt; 200mg/dL)&lt;br /&gt;7. Pertahankan gula darah tetap normal ( gula darah puasa &lt;100mg/dL)       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7986551309822759752-5376174591127715523?l=www.ruripamela.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ruripamela.com/feeds/5376174591127715523/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7986551309822759752&amp;postID=5376174591127715523' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7986551309822759752/posts/default/5376174591127715523'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7986551309822759752/posts/default/5376174591127715523'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ruripamela.com/2010/04/diet-sehat-pasca-serangan-stroke.html' title='Diet Sehat Pasca Serangan Stroke'/><author><name>dr.Ruri Pamela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13106316498172987022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/R_tBR434YYI/AAAAAAAAABA/lzQQmvZOl00/S220/P8166114.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5Thb_m2IIWQ/S7pH3A_T5zI/AAAAAAAAAHU/IH7eDYcwisg/s72-c/Diet-Choices.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7986551309822759752.post-5824251129188333820</id><published>2009-06-06T17:02:00.005+07:00</published><updated>2009-06-06T17:23:37.809+07:00</updated><title type='text'>Pemanasan Global &amp; Dampaknya Terhadap Kesehatan</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_5Thb_m2IIWQ/SipAnSR2m1I/AAAAAAAAAG4/PDh7b_fUsgE/s1600-h/GlobalWarmingThermometer.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 168px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5Thb_m2IIWQ/SipAnSR2m1I/AAAAAAAAAG4/PDh7b_fUsgE/s200/GlobalWarmingThermometer.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344154951494310738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kita telah mengetahui bahwa pemanasan global akan menyebabkan kesakitan dan kematian bagi umat manusia di kemudian hari. Namun dalam bentuk seperti apakah hal tersebut akan terjadi sepertinya masih sulit untuk dikatakan. Pemanasan global adalah salah fenomena yang muncul sebagai dampak dari perubahan iklim, hal ini ditandai dengan adanya kekeringan yang berkepanjangan, permukaan es di kutub utara yang semakin menipis, banjir yang terus menerus dan kebakaran hutan. Fenomena alam yang sudah sedemikian nyata ini, tidak hanya berpengaruh terhadap lingkungan tapi juga pada kesehatan dan kehidupan manusia secara global baik secara langsung maupun tidak langsung.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; Satu contoh dampak yang telah kita ketahui dengan jelas adalah peningkatan suhu bumi telah menyebabkan timbulnya gelombang panas yang menyebabkan kematian pada 20.000 orang di Eropa pada bulan Agustus 2003 (Time Magazine). Selain itu suhu udara yang meningkat disertai dengan curah hujan yang tinggi dapat meningkatkan populasi nyamuk di daerah tropis, dimana kondisi ini dapat mencetuskan penyakit yang diperantarai nyamuk, seperti Malaria, Demam Berdarah Dengue, dan infeksi lain yang diperantarai nyamuk.       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Badan Kesehatan Dunia WHO (World HealthOrganization), perubahan iklim yang terjadi bertanggung jawab terhadap sekitar 150.000 angka kematian setiap tahunnya. Keadaan ini akan berkembang dua kali lipat pada tahun 2030.Masalah ini terutama akan jelas terlihat pada negara – negara dunia ketiga yang pada umumnya juga telah memiliki masalah kesehatan yang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Udara         &lt;br /&gt; Kita selalu berpikir bahwa terganggunya kualitas udara adalah karena polusi asap kendaraan dan industri, namun tanpa kita sadari peningkatan suhu udara itu sendiri juga dapat menimbulkan dampak yang sama yang disertai dengan bertambahnya jumlah lubang ozone.         &lt;br /&gt; Suhu udara yang meningkat juga dapat mencetuskan gelombang panas berbahaya yang dapat menimbulkan suatu “heat stroke” . Secara normal, apabila “termostat” alami pada tubuh manusia tidak dapat menahan suhu panas yang terlalu berlebihan dan suhu tubuh dapat meningkat dengan cepat, maka tubuh kita akan memberikan suatu reaksi. Secara normal kita akan berkeringat untuk menurunkan suhu tubuh, namun hal ini tidak cukup apabila rasa panas yang timbul sangat intens. Heat Stroke adalah suatu kondisi serius yang dapat menyebabkan kematian / kecacatan apabila tidak ditangani dengan tepat.&lt;br /&gt;Selain itu juga perubahan iklim menyebabkan adanya perubahan radiasi sinar ultraviolet yang dapat meningkatkan resiko kanker kulit perubahan kualitas udara menimbulkan reaksi alergi dan infeksi karena debu dan paparan bahan kimia logam karena tercampur dengan asap kendaraan bermotor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Air (water borne diseases)       &lt;br /&gt; Salah satu dampak pemanasan global yang dapat diprediksi adalah curah hujan yang tinggi, yang dapat menyebabkan banjir. Isu yang harus diperhatikan berkaitan dengan masalah banjir ini adalah mengenai kualitas air. Kualitas air yang buruk dan tercemar dapat menyebabkan munculnya penyakit pada saluran pencernaan. Banjir dapat memicu berpindahnya mikroorganisme patogen dan menimbulkan penyakit, tidak hanya pada saluran cerna tapi juga penyakit kulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Penyakit yang diperantarai nyamuk (mosquito borne disease)    &lt;br /&gt; Dibeberapa wilayah, perubahan iklim juga dapat menyebabkan bertambahnya jumlah kasus – kasus penyakit tropis yang terkait dengan nyamuk, seperti malaria dan demam berdarah dengue. Curah hujan yang tinggi turut membantu penyebaran penyakit – penyakit ini. Hal ini menjadi masalah serius terutama di negara – negara tropis, termasuk Indonesia.Suatu studi menyebutkan bahwa suhu udara yang tinggi dapat memperluas wilayah terbang nyamuk dan membuat nyamuk bertahan hidup lebih lama dan hal ini akan meningkatkan wabah penyakit menjadi lebih luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengurangi Dampak Negatif Perubahan Iklim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kepedulian kita terhadap hal – hal yang kecil dan sederhana dalam kehidupan sehari-hari dapat membantu dalam menghemat sumber daya alam dan secara tidak langsung akan meminimalisasi dampak buruk dari perubahan iklim. Apa saja yang dapat kita lakukan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. REDUCE - Mengurangi&lt;br /&gt;- Mengurangi penggunaan plastik, baik kantong ataupun kemasan. Bila memungkinkan bawalah tas yang berukuran besar saat berbelanja di supermarket sehingga tidak perlu mengambil kantung plastik terlalu banyak.&lt;br /&gt;- Kurangi pembelian air minum dalam kemasan plastik, sebaliknya bawalah sendiri minuman dari rumah dengan menggunakan tempat minum.&lt;br /&gt;- Matikanlah lampu, listrik, cabut stop kontak dari tempatnya apabila tidak digunakan dan hematlah dalam menggunakan air baik untuk mandi atau mencuci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. REUSE – Menggunakan kembali&lt;br /&gt;- Batasi penggunaan kertas dan tissue sehemat mungkin, gunakan kedua sisi kertas untuk menulis dan bawalah sapu tangan dari rumah. Bayangkan berapa banyak pohon yang harus ditebang untuk dapat dijadikan kertas dan tissue.&lt;br /&gt;- Belilah produk refill untuk produk rumah tangga sehari-hari sehingga tidak menambah kemasan yang sudah dibeli sebelumnya.&lt;br /&gt;- Gunakan kembali kantong – kantong plastik bekas berbelanja, misalnya untuk menampung sampah. Bila masih dalam keadaan baik, bisa saja digunakan kembali saat belanja berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. RECYCLE – Mengolah kembali&lt;br /&gt;- Yaitu mendaur ulang “sampah” menjadi barang yang bisa digunakan, misalnya mengolah kembali sampah plastik dan kertas untuk dijadikan kertas daur ulang dan benda – benda dari plastik yang dapat dimanfaatkan kembali.&lt;br /&gt;- Memisahkan sampah organik dan non organik, menyatukan sampah – sampah plastik. Langkah ini selain membantu pekerja sampah juga membuat lingkungan sekitar tampak lebih rapi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7986551309822759752-5824251129188333820?l=www.ruripamela.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ruripamela.com/feeds/5824251129188333820/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7986551309822759752&amp;postID=5824251129188333820' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7986551309822759752/posts/default/5824251129188333820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7986551309822759752/posts/default/5824251129188333820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ruripamela.com/2009/06/pemanasan-global-dampaknya-terhadap.html' title='Pemanasan Global &amp; Dampaknya Terhadap Kesehatan'/><author><name>dr.Ruri Pamela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13106316498172987022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/R_tBR434YYI/AAAAAAAAABA/lzQQmvZOl00/S220/P8166114.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5Thb_m2IIWQ/SipAnSR2m1I/AAAAAAAAAG4/PDh7b_fUsgE/s72-c/GlobalWarmingThermometer.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7986551309822759752.post-925599757862371698</id><published>2008-11-03T20:31:00.003+07:00</published><updated>2008-11-03T20:37:41.478+07:00</updated><title type='text'>Stress Oksidatif Memicu Penuaan Dini</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_5Thb_m2IIWQ/SQ7-GCm43TI/AAAAAAAAAEs/L0ygc5YkXvQ/s1600-h/42-19211890.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5Thb_m2IIWQ/SQ7-GCm43TI/AAAAAAAAAEs/L0ygc5YkXvQ/s200/42-19211890.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264424394175339826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penuaan merupakan proses yang kompleks, yang mempengaruhi setiap molekul, sel, dan organ tubuh. Kulit merupakan organ tubuh yang paling mudah merefleksikan akibat dari proses penuaan tersebut. Seiring bertambahnya usia dan semakin banyak tubuh kita terpapar oleh lingkungan tempat kita hidup, maka semakin banyak proses biokimiawi yang menyebabkan perubahan pada kulit kita, selain tentu saja dipengaruhi oleh faktor genetik.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berbagai studi mengemukakan bahwa ada 2 tipe penuaan, yang pertama adalah penuaan yang disebabkan oleh gen yang diwariskan secara keturunan, yang disebut internal aging. Dan tipe yang kedua yang disebut eksternal aging, yaitu yang disebabkan oleh faktor lingkungan, misalnya paparan sinar matahari dan gaya hidup. Pada dasarnya kedua tipe ini saling mempengaruhi satu sama lain dan keduanya saling berperan pada mekanisme proses penuaan. Internal Aging yang banyak dipengaruhi oleh usia dan genetik secara cepat atau lambat akan dialami oleh semua orang tanpa kecuali. Sedangkan eksternal aging dapat ditelusuri dari adanya pengaruh lingkungan (polusi, rokok, dan kosmetik), penyakit dan diet yang tidak seimbang. Faktor luar ini tentu dapat kita kendalikan dengan berbagai upaya agar proses penuaan dapat lebih lambat terjadi. Keseluruhan faktor ini&lt;br /&gt;dalam tubuh kita memicu suatu proses biokimiawi yang menghasilkan radikal bebas, penyebab penuaan nomor satu . Radikal bebas secara normal akan diproduksi oleh tubuh sebagai akibat dari proses oksidasi, namun apabila radikal bebas ini diproduksi berlebihan dalam tubuh,&lt;br /&gt;akan menimbulkan suatu stres oksidatif yang diketahui akan menyebabkan kerusakan pada sel dan menjadi suatu penyakit pada jaringan dan organ-organ tubuh.&lt;br /&gt;Apa itu Stres Oksidatif ?&lt;br /&gt; Stres oksidatif adalah suatu keadaan dimana jumlah molekul radikal bebas yang dihasilkan dari metabolisme tubuh, jumlahnya melebihi kapasitas tubuh untuk menetralisirnya. Akibat dari hal ini adalah intensitas proses oksidasi sel-sel tubuh yang normal menjadi semakin tinggi dan menimbulkan kerusakan yang lebih banyak. Keadaan stress oksidatif membawa pada kerusakan oksidatif mulai dari tingkat sel, jaringan hingga ke organ tubuh. Kondisi sel-sel yang rusak inilah yang akhirnya bermanifestasi menjadi penyakit dan proses penuaan sel menjadi lebih cepat (premature aging). Stres oksidatif ini dapat terjadi karena dipicu oleh beberapa kondisi, namun pada dasarnya stres oksidatif ini terjadi akibat adanya ketidakseimbangan antara molekul radikal bebas dan penetralisirnya (antioksidan). Penyebabnya bisa dikarenakan kurangnya antioksidan atau kelebihan produksi radikal bebas oleh tubuh. Berbagai studi dan penelitian dunia kedokteran telah membuktikan bahwa lebih dari 50 macam penyakit yang ada diduga kuat berkaitan dengan aktivitas radikal bebas, diantaranya yaitu stoke, penyakit jantung koroner, diabetes mellitus, asma, parkinson hingga AIDS. Pada kulit kita, radikal bebas yang diproduksi berlebih pada stres oksidatif akan merusak lapisan lemak pada membran sel kulit, akibat kulit menjadi kehilangan ketegangan dan elastisitasnya dan menyebabkan keriput (wrinkle).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Stres Oksidatif Dapat Dicegah ?&lt;br /&gt; Pada hakikatnya, segala sesuatu dalam hidup dan alam selalu diciptakan secara seimbang, begitupun dalam tubuh manusia. Tubuh kita memiliki caranya sendiri dalam menanggulangi bahaya dari radikal bebas ini melalui rangkaian enzim antioksidan yaitu superoksida dismutase (SOD), glutation peroksidase (GSH Px), katalase, serta senyawa non enzim, yaitu protein kecil glutation. Inilah yang disebut antioksidan endogen karena diproduksi dalam tubuh kita sendiri. Namun lingkungan tempat kita hidup sehari-hari, makanan yang kita konsumsi, berbagai macam polusi yang jumlahnya semakin meningkat dan gaya hidup penuh tekanan menyebabkan paparan tubuh terhadap radikal bebas menjadi berlebih dan tubuh tidak mampu menetralisirnya. Karena itu lah kerja dari antioksidan endogen perlu dibantu oleh asupan antioksidan dari luar (eksogen) agar sel-sel tubuh tidak cepat mengalami penuaan sebelum waktunya. Manusia modern mutlak memerlukan tambahan antioksidan ini, dikarenakan modernisasi selain telah mempermudah cara hidup disisi lain juga telah menyumbangkan lebih banyak bahaya terhadap kesehatan tubuh manusia. Polusi udara, ritme kerja yang cepat, tidak sempat olahraga, makanan cepat saji dan berbagai pengawet dihampir semua makanan instan, semuanya menjadi bagian dari gaya hidup sebagian besar manusia modern.&lt;br /&gt; Antioksidan eksogen dapat kita peroleh dari konsumsi makanan kaya vitamin E dan C. Belakangan ini para ahli telah meneliti berbagai senyawa fitokimia yang dapat bermanfaat sebagai alternatif antioksidan selain vitamin E dan C, yang disebut senyawa Fenolik. Senyawa fenolik mudah ditemukan pada berbagai tumbuh-tumbuhan hijau, rempah dan buah-buahan. Senyawa lainnya yang bersifat antioksidan adalah karotenoid, yang dapat kita peroleh dari konsumsi sayur dan buah-buahan berwarna terang seperti tomat dan wortel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuncinya adalah Gaya Hidup Sehat !&lt;br /&gt; Penuaan sel-sel tubuh dapat kita perlambat dengan memiliki kebiasaan hidup yang sehat.  Kebiasaan ini mencakup diet yang sehat dan seimbang kaya antioksidan, olahraga yang teratur dan konsisten, tidak merokok, istirahat yang cukup, lindungi kulit kita dari sinar matahari dan yang terpenting adalah hindari stress dengan hidup seimbang dan  kebiasaan berpikir positif dalam memandang setiap hal. Sebuah studi yang dilakukan oleh ilmuwan di Amerika menyebutkan bahwa perubahan gaya hidup yang komprehensif, menyangkut diet yang lebih baik dan aktivitas fisik yang lebih teratur tidak hanya menyehatkan fisik namun juga penyebabkan perubahan yang dramatis pada tingkat genetik. Dengan kata lain, genetik yang diwariskan kepada kita bukan merupakan harga mati. Karena dengan gaya hidup yang sehat kita dapat mewariskan gen yang lebih baik dan lebih sehat kepada keturunan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7986551309822759752-925599757862371698?l=www.ruripamela.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ruripamela.com/feeds/925599757862371698/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7986551309822759752&amp;postID=925599757862371698' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7986551309822759752/posts/default/925599757862371698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7986551309822759752/posts/default/925599757862371698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ruripamela.com/2008/11/penuaan-merupakan-proses-yang-kompleks.html' title='Stress Oksidatif Memicu Penuaan Dini'/><author><name>dr.Ruri Pamela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13106316498172987022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/R_tBR434YYI/AAAAAAAAABA/lzQQmvZOl00/S220/P8166114.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_5Thb_m2IIWQ/SQ7-GCm43TI/AAAAAAAAAEs/L0ygc5YkXvQ/s72-c/42-19211890.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7986551309822759752.post-4934244152535841981</id><published>2008-06-05T20:20:00.002+07:00</published><updated>2008-06-05T20:28:38.708+07:00</updated><title type='text'>Kendalikan Kolesterol Anda !</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/SEfp-tjKz2I/AAAAAAAAAEE/HIscqwxAse8/s1600-h/42-18647763.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/SEfp-tjKz2I/AAAAAAAAAEE/HIscqwxAse8/s200/42-18647763.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5208388757665533794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gaya Hidup Sehat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Walaupun terdengar sederhana, perubahan haya hidup menjadi lebih sehat dapat menyelamatkan hidup anda dengan mencegah anda mengalami penyakit jantung dan pembuluh darah yang lain.&lt;br /&gt;Lakukan medical check up (periksa darah) secara teratur setidaknya 6 bulan sekali setelah berkonsultasi kesehatan dengan dokter, karena koelsterol yang yang tinggi sering tidak menimbulkan gejala apapun.&lt;br /&gt;Kontrol kolesterol anda dengan memiliki gaya hidup yang sehat yaitu : diet rendah lemak, stop merokok, berat badan seimbang dan olahraga teratur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Diet Rendah Lemak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jenis lemak dalam makanan yang dapat meningkatkan kolesterol adalah : Lemak jenuh (saturated), terdapat dalam kuning telur, otak sapi, mentega, goreng2an, cookies, permen, daging merah, keju, minyak kelapa, susu full cream. Makanan jenis ini harus dihindari. Juga Lemak tidak jenuh rantai tunggal (Monounsaturated) yang terdapat dalam udang, kepiting. Jenis makanan ini boleh dikonsumsi namun dengan jumlah yang terbatas.&lt;br /&gt;Sedangkan jenis lemak yang justru dianjurkan untuk banyak dikonsumsi adalah Lemak tidak jenuh rantai ganda (Poliunsaturated) karena dapat membantu meningkatkan “lemak baik” (HDL) dan menurunkan “lemak jahat” (LDL). Lemak ini terdapat dalam ikan laut dalam seperti tenggiri, tuna, sardin, kakap, kembung dan minyak ikan. Makanlah setidaknya 3 porsi setiap minggu.&lt;br /&gt;Perbanyak asupan serat (buah dan sayuran), dan pilihlah makanan segar daripada makanan yang diproses.&lt;br /&gt;Kurangi makanan bergula dan pilihlah produk2 non fat.&lt;br /&gt;Batasi penggunaan garam tidak lebih dari 6 g per hari (setara dengan 1 sendok the).&lt;br /&gt;Jangan mengkonsumsi makanan berkolesterol sampai lebih dari 300 mg setiap hari (bacalah label makanan dan minuman yang anda beli untuk menentukan pilihan yang terbaik).&lt;br /&gt;Tidak meminum alkohol lebih dari 1 gelas setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Stop Merokok&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan merokok dapat menyebabkan penebalan dan penyempitan pembuluh darah yang mengakibatkan suplai darah ke organ-organ tubuh yang penting menjadi berkurang.&lt;br /&gt;Perokok 2-3 kali lebih mungkin terkena stroke dan serangan jantung dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Berat Badan Seimbang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berat badan yang berlebihan dapat beresiko meningkatkan kolesterol jahat dan menurunkan kolesterol baik dalam tubuh. Selain itu juga beresiko terkena penyakit diabetes, jantung, hipertensi dan gangguan kesehatan lainnya.&lt;br /&gt;Menjaga berat badan tetap seimbang akan membantu mengurangi resiko ini dan menurunkan kolesterol jahat dalam tubuh.&lt;br /&gt;Untuk menilai berat badan yang seimbang ditentukan dengan mengukur berat badan dibagi tinggi badan dipangkatkan dua.&lt;br /&gt;Ukuran lingkar pinggang merupakan indikator yang baik untuk menilai kelebihan lemak di perut dan berkaitan erat dengan resiko penyakit kardiovaskular. Ukurlah lingkar pinggang anda di titik tengah antara tepi bawah tulang iga dan tepi atas tulang panggul.&lt;br /&gt;Untuk pria, lingkar pinggang lebih dari 102 cm (atau 88 cm untuk wanita) menandakan peningkatan resiko penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Olahraga Teratur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Olahraga yang efektif membantu menurunkan kadar kolesterol adalah olahraga yang melibatkan otot – otot besar tubuh seperti paha, lengan atas serta pinggul.&lt;br /&gt;Lakukan olahraga jogging, jalan kaki, aerobic, berenang, senam, bersepeda paling tidak 3 kali seminggu masing – masing 1 jam. 5-10 menit pertama digunakan untuk pemanasan, 30 menit untuk olahraga dan 10 menit untuk pendinginan.&lt;br /&gt;Lakukan olahraga secara teratur dan konsisten disertai keinginan yang kuat dan kesadaran untuk membuat hidup menjadi lebih sehat dan berkualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dr. Ruri Diah Pamela&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7986551309822759752-4934244152535841981?l=www.ruripamela.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ruripamela.com/feeds/4934244152535841981/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7986551309822759752&amp;postID=4934244152535841981' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7986551309822759752/posts/default/4934244152535841981'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7986551309822759752/posts/default/4934244152535841981'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ruripamela.com/2008/06/kendalikan-kolesterol-anda.html' title='Kendalikan Kolesterol Anda !'/><author><name>dr.Ruri Pamela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13106316498172987022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/R_tBR434YYI/AAAAAAAAABA/lzQQmvZOl00/S220/P8166114.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/SEfp-tjKz2I/AAAAAAAAAEE/HIscqwxAse8/s72-c/42-18647763.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7986551309822759752.post-1836160921940171528</id><published>2008-06-03T12:03:00.003+07:00</published><updated>2008-06-03T12:09:05.136+07:00</updated><title type='text'>Memahami Proses Penuaan dan Upaya Menghambatnya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/SETROnygTrI/AAAAAAAAAD0/er-pknALT20/s1600-h/senior-health-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/SETROnygTrI/AAAAAAAAAD0/er-pknALT20/s200/senior-health-1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5207517118276325042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Menjadi tua adalah suatu proses alamiah yang pasti terjadi pada setiap manusia. Tidak seorangpun yang dapat menghentikan proses penuaan. Siklus ini ditandai dengan tahap-tahap mulai menurunnya berbagai fungsi organ tubuh karena setelah mencapai dewasa, secara alamiah seluruh komponen tubuh tidak dapat berkembang lagi. Sebaliknya justru terjadi penurunan karena proses penuaan. Penuaan merupakan suatu proses multidimensional, yang tidak hanya terkait dengan faktor jasmani, tapi juga psikologis dan sosial. Penuaan itu sendiri adalah suatu proses alamiah kompleks yang melibatkan setiap molekul, sel dan organ dalam tubuh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0); font-weight: bold;"&gt;Mengapa Kita Menjadi Tua ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Dari sudut pandang ilmiah, mengapa dan bagaimana tubuh kita mengalami penuaan masih merupakan misteri yang terus menerus dicari jawabannya oleh para ilmuwan. Proses penuaan itu sendiri dapat melingkupi adanya perubahan pada jaringan tubuh sampai dengan perubahan mekanisme pada tingkat sel. Selama bertahun-tahun, banyak teori yang berusaha menjelaskan mengenai proses ini dan perubahan-perubahan apa yang menyebabkan penuaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Teori penuaan pada dasarnya terbagi menjadi dua kelompok, yaitu teori Program dan Teori Wear and Tear. Teori program menekankan prinsip bahwa di dalam tubuh manusia terdapat suatu jam biologis, mulai dari proses janin sampai pada kematian dalam suatu model yang memiliki program yang sudah “tercetak”. Peristiwa ini terprogram mulai dari tingkat sel sampai embrio, janin, masa bayi dan anak-anak, remaja, dewasa menjadi tua dan akhirnya meninggal. Teori Program meliputi pembatasan replikasi sel, proses imun, dan mekanisme neuroendokrin dari penuaan. Pada suatu penelitian laboratorium diketahui bahwa sel normal memiliki kapasitas yang terbatas untuk melakukan pembelahan yang terus menerus, hal inilah yang terjadi pada sel-sel tubuh orang dewasa yang akhirnya menjadi tua dan lemah, teori ini menjadi dasar dari teori pembatasan replikasi sel. Mekanisme neuroendokrin mengatakan bahwa ketika manusia menjadi tua, tubuh hanya mampu memproduksi hormon lebih sedikit akibatnya fungsi tubuh terganggu dam muncul berbagai keluhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Sedangkan Teori Wear and Tear menganggap bahwa tubuh dan sel-selnya yang terlalu sering digunakan dan disalahgunakan secara terus menerus akan menjadi lemah dan akan mengalami kerusakan dan akhirnya meninggal. Organ tubuh seperti hati, lambung, ginjal, kulit dan yang lain akan menurun fungsinya karena toksin di dalam makanan dan lingkungan yang kita terima setiap hari, selain itu juga akibat dari konsumsi lemak, gula, kafein, nikotin, alkohol yang berlebihan. Dan yang tidak kalah penting adalah akibar dari paparan sinar matahari serta stress fisik dan psikis. Yang harus diingat adalah bahwa kerusakan ini tidak terbatas pada organ, melainkan juga terjadi pada tingkat sel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0); font-weight: bold;"&gt;Penyebab Proses Penuaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Banyak faktor yang menyebabkan setiap orang menjadi tua melalui proses penuaan. Pada dasarnya berbagai faktor tersebut dapat dikelompokkan menjadi faktor internal dan faktor eksternal. Beberapa faktor internal adalah radikal bebas, hormon yang menurun kadarnya, proses glikosilasi, sistem kekebalan tubuh yang menurun dan juga faktor genetik. Sedangkan faktor eksternal adalah gaya hidup yang tidak sehat, diet yang tidak sehat, kebiasaan hidup yang salah, paparan polusi lingkungan dan sinar ultraviolet, stress dan penyebab sosial lain seperti kemiskinan. Kedua faktor ini saling terkait dan memainkan peran yang besar dalam penyebab proses penuaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Tubuh kita membentuk suatu reaksi kimia kompleks yang membentuk suatu molekul kimia yang tidak stabil yang disebut radikal bebas. Molekul radikal bebas ini dapat menyebabkan kerusakan pada sel yang sehat melalui suatu proses yang disebut dengan Oksidasi. Proses ini sama seperti proses yang kita lihat pada apel hijau yang berubah warna menjadi coklat atau logam tembaga yang berubah warna dari emas kemerahan menjadi biru kehijauan. Produksi radikal bebas ini dapat meningkat jumlahnya apabila kita sering terpapar oleh sinar matahari, merokok, polusi udara dan mengkonsumsi makanan yang rendah nilai gizinya. Produksi radikal bebas yang semakin meningkat dalam tubuh kita memberi kontribusi yang besar terhadap terjadinya proses penuaan berbagai organ tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Stress juga berperan besar pada semakin cepatnya proses penuaan terjadi. Stress dalam hal ini tidak hanya terkait dengan psikologis tetapi juga jasmani. Apabila tubuh kita mengalami kerusakan, maka tubuh akan mencoba untuk memulihkan diri sendiri. Pada batas tertentu tubuh dapat pulih namun tidak seratus persen dan tentu tidak pada semua kasus. Semakin sering tubuh kita mengalami stress maka makin kecil kemungkinan tubuh untuk pulih akibatnya tubuh semakin menua dan menjadi rentan terhadap penyakit. Apa yang menyebabkan tubuh kita tidak bisa sepenuhnya memulihkan kerusakan tadi, sebagian besar belum diketahui.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0); font-weight: bold;"&gt;Bisakah Proses Penuaan Dicegah ? (Paradigma Baru)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Seiring bertambahnya usia hidup kita dan semakin terpakainya seluruh organ tubuh, kita memang tidak bisa mengelak dari proses penuaan. Kita telah mengetahui bahwa proses penuaan disebabkan oleh berbagai faktor baik internal maupun eksternal. Ini berarti bahwa proses penuaan bukanlah datang dengan sendirinya tanpa penyebab. Dan karena itu lah proses penuaan adalah suatu proses yang dapat dicegah dan dihambat apabila faktor-faktor pendukungnya juga dapat dihambat dan diatasi. Hal ini sesuai dengan paradigma baru dalam kedokteran anti penuaan yang dikenalkan oleh American Academy of Anti Aging Medicine tahun 1993, dimana tantangan dari paradigma baru ini adalah bagaimana mencegah, menunda, bahkan mengembalikan ke kondisi semula semua proses yang membuat manusia menua dengan semua disfungsi, tanda dan gejala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Tiga hal penting berkaitan dengan konsep kedokteran anti penuaan yang memberi harapan dalam menghambat proses penuaan adalah pertama, penuaan adalah suatu proses yang dapat dicegah, ditangani bahkan dikembalikan ke keadaan semula. Kedua, manusia bukanlah tahanan dari takdir genetik mereka, dan ketiga gejala penuaan terjadi karena kadar hormon yang menurun, bukan kadar hormon menurun karena proses penuaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Kehadiran konsep ini memberikan fakta ilmiah yang menunjukkan bahwa proses penuaan bisa diperlambat, ditunda, dan bahkan bisa dikembalikan. Dibandingkan dengan kedokteran konvensional yang mengobati gejala atau akibat dari penuaan, maka kedokteran anti-aging lebih pada merubah proses penuaan itu sendiri dan sekaligus membawa harapan baru bagi umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Jadi penuaan adalah suatu proses yang dapat kita cegah, kita hindari dan kita minimalisasi. Dengan demikian maka umat manusia tidak lagi harus membiarkan begitu saja dirinya menjadi tua dengan segala keluhan dan penyakit. Sebaliknya, sebelum muncul keluhan dan gejala yang umumnya terjadi pada usia lanjut, perlu ada upaya untuk menghambat proses penuaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0); font-weight: bold;"&gt;Memperlambat Proses Penuaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Proses penuaan dapat dicegah dan diperlambat apabila kita memiliki gaya hidup yang baik dan sehat dan dengan konsisten kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, yang tentu saja harus dibarengin dengan komitmen dan keinginan untuk hidup sehat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0); font-weight: bold;"&gt;1. Olahraga teratur dan konsisten&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Tidak pernah terlambat untuk mulai membiasakan diri berolahraga. Dengan berolahraga teratur, tubuh dibiasakan untuk selalu aktif dan sirkulasi darah ke seluruh tubuh tetap sehat. Sebuah studi yang dilakukan oleh ilmuwan di Universitas Harvard menyebutkan bahwa orang-orang yang memulai kebiasaan olahraga lebih lambat pada usia tua ternyata memiliki tingkat kesakitan dan kematian yang lebih rendah dibandingkan dengan orang-orang yang pada usia mudanya rajin berolahraga tapi lalu menjadi malas berolahraga di usia tuanya. Hal ini membuktikan bahwa orang tidak pernah terlalu tua untuk mulai berolahraga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0); font-weight: bold;"&gt;2. Makanlah makanan yang sehat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Apa yang kita makan sangat mempengaruhi seluruh proses dalam tubuh dan hal ini akan terpancar keluar. Beberapa tips yang dapat digunakan dalam memilih makanan yang dapat membantu memperlambat proses penuaan dalam tubuh kita : Batasi konsumsi gula olahan dan lemak terutama lemak jenuh hewani, konsumsi makanan berserat tinggi (seperti, gandum, buah dan sayuran segar), lebih baik mengkonsumsi karbohidrat kompleks/polisakarida dibandingkan glukosa (nasi, roti, pasta), Konsumsi kalsium yang cukup, perbanyak minum air putih 10 gelas setiap hari, dan dianjurkan untuk mengkonsumsi ekstra antioksidan, seperti 100 IU Vit.E.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0); font-weight: bold;"&gt;3. Lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala yang diperlukan dan sesuai dengan kondisi masing-masing individu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Bagaimana kita bisa mengetahui apakah kondisi tubuhnya kita fit atau tidak untuk tetap dapat menjalankan kehidupan ? Tentu kita tidak bisa mengukurnya hanya dari diri kita sendiri yang merasa tidak ada keluhan dan merasa tidak ada bagian dari tubuh kita yang terasa sakit, itulah pentingnya kita melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Kesadaran akan pentingnya nilai kesehatan inilah yang merupakan salah satu bentuk upaya dari menghambat proses penuaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0); font-weight: bold;"&gt;4. Kelola stres dengan selalu berpikir positif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Banyak studi ilmiah sudah dilakukan yang menyatakan bahwa kondisi stress psikologis yang berlangsung lama dapat mempercepat proses penuaan dan membuat orang menjadi lebih tua sebelum waktunya. Secara ilmiah dikatakan bahwa, kondisi stress psikologis secara tidak langsung dapat merusak struktur telomere, yaitu suatu komponen biokimia yang terdapat pada kromosom manusia yang berperan pada replikasi sel. Dengan setiap replikasi sel, telomere memendek. Mekanisme telomere ikut menentukan rentang usia sel dan pada akhirnya juga rentang usia organisme itu sendiri. Maka penting sekali untuk dapat mengelola stres kehidupan dengan menjaga pikiran agar senantiasa berpikir positif dan optimis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7986551309822759752-1836160921940171528?l=www.ruripamela.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ruripamela.com/feeds/1836160921940171528/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7986551309822759752&amp;postID=1836160921940171528' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7986551309822759752/posts/default/1836160921940171528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7986551309822759752/posts/default/1836160921940171528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ruripamela.com/2008/06/memahami-proses-penuaan-dan-upaya_03.html' title='Memahami Proses Penuaan dan Upaya Menghambatnya'/><author><name>dr.Ruri Pamela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13106316498172987022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/R_tBR434YYI/AAAAAAAAABA/lzQQmvZOl00/S220/P8166114.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/SETROnygTrI/AAAAAAAAAD0/er-pknALT20/s72-c/senior-health-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7986551309822759752.post-4423456662560435548</id><published>2008-05-28T19:03:00.000+07:00</published><updated>2008-05-31T19:42:00.068+07:00</updated><title type='text'>Waspadai Dampak Pemanasan Global pada Kesehatan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Kita telah mengetahui bahwa pemanasan global akan menyebabkan kesakitan dan kematian bagi umat manusia di kemudian hari. Namun dalam bentuk seperti apakah hal tersebut akan terjadi sepertinya masih sulit untuk dikatakan. Satu contoh dampak yang telah kita ketahui dengan jelas adalah peningkatan suhu bumi telah menyebabkan timbulnya gelombang panas yang menyebabkan kematian pada 20.000 orang di Eropa pada bulan Agustus 2003 (Time Magazine).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Selain itu suhu udara yang meningkat disertai dengan curah hujan yang tinggi dapat meningkatkan populasi nyamuk di daerah tropis, dimana kondisi ini dapat mencetuskan penyakit yang diperantarai nyamuk, seperti Malaria, Demam Berdarah Dengue, dan infeksi lain yang diperantarai nyamuk.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Menurut Badan Kesehatan Dunia WHO (World Health Organization), perubahan iklim yang terjadi bertanggung jawab terhadap sekitar 150.000 angka kematian setiap tahunnya. Keadaan ini akan berkembang dua kali lipat pada tahun 2030.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Masalah ini terutama akan jelas terlihat pada negara – negara dunia ketiga yang pada umumnya juga telah memiliki masalah kesehatan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Udara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Kita selalu berpikir bahwa terganggunya kualitas udara adalah karena polusi asap kendaraan dan industri, namun tanpa kita sadari peningkatan suhu udara itu sendiri juga dapat menimbulkan dampak yang sama yang disertai dengan bertambahnya jumlah lubang ozone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Suhu udara yang meningkat juga dapat mencetuskan gelombang panas berbahaya yang dapat menimbulkan suatu “heat stroke” . Secara normal, apabila “termostat” alami pada tubuh manusia tidak dapat menahan suhu panas yang terlalu berlebihan dan suhu tubuh dapat meningkat dengan cepat, maka tubuh kita akan memberikan suatu reaksi. Secara normal kita akan berkeringat untuk menurunkan suhu tubuh, namun hal ini tidak cukup apabila rasa panas yang timbul sangat intens.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Heat Stroke adalah suatu kondisi serius yang dapat menyebabkan kematian / kecacatan apabila tidak ditangani dengan tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Air&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Salah satu dampak pemanasan global yang dapat diprediksi adalah curah hujan yang tinggi, yang dapat menyebabkan banjir. Isu yang harus diperhatikan berkaitan dengan masalah banjir ini adalah mengenai kualitas air. Kualitas air yang buruk dan tercemar dapat menyebabkan munculnya penyakit pada saluran pencernaan. Banjir dapat memicu berpindahnya mikroorganisme patogen dan menimbulkan penyakit, tidak hanya pada saluran cerna tapi juga penyakit kulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Penyakit yang diperantarai nyamuk (mosquito-borne disease)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Dibeberapa wilayah, perubahan iklim juga dapat menyebabkan bertambahnya jumlah kasus – kasus penyakit tropis yang terkait dengan nyamuk, seperti malaria dan demam berdarah dengue. Curah hujan yang tinggi turut membantu penyebaran penyakit – penyakit ini. Hal ini menjadi masalah serius terutama di negara – negara tropis, termasuk Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Suatu studi menyebutkan bahwa suhu udara yang tinggi dapat memperluas wilayah terbang nyamuk dan membuat nyamuk bertahan hidup lebih lama dan hal ini akan meningkatkan wabah penyakit menjadi lebih luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0); font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;dr. Ruri Diah Pamela &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7986551309822759752-4423456662560435548?l=www.ruripamela.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ruripamela.com/feeds/4423456662560435548/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7986551309822759752&amp;postID=4423456662560435548' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7986551309822759752/posts/default/4423456662560435548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7986551309822759752/posts/default/4423456662560435548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ruripamela.com/2008/05/waspadai-dampak-pemanasan-global-pada.html' title='Waspadai Dampak Pemanasan Global pada Kesehatan'/><author><name>dr.Ruri Pamela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13106316498172987022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/R_tBR434YYI/AAAAAAAAABA/lzQQmvZOl00/S220/P8166114.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7986551309822759752.post-4297537204980276156</id><published>2008-04-30T17:57:00.000+07:00</published><updated>2008-05-31T19:45:46.187+07:00</updated><title type='text'>Diet Kulit Sehat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/SBh02_pUZsI/AAAAAAAAACg/gZpiBte16CE/s1600-h/42-15237642.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/SBh02_pUZsI/AAAAAAAAACg/gZpiBte16CE/s200/42-15237642.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5195030658318362306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Untuk mendapatkan kulit yang sehat berkilau, penuhi menu makanan sehari-hari dengan kandungan : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;a. Vitamin E dan C Sebuah studi menyebutkan bahwa kedua vitamin ini dapat melindungi kulit dari bahaya sinar ultraviolet (dianjurkan dalam bentuk suplemen makanan). Vitamin C merupakan nutrisi penting dalam sintesa kolagen, yaitu suatu protein yang memberikan kekencangan dan kekenyalan kulit. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber : &lt;/span&gt;minyak sayur, margarin, telur, ikan, sereal gandum, kacang merah, buah sitrus, berry, potatoes, tomat, sayuran hijau. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;b. Asam Lemak Essensial Suatu riset menyebutkan bahwa asam lemak tak jenuh (poly, mono) terutama asam lemak omega 3 dalam makanan dapat meminimalisasi kerusakan dan efek penuaan yang ditimbulkan oleh sinar ultraviolet terhadap kulit. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber :&lt;/span&gt; salmon, makarel, tuna, olive oil, kacang-kacangan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;c. Anti Oksidan Teh terutama teh hijau yang merupakan sumber anti oksidan yang istimewa, disebut Polyphenol. Sebuah studi Di Arizona, US menyebutkan bahwa semakin banyak orang minum teh (disajikan dengan lemon) maka semakin sedikit orang di populasi tersebut yang menderita squamous cell carcinoma (tumor ganas kulit). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;d. Vitamin A Vitamin A adalah salah satu antioksidan yang kuat, selain teh hijau. Suatu studi mengatakan bahwa ditemukan adanya hubungan yang kuat antara kadar vitamin A dalam darah dengan timbulnya kekeringan pada kulit. Semakin banyak kadar vitamin A, maka kulit akan semakin lembab. Vitamin A sulit diperoleh dari makanan, namun mudah untuk memperoleh precursornya yaitu beta carotene (yang akan dikonversi menjadi vitamin A dalam usus). &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber :&lt;/span&gt; buah berwarna oranye, merah dan kuning. Wortel, tomat, sayuran hijau dan brokoli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;dr. Ruri Diah Pamela&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7986551309822759752-4297537204980276156?l=www.ruripamela.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ruripamela.com/feeds/4297537204980276156/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7986551309822759752&amp;postID=4297537204980276156' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7986551309822759752/posts/default/4297537204980276156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7986551309822759752/posts/default/4297537204980276156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ruripamela.com/2008/04/diet-kulit-sehat.html' title='Diet Kulit Sehat'/><author><name>dr.Ruri Pamela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13106316498172987022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/R_tBR434YYI/AAAAAAAAABA/lzQQmvZOl00/S220/P8166114.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/SBh02_pUZsI/AAAAAAAAACg/gZpiBte16CE/s72-c/42-15237642.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7986551309822759752.post-1787009613246262800</id><published>2008-04-30T17:43:00.000+07:00</published><updated>2008-05-31T19:48:40.577+07:00</updated><title type='text'>Radikal Bebas : Musuh Kulit No. 1</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/SBhQGfpUZrI/AAAAAAAAACY/AQUEEbtUzqg/s1600-h/42-17818389.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/SBhQGfpUZrI/AAAAAAAAACY/AQUEEbtUzqg/s200/42-17818389.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5194990242676106930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Kondisi kulit kita merupakan refleksi dari diri kita, apa yang tampak di luar merupakan cermin kesehatan tubuh kita di dalam. Apa pun kondisi yang sedang kita alami, kelelahan, sakit, stress, hal itu semua akan tampak dari tekstur kulit kita, warnanya dan juga elastisitasnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Kondisi kulit kita juga dipengaruhi erat oleh apa yang kita makan, apakah kita berolahraga, stress yang kita alami dan juga lingkungan tempat kita tinggal dan bekerja. Tubuh kita membentuk reaksi kimia kompleks yang memproduksi suatu molekul kimia yang tidak stabil yang disebut "Radikal Bebas". Harus diingat bahwa radikal bebas inilah musuh kulit nomor satu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Radikal bebas dapat menyebabkan kerusakan pada sel yang sehat melalui suatu proses yang disebut dengan "oksidasi". Proses ini sama seperti proses yang kita lihat pada apel hijau yang berubah warna menjadi coklat atau logam tembaga yang berubah warna dari emas kemerahan menjadi biru kehijauan. Produksi radikal bebas ini dapat meningkat apabila kita sering terpapar oleh sinar matahari, merokok, polusi udara dan memakan makanan yang rendah nilai gizinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Untunglah, tubuh kita juga memproduksi anti oksidan, yaitu suatu molekul kimia yang tugasnya menghambat radikal bebas supaya tidak menimbulkan kerusakan sel lebih lanjut. Bagaimana kita merawat tubuh kita, termasuk juga apa yang kita makan, dapat meningkatkan produksi dari molekul yang sangat penting ini, dan akhirnya kulit kita pun terjaga kesehatan dan kecantikannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0); font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;dr.Ruri Diah Pamela&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7986551309822759752-1787009613246262800?l=www.ruripamela.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ruripamela.com/feeds/1787009613246262800/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7986551309822759752&amp;postID=1787009613246262800' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7986551309822759752/posts/default/1787009613246262800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7986551309822759752/posts/default/1787009613246262800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ruripamela.com/2008/04/radikal-bebas-musuh-kulit-no-1.html' title='Radikal Bebas : Musuh Kulit No. 1'/><author><name>dr.Ruri Pamela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13106316498172987022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/R_tBR434YYI/AAAAAAAAABA/lzQQmvZOl00/S220/P8166114.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/SBhQGfpUZrI/AAAAAAAAACY/AQUEEbtUzqg/s72-c/42-17818389.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7986551309822759752.post-366062088020799862</id><published>2008-04-10T20:03:00.000+07:00</published><updated>2008-05-31T19:50:55.630+07:00</updated><title type='text'>Tampak Muda Tanpa Suntik Botox</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/R_4RquLoHgI/AAAAAAAAACQ/K1CqnuO5m3s/s1600-h/42-16767289.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/R_4RquLoHgI/AAAAAAAAACQ/K1CqnuO5m3s/s200/42-16767289.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5187603246426365442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);" lang="IN"&gt;Sebuah studi klinis terbaru menyebutkan bahwa memiliki kebiasaan berolahraga secara teratur dapat membuat penampilan terlihat 12 tahun lebih muda. Tidak hanya sampai disitu, apabila kebiasaan berolahraga ini terus dilakukan sampai melewati usia pensiun, maka dapat membuat masa hidup menjadi lebih panjang. Riset yang dilakukan oleh para ilmuwan di University of Toronto, Canada ini juga menjelaskan bahwa proses penuaan dapat berjalan lebih lambat apabila secara rutin dan teratur melakukan olahraga, terutama latihan jenis aerobic.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, sebuah studi juga menyebutkan bahwa aktivitas sekecil apapun dapat mengurangi stress. Misalnya melakukan pekerjaan rumah, berjalan kaki atau berkebun dapat mengurangi tekanan. Seorang ilmuwan dalam studi tersebut mengatakan bahwa latihan yang dilakukan secara teratur dapat memperlambat usia biologis seseorang dan dengan demikian memperpanjang produktivitas dan kualitas hidupnya. Secara potensial, latihan aerobic yang dilakukan secara progresif pada orang tua dapat memperpanjang masa hidupnya sebanyak 10 - 12 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt; dr. Ruri Diah Pamela&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255); font-weight: bold;font-family:courier new;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255); font-weight: bold;font-family:courier new;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7986551309822759752-366062088020799862?l=www.ruripamela.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ruripamela.com/feeds/366062088020799862/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7986551309822759752&amp;postID=366062088020799862' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7986551309822759752/posts/default/366062088020799862'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7986551309822759752/posts/default/366062088020799862'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ruripamela.com/2008/04/tampak-muda-tanpa-suntik-botox.html' title='Tampak Muda Tanpa Suntik Botox'/><author><name>dr.Ruri Pamela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13106316498172987022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/R_tBR434YYI/AAAAAAAAABA/lzQQmvZOl00/S220/P8166114.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/R_4RquLoHgI/AAAAAAAAACQ/K1CqnuO5m3s/s72-c/42-16767289.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7986551309822759752.post-1594563768871946027</id><published>2008-04-08T20:27:00.000+07:00</published><updated>2008-05-31T19:52:28.354+07:00</updated><title type='text'>Jangan Mengabaikan Rasa Nyeri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/R_tzbo34YhI/AAAAAAAAACI/y39NY8oAemE/s1600-h/MI001698.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/R_tzbo34YhI/AAAAAAAAACI/y39NY8oAemE/s200/MI001698.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5186866314512720402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Rasa Nyeri adalah alarm peringatan yang memberitahu kesadaran bahwa ada sesuatu dalam tubuh kita yang tidak berjalan normal. Rasa nyeri itu sendiri adalah sesuatu yang sifatnya sangat subjektif, sulit dilihat kecuali dari keluhan penderita itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Ambang rasa nyeri itu sendiri berbeda-beda pada setiap orang, ada beberapa orang yang mudah sekali merasa nyeri oleh rangsangan yang kecil namun ada orang lain yang tahan walaupun diberi pressure yang sangat hebat. Nyeri sebenarnya adalah sensasi yang relatif dan juga subjektif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Secara teori, nyeri dapat dibedakan menjadi 2 golongan berdasarkan jenis penyebabnya. Nyeri pertama yaitu nyeri nosiseptif yaitu nyeri yang disebabkan adanya kerusakan pada jaringan tubuh. Misalnya ada otot yang terpukul, luka, atau terkena benturan. Yang kedua yaitu nyeri Neuropatik yaitu nyeri yang disebabkan oleh adanya kerusakan organik pada jaringan saraf.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Sebenaranya masih ada terminologi yang lain yang tidak dapat dimasukkan ke dalam kedua golongan nyeri diatas, yaitu yang disebut dengan nyeri Psikogenik. Nyeri Psikogenik adalah nyeri yang muncul karena rasa cemas yang berlebihan, rasa khawatir atau gelisah akan sesuatu.Sensasi nyeri seperti ini sulit sekali dicari penyebabnya, dan biasanya penanganan penyebabnya melibatkan juga team psikiatri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Nyeri yang berlangsung terus menerus bahkan hingga menahun, tentu sangat mengganggu kualitas kehidupan, karena itu jangan diabaikan dan dianggap bukan hal yang tidak penting. Karena keluhan nyeri seringan apapun merupakan tanda ada sesuatu yang salah dalam tubuh. Penanganan nyeri sedini mungkin adalah keputusan bijak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0); font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;dr. Ruri Diah Pamela&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7986551309822759752-1594563768871946027?l=www.ruripamela.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ruripamela.com/feeds/1594563768871946027/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7986551309822759752&amp;postID=1594563768871946027' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7986551309822759752/posts/default/1594563768871946027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7986551309822759752/posts/default/1594563768871946027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ruripamela.com/2008/04/jangan-mengabaikan-rasa-nyeri.html' title='Jangan Mengabaikan Rasa Nyeri'/><author><name>dr.Ruri Pamela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13106316498172987022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/R_tBR434YYI/AAAAAAAAABA/lzQQmvZOl00/S220/P8166114.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/R_tzbo34YhI/AAAAAAAAACI/y39NY8oAemE/s72-c/MI001698.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7986551309822759752.post-2641034288045729705</id><published>2008-04-08T20:11:00.001+07:00</published><updated>2008-05-31T19:57:16.832+07:00</updated><title type='text'>Health Info : OSTEOPOROSIS</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/R_tyL434YgI/AAAAAAAAACA/7cvu5FYHr9M/s1600-h/71192-17.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/R_tyL434YgI/AAAAAAAAACA/7cvu5FYHr9M/s200/71192-17.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5186864944418152962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Apakah Osteoporosis itu ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Osteoporosis adalah berkurangnya kepadatan, massa dan kekuatan tulang yang normal, yang menyebabkan tulang berongga dan lebih mudah patah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Apakah Penyebab Osteoporosis ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;• Kadar estrogen (hormon utama pada wanita) yang menurun setelah menopause&lt;br /&gt;• Kekurangan Kalsium dan Protein yang lama&lt;br /&gt;• Penurunan aktivitas setelah usia lanjut&lt;br /&gt;• Akibat keadaan medis lain atau obat-obatan : menderita gagal ginjal kronis, kelainan hormonal (penyakit tiroid), menkonsumsi kortikosteroid, anti kejang, hormon tiroid yang berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Tanda dan Gejala Osteoporosis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penyakit osteoporosis sering disebut sebagai silent disease karena proses kepadatan tulang berkurang secara perlahan dan berlangsung secara progresif selama bertahun-tahun tanpa kita sadari dan tanpa disertai adanya gejala.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Gejala-gejala baru timbul pada tahap Osteoporosis lanjut, seperti:&lt;br /&gt;•Patah tulang&lt;br /&gt;•Punggung yang semakin membungkuk&lt;br /&gt;•Hilangnya tinggi badan&lt;br /&gt;•Nyeri punggung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Diagnosa Osteoporosis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;• Mengamati dan mengenali sendiri gejala yang timbul&lt;br /&gt;• Konsultasi ke dokter untuk memperoleh penjelasan dan pemeriksaan fisik&lt;br /&gt;• Pemeriksaan Rontgen Tulang&lt;br /&gt;• Pemeriksaan Pembantu lain untuk menilai kepadatan tulang :&lt;br /&gt;1.Densitometer Lunar&lt;br /&gt;2.Densitometer USG&lt;br /&gt;3.Pemeriksaan Laboratorium dengan penanda biokimia CTx (C-Telopeptide)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Pencegahan Osteoporosis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;• &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Asupan Kalsium yang cukup&lt;/span&gt;. Minumlah 2 gelas susu dan tambahan vitamin D setiap hari. Konsumsi kalsium setiap hari. Dosis harian yang dianjurkan untuk usia produktif adalah 1000 mg kalsium per hari, sedangkan untuk usia lansia dianjurkan 1200 mg per hari.&lt;br /&gt;• &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;Paparan sinar UV B matahari (pagi dan sore)&lt;/span&gt;. Berjemurlah di bawah sinar matahari selama 30 menit pada pagi hari sebelum jam 09.00 dan sore hari sesudah jam 16.00.&lt;br /&gt;• &lt;span style="color: rgb(204, 102, 204); font-weight: bold;"&gt;Melakukan olah raga dengan beban&lt;/span&gt;. Selain olahraga menggunakan alat beban, berat badan sendiri juga dapat berfungsi sebagai beban yang dapat meningkatkan kepadatan tulang. Olah raga beban misalnya berjalan dan menaiki tangga tetapi berenang tidak meningkatkan kepadatan tulang.&lt;br /&gt;• &lt;span style="color: rgb(204, 102, 204); font-weight: bold;"&gt;Gaya hidup sehat&lt;/span&gt;. Tidak ada kata terlambat untuk melakukan gaya hidup sehat. Menghindari rokok dan alkohol memberikan efek yang signifikan dalam menurunkan risiko osteoporosis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;dr. Ruri Diah Pamela&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;___________________&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;CTx merupakan hasil penguraian kolagen tulang yang dilepaskan ke dalam sirkulasi darah sehingga spesifik dalam menilai kecepatan proses pengeroposan tulang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7986551309822759752-2641034288045729705?l=www.ruripamela.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ruripamela.com/feeds/2641034288045729705/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7986551309822759752&amp;postID=2641034288045729705' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7986551309822759752/posts/default/2641034288045729705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7986551309822759752/posts/default/2641034288045729705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ruripamela.com/2008/04/health-info-osteoporosis.html' title='Health Info : OSTEOPOROSIS'/><author><name>dr.Ruri Pamela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13106316498172987022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/R_tBR434YYI/AAAAAAAAABA/lzQQmvZOl00/S220/P8166114.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/R_tyL434YgI/AAAAAAAAACA/7cvu5FYHr9M/s72-c/71192-17.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7986551309822759752.post-4114043531809299022</id><published>2008-04-08T19:56:00.000+07:00</published><updated>2008-05-31T20:01:07.379+07:00</updated><title type='text'>Health Info : MENOPAUSE</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/R_ttPY34YeI/AAAAAAAAABw/4lQVUu0h2U8/s1600-h/42-16691592.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/R_ttPY34YeI/AAAAAAAAABw/4lQVUu0h2U8/s200/42-16691592.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5186859506989556194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Broadway;font-size:16;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Broadway;font-size:16;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Broadway;font-size:16;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sebenernya sih ini ditulis untuk brosur di klinik..tapi ga pa2 deh saya share juga disini, mudah2an berguna untuk yang membacanya :)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Apakah Menopause itu ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menopause adalah berhentinya siklus menstruasi pada perempuan secara permanent yang sifatnya fisiologis (normal).&lt;br /&gt;Menopause umumnya terjadi pada usia paling awal 35 tahun atau paling lambat pada usia 55 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Apakah Penyebab Menopause ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menurunnya fungsi ovarium (indung telur) akibat proses penuaan yang menyebabkan berkurangnya kadar hormon wanita, estrogen dan progesteron.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Tanda dan Gejala Awal Menopause&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;•Rasa panas di daerah leher muka dan dada&lt;br /&gt;•Keringat pada malam hari&lt;br /&gt;•Rasa sakit dan nyeri di beberapa bagian tubuh&lt;br /&gt;•Kekeringan didaerah vagina&lt;br /&gt;•Masalah kandung kemih&lt;br /&gt;•Hubungan seksual yang menimbulkan rasa nyeri&lt;br /&gt;•Kulit kering&lt;br /&gt;•Gangguan tidur&lt;br /&gt;•Emosi yang mudah berubah-rubah&lt;br /&gt;•Perdarahan menstruasi yang tidak teratur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Bagaimana Memastikan Saya Mengalami Menopause ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;• Mengamati dan mengenali sendiri tanda dan gejala yang timbul.&lt;br /&gt;• Konsultasi ke dokter untuk mendapatkan penjelasan dan pemeriksaan fisik.&lt;br /&gt;• Pemeriksaan Laboratorium kadar hormon Estrogen &amp;amp; Progesteron dalam darah untuk memastikan diagnosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Bagaimana Mengatasi Menopause ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menopause adalah suatu proses normal dan bukan penyakit. Kebanyakan wanita tidak membutuhkan pengobatan. Jika gejala-gejala menghebat, dokter dapat memberikan TERAPI PENGGANTI HORMON. Karena perawatan hormon mempunyai beberapa resiko, pahami efek terapi pengganti hormon sebelum anda memutuskan menerima perawatan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;dr. Ruri Diah Pamela &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7986551309822759752-4114043531809299022?l=www.ruripamela.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ruripamela.com/feeds/4114043531809299022/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7986551309822759752&amp;postID=4114043531809299022' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7986551309822759752/posts/default/4114043531809299022'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7986551309822759752/posts/default/4114043531809299022'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ruripamela.com/2008/04/health-info-menopause.html' title='Health Info : MENOPAUSE'/><author><name>dr.Ruri Pamela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13106316498172987022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/R_tBR434YYI/AAAAAAAAABA/lzQQmvZOl00/S220/P8166114.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/R_ttPY34YeI/AAAAAAAAABw/4lQVUu0h2U8/s72-c/42-16691592.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7986551309822759752.post-8611554723220237941</id><published>2008-04-08T19:50:00.001+07:00</published><updated>2008-05-31T21:10:45.538+07:00</updated><title type='text'>Gizi Buruk : PR yang tidak pernah selesai</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/R_tqro34YcI/AAAAAAAAABg/1vjOvWke-GA/s1600-h/marasmus1.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/R_tqro34YcI/AAAAAAAAABg/1vjOvWke-GA/s320/marasmus1.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5186856693785977282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Saya teringat dengan salah satu pasien kecil saya yang berumur 1 tahun. Dia terbaring lemas di bangsal perawatan anak kelas 3. Ayahnya bekerja sebagai kuli bangunan dan ibunya sesekali membantu bekerja sebagai tukang cuci. Tertera di papan kecil putih di depan tempat tidurnya : An.N, 1 th ; Diagnosa : TB + Marasmic-Kwashiorkor. Dengan kata lain, anak malang ini menderita penyakit Tuberkulosis disertai Gizi Buruk kategori Kekurangan kalori dan protein (Marasmus Kwashiorkor).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Si kecil ini bukan satu-satunya pasien dengan gizi buruk, ada sekitar 8 anak dengan diagnosa serupa yang disertai penyakit infeksi lain. Kondisi ini sungguh sangat menyedihkan. Ditengah-tengah modernisasi dan semakin giatnya pembangunan, kasus-kasus gizi buruk yang terus bermunculan di Indonesia, menunjukkan bahwa pembangunan tidak disertai dengan pembangunan sumber daya manusia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Akibat gizi buruk, anak-anak usia sekolah berpotensi kehilangan nilai hingga 0,7 poin saat sekolah dan memulai sekolah 7 bulan lebih tua dibandingkan dengan anak lain tanpa gizi buruk. Di masa depan, anak-anak dengan gizi buruk itu dikawatirkan bukannya menjadi sumber daya tapi malah menjadi beban karena potensi kecerdasan yang hilang akibat gizi buruk.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Menurut laporan UNICEF tahun 2006, jumlah anak balita gizi buruk di Indonesia mejadi 2,3 juta jiwa. Ini berarti naik sekitar 500.000 jiwa dibandingkan dengan data tahun 2005 sejumlah 1,8 juta jiwa. Bayangkan !&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Fenomena gizi buruk ini adalah akumulasi dari berbagai faktor yaitu kemiskinan, kondisi lingkungan, buruknya pelayanan kesehatan dan kurangnya pemahaman tentang gizi yang baik. Namun diantaran semuanya, penyebab paling krusial adalah kemiskinan. Tidak mungkin masalah gizi buruk ini dapat diatasi apabila tidak ada upaya peningkatan kondisi perekonomian dalam tingkat rumah tangga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Apabila tidak ada penanganan yang lebih serius dan progresif dari pemerintah dan anak-anak tetap bergizi buruk, bisa jadi hal ini merupakan bentuk pengabaian dan pelanggaran hak asasi manusia. Karena negara berkewajiban memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya. Selamat memperingati Hari Pangan Sedunia (16 Oktober).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153); font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;dr.Ruri Diah Pamela&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7986551309822759752-8611554723220237941?l=www.ruripamela.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ruripamela.com/feeds/8611554723220237941/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7986551309822759752&amp;postID=8611554723220237941' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7986551309822759752/posts/default/8611554723220237941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7986551309822759752/posts/default/8611554723220237941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ruripamela.com/2008/04/gizi-buruk-pr-yang-tidak-pernah-selesai.html' title='Gizi Buruk : PR yang tidak pernah selesai'/><author><name>dr.Ruri Pamela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13106316498172987022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/R_tBR434YYI/AAAAAAAAABA/lzQQmvZOl00/S220/P8166114.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/R_tqro34YcI/AAAAAAAAABg/1vjOvWke-GA/s72-c/marasmus1.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7986551309822759752.post-1231145603389037999</id><published>2008-04-08T19:44:00.000+07:00</published><updated>2008-04-08T19:48:43.853+07:00</updated><title type='text'>Medical Check Up : Sehat Sebagai Prioritas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/R_tpjI34YbI/AAAAAAAAABY/Eg17XcK9JyI/s1600-h/42-18120599.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 277px; height: 285px;" src="http://bp1.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/R_tpjI34YbI/AAAAAAAAABY/Eg17XcK9JyI/s320/42-18120599.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5186855448245461426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span class="Quotes"&gt;“&lt;/span&gt;          Health is not valued till sickness comes. &lt;span class="Quotes"&gt;”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                                                                                        &lt;table style="font-style: italic; font-weight: bold;" border="0" cellpadding="1" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;strong&gt;                                                                                                                   ~Thomas Fuller&lt;/strong&gt; &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);font-family:comic sans ms;" &gt;Sudah menjadi suatu kebiasaan di negara kita, bahwa umumnya orang2 tidak akan pergi ke dokter atau public health service apabila tidak merasakan keluhan apa-apa pada kesehatannya. Bisa dibilang hal ini memang sudah menjadi budaya di masyarakat kita. Berbeda sekali dengan di negara maju dimana masyarakatnya dudah menjadikan hal ini sebagai gaya hidup, mereka tidak ragu mengalokasikan sekian persen dari pendapatannya secara khusus untuk pemeriksaan kesehatan rutin dan hal tersebut dilakukan secara teratur walaupun tidak ada keluhan kesehatan yang berarti.Apa yang membedakan? &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);font-family:comic sans ms;" &gt; Penyebabnya adalah kesadaran akan pentingnya nilai kesehatan itu yang belum ada di masyarakat kita dan belum menjadi prioritas. Umumnya orang baru merasa membutuhkan dokter apabila sudah ada keluhan dan merasa dirinya sakit. Belum lagi alasan ekonomi yang selalu menjadi juara. Kenapa harus menghamburkan uang untuk periksa kesehatan padahal tidak sakit? Lebih baik uangnya untuk membeli ini itu dan sebagainya. Padahal tanpa kesehatan, segalanya menjadi tidak berarti apa-apa karena kita menjadi tidak dapat melakukan apa-apa. &lt;/span&gt;   &lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);font-family:comic sans ms;" &gt;Mengapa penting melakukan medical check up?&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);font-family:comic sans ms;" &gt;Semakin bertambah umur kita, fungsi organ-organ tubuh kita juga semakin menurun hal ini karena kondisi sel-sel tubuh kita semakin menua. Kondisi kesehatan masing-masing orang berbeda karena daya tahan tubuh setiap orang dan gaya hidup masing-masing tidak sama. &lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:comic sans ms;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;Bagaimana kita bisa mengetahui apakah kondisi tubuhnya kita fit atau tidak untuk tetap dapat menjalankan kehidupan ? Tentu  kita tidak bisa mengukurnya hanya dari diri kita sendiri yang merasa tidak ada keluhan dan merasa tidak ada bagian dari tubuh kita yang terasa sakit. Karena banyak penyakit yang tidak menampakkan gejala apapun pada awalnya dan ternyata saat terdeteksi sudah terlambat dan menjadi sulit disembuhkan. Inilah pentingnya kita melakukan medical check up secara rutin, karena banyak penyakit serius yang apabila terdeteksi secara dini, ternyata pengobatannya menjadi sangat mudah dan tentu jauh lebih murah dibandingkan apabila kita mengetahuinya saat penyakit sudah pada tingkat lanjut. Kalau memang kita memiliki dana untuk itu, kenapa tidak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat kesehatan adalah aset yang paling berharga. Kesehatan dapat menjadi sesuatu yang sangat mahal harganya saat kita jatuh sakit dan kita menyadari sudah tidak dapat lagi meraihnya. Saat itu kita sudah tidak dapat lagi melakukan apa-apa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;dr.Ruri Diah Pamela&lt;img src="http://www.spysurfing.com/index.php?q=aHR0cDovL2ltYWdlcy5tdWx0aXBseS5jb20vY29tbW9uL3NtaWxlcy9yb3NlLnBuZw%3D%3D" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7986551309822759752-1231145603389037999?l=www.ruripamela.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ruripamela.com/feeds/1231145603389037999/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7986551309822759752&amp;postID=1231145603389037999' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7986551309822759752/posts/default/1231145603389037999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7986551309822759752/posts/default/1231145603389037999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ruripamela.com/2008/04/medical-check-up-sehat-sebagai.html' title='Medical Check Up : Sehat Sebagai Prioritas'/><author><name>dr.Ruri Pamela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13106316498172987022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/R_tBR434YYI/AAAAAAAAABA/lzQQmvZOl00/S220/P8166114.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/R_tpjI34YbI/AAAAAAAAABY/Eg17XcK9JyI/s72-c/42-18120599.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7986551309822759752.post-6543169423813107227</id><published>2008-04-08T19:28:00.001+07:00</published><updated>2008-04-08T19:32:53.244+07:00</updated><title type='text'>Harta Karun Untuk Semua ~by Dewi Lestari</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/R_tlP434YaI/AAAAAAAAABQ/q4sSgpEyVoU/s1600-h/opener.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 248px; height: 261px;" src="http://bp0.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/R_tlP434YaI/AAAAAAAAABQ/q4sSgpEyVoU/s320/opener.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5186850719486468514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 102, 0); font-weight: bold;"&gt;Sharing sebuah tulisan menarik dari salah satu penulis favorit saya...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204); font-weight: bold; text-decoration: underline;"&gt;Harta Karun untuk Semua  (Dewi Lestari)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;   &lt;p style="color: rgb(204, 51, 204); font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;Hari ini kiriman buku yang saya pesan dari Amazon.com datang. Ada satu buku&lt;br /&gt;yang langsung saya sambar dan baca seketika. Judulnya: "Stuff - The&lt;br /&gt;Secret Lives of Everyday Things". Buku itu tipis, hanya 86 halaman, tapi&lt;br /&gt;informasi di dalamnya bercerita tentang perjalanan ribuan mil dari mana&lt;br /&gt;barang-barang kita berasal dan ke mana barang-barang kita berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimulai sejak SD, saat saya pertama kali tahu bahwa plastik memakan waktu&lt;br /&gt;ratusan tahun untuk musnah, saya sering merenung: orang gila mana yang&lt;br /&gt;mencipta sesuatu yang tak musnah ratusan tahun tapi masa penggunaannya&lt;br /&gt;hanya dalam skala jam-bahkan detik? Bungkus permen yang hanya bertahan&lt;br /&gt;sepuluh detik di tangan, lalu masuk tong sampah, ditimbun di tanah dan baru&lt;br /&gt;hancur setelah si pemakan permen menjadi fosil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukar membayangkan apa jadinya hidup ini tanpa plastik, tanpa cat, tanpa&lt;br /&gt;deterjen, tanpa karet, tanpa mesin, tanpa bensin, tanpa fashion. Dan&lt;br /&gt;sebagai konsumen dalam sistem perdagangan modern, sejak kita lahir rantai&lt;br /&gt;pengetahuan tentang awal dan akhir dari segala sesuatu yang kita konsumsi&lt;br /&gt;telah diputus. Kita tidak tahu dan tidak dilatih untuk mau tahu ke mana&lt;br /&gt;kemasan styrofoam yang membungkus nasi rames kita pergi, berapa banyak&lt;br /&gt;pohon yang ditebang untuk koran yang kita baca setengah jam saja, beban&lt;br /&gt;polutan yang diemban baju-baju semusim yang kita beli membabi-buta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk aktivitas harian yang kita lewatkan tanpa berpikir, yang terasa&lt;br /&gt;wajar-wajar saja, pernahkah kita berhitung bahwa untuk hidup 24 jam kita&lt;br /&gt;bisa menghabiskan sumber daya Bumi ini berkali-kali lipat berat tubuh kita&lt;br /&gt;sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menyiram 200 cc air kencing, kita memakai 3 liter air. Untuk mencuci&lt;br /&gt;secangkir kopi, kita butuh air sebaskom. Untuk memproduksi satu lapis&lt;br /&gt;daging burger yang mengenyangkan perut setengah hari dibutuhkan sekitar&lt;br /&gt;2,400 liter air. Produksi satu set PC seberat 24 kg yang parkir di atas&lt;br /&gt;meja kerja kita menghasilkan 62 kg limbah, memakai 27,594 liter air, dan&lt;br /&gt;mengonsumsi listrik 2,300 kwh. Bagaimana dengan chip kecil yang bekerja di&lt;br /&gt;dalamnya? Limbah yang dihasilkan untuk memproduksinya 4,500 kali lipat&lt;br /&gt;lebih berat daripada berat chip itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui mata rantai tersembunyi ini bisa menimbulkan berbagai reaksi.&lt;br /&gt;Kita bisa frustrasi karena terjepit dalam ketergantungan gaya hidup yang&lt;br /&gt;tak bisa dikompromi, kita bisa juga semakin apatis karena tidak mau pusing.&lt;br /&gt;Yang jelas, sesungguhnya ini adalah pengetahuan yang sudah saatnya dibuka.&lt;br /&gt;Pelajaran Ilmu Alam, selain belajar penampang daun dan membedah jantung&lt;br /&gt;katak, dapat dibuat lebih empiris dengan mempelajari hulu dan hilir dari&lt;br /&gt;benda-benda yang kita konsumsi, sehingga tanggung jawab akan alam ini telah&lt;br /&gt;disosialisasikan sejak kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah kita merenung, saat kita memasuki gedung FO empat lantai, Pasar&lt;br /&gt;Baru, atau berjalan-jalan ke Gasibu pada hari Minggu di mana ada lautan&lt;br /&gt;PKL: tidakkah semua baju dan barang-barang itu mampu memenuhi kecukupan&lt;br /&gt;penduduk satu kota? Tapi kenapa barang-barang ini tidak ada habisnya&lt;br /&gt;diproduksi? Setiap hari selalu ada jubelan pakaian baru yang menggelontori&lt;br /&gt;pasar. Pernahkah kita merenung, saat kita memasuki hypermarket dan melihat&lt;br /&gt;ratusan macam biskuit, ratusan varian mie instan, dan ratusan merk sabun:&lt;br /&gt;haruskah kita memiliki pilihan sebanyak itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah kita merenung, apa yang kita inginkan sesungguhnya jauh melebihi&lt;br /&gt;apa yang kita butuhkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas nama kecukupan, satu manusia bisa hidup dengan lima pasang baju dalam&lt;br /&gt;setahun, bahkan lebih. Atas nama fashion, jumlah itu menjadi tidak&lt;br /&gt;berbatas. Atas nama kebutuhan, satu manusia bisa hidup dengan beberapa&lt;br /&gt;pilihan panganan dalam sehari. Atas nama selera dan nafsu, seisi Bumi tidak&lt;br /&gt;akan sanggup memenuhi keinginan satu manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan ini memang bisa dilihat dari berbagai kaca mata. Seorang&lt;br /&gt;ekonom mungkin akan menyalahkan sistem kapitalisme dan globalisasi. Seorang&lt;br /&gt;sosialis akan mengatakan ini masalah distribusi dan pemerataan. Tapi jika&lt;br /&gt;kita runut, satu demi satu, bahwa Bumi adalah kumpulan negara, negara&lt;br /&gt;adalah kumpulan kelompok, dan kelompok adalah kumpulan individu,&lt;br /&gt;permasalahan ini akan kembali ke pangkuan kita. Dan kesadaran serta&lt;br /&gt;kemauan kitalah yang pada akhirnya akan memungkinkan sebuah perubahan&lt;br /&gt;sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum pernah dalam sejarah kemanusiaan keputusan harian kita menjadi sangat&lt;br /&gt;menentukan. Tidak perlu menunggu Amerika menyepakati protocol Kyoto, tidak&lt;br /&gt;perlu juga menunggu penjarah hutan tertangkap, setiap langkah kita-memilih&lt;br /&gt;merk, kuantitas, tempat, gaya hidup-adalah pilihan politis dan ekologis&lt;br /&gt;yang menentukan masa depan seisi Bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belum bisa mengorbankan komputer karena itulah instrumen saya bekerja,&lt;br /&gt;tapi saya bisa lebih awas dengan jam penggunaan dan mematikannya jika tidak&lt;br /&gt;perlu. Saya belum bisa mengorbankan kebutuhan akan informasi, tapi saya&lt;br /&gt;bisa memilih membaca berita lewat internet atau membaca koran di tempat&lt;br /&gt;publik ketimbang berlangganan langsung. Bagaimana dengan fashion?&lt;br /&gt;Di dunia citra ini, dengan profesi yang mengharuskan banyak tampil di muka&lt;br /&gt;publik, saya pun belum bisa mengorbankan keperluan fashion (baca: membeli&lt;br /&gt;busana lebih sering dari yang dibutuhkan), tapi saya bisa membuat komitmen&lt;br /&gt;dengan lemari pakaian, yakni baju yang saya miliki tidak boleh melebihi&lt;br /&gt;kapasitas lemari saya. Jika lebih, maka harus ada yang keluar. Dan setiap&lt;br /&gt;beberapa bulan saya dihadapkan pada kenyataan bahwa ada baju yang tidak&lt;br /&gt;saya pakai setahun lebih atau baju yang cuma sekali dipakai dan tak pernah&lt;br /&gt;lagi. Bukan cuma baju, ada juga buku, pernik rumah, alat dapur, bahkan&lt;br /&gt;sabun dan sampo yang utuh tak disentuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, dalam rumah saya ada semacam peti-peti 'harta karun', yang&lt;br /&gt;berisikan barang-barang yang harus keluar dari peredaran, karena jika&lt;br /&gt;dipertahankan hanya menjadi kelebihan tanpa lagi unsur manfaat. Harta karun&lt;br /&gt;ini lantas harus dicarikan lagi outlet untuk penyaluran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu perayaan 17 Agustus, di kompleks saya diselenggarakan bazaar.&lt;br /&gt;Para warga menyewa stand untuk berjualan. Saya ikut berpartisipasi, dan&lt;br /&gt;sayalah satu-satunya penjual barang bekas di antara penjual barang-baru&lt;br /&gt;baru. Karena bukan demi cari untung, barang-barang itu saya lepas dengan&lt;br /&gt;harga sangat murah. Yang membeli bukan cuma warga kompleks, tapi juga dari&lt;br /&gt;kampung sekitar. Hari pertama, saya sudah kehabisan dagangan. Terpaksa saya&lt;br /&gt;mengontak saudara-saudara saya yang barangkali juga punya barang bekas&lt;br /&gt;untuk disalurkan. Sama dengan saya, mereka pun punya timbunan harta karun&lt;br /&gt;yang entah harus diapakan. Stand saya menjadi salah satu stand paling laris&lt;br /&gt;selama bazaar berlangsung. Dan kakak saya terkaget-kaget dengan penghasilan&lt;br /&gt;yang ia dapat dari tumpukan barang yang sudah dianggap sampah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berjualan di bazaar tentu bukan satu-satunya jalan, ada aneka cara kreatif&lt;br /&gt;lain untuk memanfaatkan harta karun kita, termasuk juga disumbangkan ..&lt;br /&gt;Namun yang lebih sukar adalah memulai membuat komitmen-komitmen pembatasan&lt;br /&gt;diri. Berkomitmen dengan rak buku, dengan lemari pakaian, dengan rak kamar&lt;br /&gt;mandi, dengan laci dapur, dan pada intinya... dengan diri sendiri. Siapkah&lt;br /&gt;kita menentukan batasan dan berjalan dalam koridor itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, yang lebih susah lagi, adalah pengendalian diri dari awal bersua aneka&lt;br /&gt;pilihan yang membombardir kita setiap hari, lalu sadar dan mawas akan&lt;br /&gt;rantai sebab-akibat yang menyertai pilihan kita. Membuka diri untuk info&lt;br /&gt;dan pengetahuan ekologi adalah salah satu cara pembekalan yang baik.&lt;br /&gt;Walaupun sekilas tampak merepotkan dan bikin frustrasi, tapi kantong kresek&lt;br /&gt;yang kita buang tadi pagi tidak akan hilang oleh sihir, dan hamburger yang&lt;br /&gt;kita makan tidak dipetik dari pohon. Rantai yang menyertai barang-barang&lt;br /&gt;itu tidak akan hilang hanya karena kita menolak tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang berkomentar pada saya, "Aduh, Wi. Kamu bikin hidup tambah&lt;br /&gt;susah saja." Dan mereka benar. Hidup ini tak mudah. Untuk itu kita justru&lt;br /&gt;harus belajar menghargai setiap jengkalnya. Memilih hidup yang lebih&lt;br /&gt;sederhana, hidup dengan tempo yang lebih pelan, hidup dengan pengasahan&lt;br /&gt;kesadaran, tak hanya membantu kita lebih eling dan terkendali, tapi juga&lt;br /&gt;membantu Bumi ini dan jutaan manusia yang dijadikan alas kaki oleh industri&lt;br /&gt;demi pemenuhan nafsu konsumsi kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingkaran setan? Ya. Tapi tidak berarti kita tak sanggup berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini kita adalah pembeli yang berlari. Dalam kecepatan tinggi kita&lt;br /&gt;bertransaksi, sabet sana sabet sini, tanpa tahu lagi apa yang sesungguhnya&lt;br /&gt;kita cari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhentilah sejenak. Marilah kita berjalan.&lt;/p&gt;   &lt;span style="color: rgb(204, 102, 0); font-weight: bold;"&gt;Note from me : yup....ngga perlu cari dimana2, semua ada didalam hidup kita sendiri, diri kita sendiri. Kita hanya perlu memperlambat langkah sejenak. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153); background-color: rgb(255, 204, 255);"&gt;dr. Ruri Diah Pamela &lt;/span&gt;&lt;img style="color: rgb(153, 51, 153); background-color: rgb(255, 204, 255);" src="http://www.spysurfing.com/index.php?q=aHR0cDovL2ltYWdlcy5tdWx0aXBseS5jb20vY29tbW9uL3NtaWxlcy9yb3NlLnBuZw%3D%3D" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7986551309822759752-6543169423813107227?l=www.ruripamela.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ruripamela.com/feeds/6543169423813107227/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7986551309822759752&amp;postID=6543169423813107227' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7986551309822759752/posts/default/6543169423813107227'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7986551309822759752/posts/default/6543169423813107227'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ruripamela.com/2008/04/harta-karun-untuk-semua-by-dewi-lestari.html' title='Harta Karun Untuk Semua ~by Dewi Lestari'/><author><name>dr.Ruri Pamela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13106316498172987022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/R_tBR434YYI/AAAAAAAAABA/lzQQmvZOl00/S220/P8166114.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/R_tlP434YaI/AAAAAAAAABQ/q4sSgpEyVoU/s72-c/opener.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7986551309822759752.post-8330962870773455335</id><published>2008-04-08T16:34:00.000+07:00</published><updated>2008-04-08T19:28:08.772+07:00</updated><title type='text'>Penyu yang Menangis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/R_tkso34YZI/AAAAAAAAABI/tQC9EgJCQI0/s1600-h/DSC00161_89.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/R_tkso34YZI/AAAAAAAAABI/tQC9EgJCQI0/s320/DSC00161_89.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5186850113896079762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Ini bukan judul cerita dongeng lho..hehehe..tapi memang hal yang bisa terjadi pada seekor penyu kalau dia berada dalam suasana yang mengancam keselamatan dirinya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Kebetulan beberapa hari yang lalu aku dapat kesempatan gratis untuk melihat2 tempat penakaran penyu di Tanjung Benoa, Bali.  Nah di sana pekerja di tempat itu menjelaskan bahwa seekor penyu akan mengeluarkan air mata (seperti menangis) apabila dia berada pada situasi seperti tangan kakinya diikat untuk dibunuh...(huhuhu.. aku sebagai pencinta hewan merasa ter iris membayangkannya), seolah2 dia tau kalau hidupnya akan berakhir (hiks &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Udah lama kan daging penyu dikonsumsi orang2 dengan harga mahal, juga  dulu penyu dipakai sebagai korban untuk upacara adat (untunglah sekarang sudah tidak mengorbankan penyu lagi). &lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: underline; font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Bayangin aja kalo hal2 kaya ini dibiarin, mungkin lama2 penyu udah ga bisa kita lihat lagi..dan yang terpenting adalah...they have life too..just like us !!!&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 0);"&gt; Mereka tuh lucu banget..just like a baby with their tiny hands. Udah gitu mereka ga bisa ngebedain bulu kaki sama rumput laut...jadi hati2 aja digigit penyu kalo berenang di laut karena bisa dikira makanan mereka hehehe.. O ya mereka juga bisa hidup sampai 100 tahun loh..hebat ya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Hmm..kalo ngomongin soal hewan, hari ini aku baca di salah satu surat kabar...bahwa ternyata ditemukan perubahan perilaku primata (monyet, orang hutan, tarsius, dll).Hal ini dikarenakan  pola pangan mereka juga berubah. &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Mereka yang biasanya mudah memperoleh buah2an untuk makanan  mereka, sekarang udah sulit (tanya kenapa?)&lt;/span&gt; dan akhirnya mereka hanya bisa makan daun2 dan tumbuh2an.Yang ditakutkan adalah para primata itu jadi kekurangan gizi yang akibatnya mempengaruhi sistem reproduksi mereka, dan akhirnya mereka sulit memiliki anak dan tentu saja akhir dari semuanya adalah..&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;punahnya spesies ini&lt;/span&gt;. Mengerikan banget ya! Dan siapa yang harus disalahkan akan hal ini? Yang harus kita tanya adalah apa yang bikin sumber makanan para primata itu sulit dicari..yah lagi2 semuanya berasal dari ulah manusia sendiri. Kapan yah kita semua menyadari kalau engga ada lagi yang bertanggung jawab untuk merawat bumi kita selain kita sendiri ? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0); background-color: rgb(204, 255, 255);"&gt;dr.Ruri Diah Pamela &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;img style="color: rgb(0, 102, 0); background-color: rgb(204, 255, 255);" src="http://www.spysurfing.com/index.php?q=aHR0cDovL2ltYWdlcy5tdWx0aXBseS5jb20vY29tbW9uL3NtaWxlcy9yb3NlLnBuZw%3D%3D" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7986551309822759752-8330962870773455335?l=www.ruripamela.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ruripamela.com/feeds/8330962870773455335/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7986551309822759752&amp;postID=8330962870773455335' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7986551309822759752/posts/default/8330962870773455335'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7986551309822759752/posts/default/8330962870773455335'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ruripamela.com/2008/04/penyu-yang-menangis.html' title='Penyu yang Menangis'/><author><name>dr.Ruri Pamela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13106316498172987022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/R_tBR434YYI/AAAAAAAAABA/lzQQmvZOl00/S220/P8166114.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/R_tkso34YZI/AAAAAAAAABI/tQC9EgJCQI0/s72-c/DSC00161_89.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7986551309822759752.post-3410318793313131759</id><published>2008-04-08T16:14:00.000+07:00</published><updated>2008-04-08T16:21:49.071+07:00</updated><title type='text'>Penyakit Pembunuh Anak2 Terbesar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/R_s47Y34YWI/AAAAAAAAAAw/3mN4aUqen8Y/s1600-h/indo-kids.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/R_s47Y34YWI/AAAAAAAAAAw/3mN4aUqen8Y/s320/indo-kids.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5186801988787528034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Bukan maksudnya mau nakutin..tapi ternyata penyebabnya adalah...langkanya ketersediaan air bersih !!..Penyebab yang sebenarnya adalah masalah yang jelas2 dapat diatasi apabila ada sedikit kesadaran (dan pengetahuan ?) untuk mengelola air dengan lebih bijak. &lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;    Kelangkaan air bersih ini telah menimbulkan wabah penyakit diare yang melanda Indonesia selama bertahun-tahun dan &lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: underline; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;belum juga dapat diatasi,&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt; dan sebagian besar korbannya adalah anak-anak dibawah usia 5 tahun. &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Padahal sebenarnya penanganan diare sangat mudah,..diare jadi mematikan karena terlambat ditangani dan akhirnya menjadi dehidrasi :( &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;     &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Bisa dibayangkan 4 juta anak2 di negara berkembang meninggal setiap tahunnya akibat water borne disesase seperti diare (sumber : WHO). Di Indonesia sendiri 100.000 anak2 usia kurang dari 5 tahun meninggal dunia hanya karena tidak memiliki akses air bersih ! :(&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Ironisnya..di Indonesia yang potensi sumber daya airnya hampir dua kali lebih tinggi dari rata2 pasokan dunia justru realitanya..banyak penduduknya yang masih tidak bisa mendapatkan akses air bersih. Padahal &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;akses kepada air bersih merupakan salah satu hak asasi manusia&lt;/span&gt; (menurut deklarasi PBB 2002 dimana Indonesia adalah salah satu negara yang ikut menandatangani !!!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dr. Ruri Diah Pamela&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7986551309822759752-3410318793313131759?l=www.ruripamela.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ruripamela.com/feeds/3410318793313131759/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7986551309822759752&amp;postID=3410318793313131759' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7986551309822759752/posts/default/3410318793313131759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7986551309822759752/posts/default/3410318793313131759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ruripamela.com/2008/04/penyakit-pembunuh-anak2-terbesar.html' title='Penyakit Pembunuh Anak2 Terbesar'/><author><name>dr.Ruri Pamela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13106316498172987022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/R_tBR434YYI/AAAAAAAAABA/lzQQmvZOl00/S220/P8166114.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/R_s47Y34YWI/AAAAAAAAAAw/3mN4aUqen8Y/s72-c/indo-kids.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7986551309822759752.post-7578123114716673463</id><published>2008-04-08T16:03:00.000+07:00</published><updated>2008-04-08T19:04:42.939+07:00</updated><title type='text'>Anti Aging Medicine : Elements to Stop the Clock?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/R_s1oI34YSI/AAAAAAAAAAU/wyTuUmJOFtc/s1600-h/42-16805597.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 219px; height: 292px;" src="http://bp1.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/R_s1oI34YSI/AAAAAAAAAAU/wyTuUmJOFtc/s320/42-16805597.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5186798359540162850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;i style="font-weight: bold;"&gt;No one can avoid aging, but aging productively is something else”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.5in; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;~ Katherine Graham.&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204); font-weight: bold;"&gt;Sejak zaman dahulu, manusia selalu mencari upaya untuk menyembuhkan penyakit dan memperpanjang kehidupan. Manusia terus memanfaatkan dan mengeksplorasi metode2 dari alam yang dapat digunakan untuk memperpanjang usia kehidupan mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(204, 51, 204); font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Konsep anti aging sendiri sudah dijabarkan sejak masa adam dan hawa dimana dipercaya adanya sungai keabadian(river of immortality) yang mengalir di Taman &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Eden&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;. &lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(204, 51, 204); font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Peraih hadiah nobel kedokteran, Elie Mtchnikoff mengatakan bahwa proses penuaan terjadi akibat adanya pelepasan toksin2 di usus dan hal ini dapat dinetralisir dengan mengkonsumsi youghurt. &lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(204, 51, 204); font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Konsep anti aging yang lebih modern saat ini lebih bertujuan untuk memperoleh kualitas hidup yang optimal dengan memperpanjang usia harapan hidup. Ilmu ini terutama dimanfaatkan untuk mencegah, mendeteksi, memberikan terapi sampai memperlambat kelainan/ penyakit yang berhubungan dengan proses penuaan, seperti yang dijelaskan oleh Dr. Robert Goldman, penemu istilah Anti Aging Medicine. &lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(204, 51, 204); font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Istilah ‘anti aging’ sendiri tidak hanya terbatas pada usaha2 untuk ‘bagaimana pada usia 50 tahun tetap terlihat seperti usia 25 tahun’. Jadi tidak hanya dari segi estetika saja tapi begitu luas dan menyeluruh yang mencakup nutrisi, preventive screening, olahraga, terapi sulih hormon, bahkan juga spiritual. &lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(204, 51, 204); font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dr. Ronald Klatz yang melakukan riset dengan Human Growth Hormone (HGH) adalah salah satu perintis terapi anti aging. Dengan riset menggunakan HGH dimana didalamnya terdapat bahan2 Arginine, Ornithine, Lysine dan Glutamine, Dr. Ronald Klatz percaya bahwa zaman ‘tanpa usia’ akan dimulai.&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(204, 51, 204); font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Lalu apakah terapi anti aging itu sendiri membutuhkan biaya yang mahal? Ternyata sama sekali tidak, bahkan aplikasinya mudah sekali diterapkan dalam kehidupan sehari-hari., yang tentu saja harus dibarengi dengan komitmen dan keinginan untuk hidup sehat sehingga dapat terhindar dari berbagai penyakit terutama penyakit2 degeneratif (yang timbul akibat proses penuaan). Apa saja yang dapat kita lakukan? Sesuai pesan Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila, Sp. And, FAACS dalam simposium mengenai Anti Aging Medicine di Jakarta pertengahan April lalu : &lt;/p&gt;  &lt;ol style="color: rgb(204, 51, 204); font-weight: bold;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Menjaga kesehatan tubuh dan      jiwa dengan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;gaya&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;      hidup sehat &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Kehidupan berkeluarga harus      berlangsung harmonis &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Jangan merasa sudah tua dan      tidak berdaya &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Lakukan pekerjaan sebagai      sebuah kesenangan &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Hiduplah dalam lingkungan      sosial yang sesuai dengan hati nurani &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Upayakan selalu berpikir      positif dan optimis &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Jangan merasa sehat dan      normal hanya karena tidak merasakan keluhan yang serius &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Lakukan pemeriksaan kesehatan      secara berkala yang diperlukan dan sesuai dengan kondisi masing-masing &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Jangan gunakan obat atau      ramuan yang tidak punya dasar ilmiah yang jelas dan tanpa petunjuk tenaga      ahli &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Gunakan obat dan suplemen      yang diperlukan sesuai petunjuk ahli. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p style="color: rgb(204, 51, 204); font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(204, 51, 204); font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="background-color: rgb(255, 204, 255); font-weight: bold;"&gt;~ dr.Ruri Diah Pamela&lt;/span&gt; &lt;img src="http://www.spysurfing.com/index.php?q=aHR0cDovL2ltYWdlcy5tdWx0aXBseS5jb20vY29tbW9uL3NtaWxlcy9yb3NlLnBuZw%3D%3D" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7986551309822759752-7578123114716673463?l=www.ruripamela.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ruripamela.com/feeds/7578123114716673463/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7986551309822759752&amp;postID=7578123114716673463' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7986551309822759752/posts/default/7578123114716673463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7986551309822759752/posts/default/7578123114716673463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ruripamela.com/2008/04/anti-aging-medicine-elements-to-stop.html' title='Anti Aging Medicine : Elements to Stop the Clock?'/><author><name>dr.Ruri Pamela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13106316498172987022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/R_tBR434YYI/AAAAAAAAABA/lzQQmvZOl00/S220/P8166114.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/R_s1oI34YSI/AAAAAAAAAAU/wyTuUmJOFtc/s72-c/42-16805597.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7986551309822759752.post-2447058338387974475</id><published>2008-04-08T15:41:00.000+07:00</published><updated>2008-04-08T16:03:07.260+07:00</updated><title type='text'>Pelajaran untuk Perempuan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/R_s0jo34YRI/AAAAAAAAAAM/SS5_ZIN6XBs/s1600-h/57416909.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/R_s0jo34YRI/AAAAAAAAAAM/SS5_ZIN6XBs/s320/57416909.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5186797182719123730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:comic sans ms;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204); background-color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Nemu artikel bagus dari erabaru.or.id,...jadi pengen sharing&lt;br /&gt;Ladies..this one is worth to read ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="color: rgb(204, 102, 204); font-family: georgia; font-weight: bold;" class="content"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;(Erabaru.or.id) - Cai Yong dikenal juga sebagai Cai Bojie. Ia terkenal sebagai sastrawan besar dari Wilayah Qi, Provinsi Henan pada masa Dinasti Han Timur (202 Sebelum Masehi – 220 Setelah Masehi). Cai Yong dikenal menjunjung tinggi moral dan menegakkan keadilan. Ia suka membaca, matematika, astronomi dan bermain musik. Untuk mendidik putrinya Cai Wenji, ia menulis sebuah esei berjudul “Pelajaran untuk Perempuan”. Ia tidak keberatan bila putrinya berdandan bagus dan bersolek. Pada kenyataannya, ia percaya perempuan seharusnya berdandan tipis agar mereka tampil lebih pantas, dan perempuan harus menjaga rambutnya bersih serta mengkilap. Dilain pihak, ia menekankan adalah lebih penting bagi seorang perempuan untuk mengolah kecantikan dalamnya daripada memperelok kecantikan luarnya. Ia percaya bahwa kecantikan yang sesungguhnya datang dari dalam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;span style="font-weight: bold;font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia; font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(204, 102, 204);"&gt;Dalam karangannya “Pelajaran untuk Perempuan”,                Cai Yong menulis, &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;“Seperti kepala dan wajah, hati juga membutuhkan perawatan. Kotoran akan muncul bila kamu lalai mencuci wajahmu dalam sehari. Ide jahat akan memasuki hatimu jika lalai melatih kebaikan dalam sehari. Setiap orang tahu bagaimana mempercantik wajah, tetapi tidak setiap orang tahu mengembangkan kebaikan. Bila kamu tidak merawat wajahmu, mungkin orang bodoh akan memanggilmu ceroboh. Bila kamu tidak melatih moralmu, orang berakhlak akan memanggilmu jahat. Adalah masih dapat diterima dipanggil ceroboh oleh orang bodoh, tetapi tidak ada tempat bagimu di dunia, jika seorang bermoral memanggilmu jahat. Karena itu, jika kamu melihat dirimu di kaca, pikirkan apakah hatimu bersih. Kalau memakai parfum, pikirkan apakah hatimu tenang dan damai. Kalau bersolek, pikirkan apakah pikiranmu bersih. Kalau melembabkan rambutmu, pikirkan apakah pikiranmu tentram. Bila menyisir rambutmu, pikirkan apakah pikiranmu rasional dan masuk akal. Bila mengikat rambutmu, pikirkan apakah pikiranmu semulus, seelok sanggulmu. Bila kamu menata rambut halus sepanjang wajahmu, pikirkan apakah hatimu juga serapi itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7986551309822759752-2447058338387974475?l=www.ruripamela.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ruripamela.com/feeds/2447058338387974475/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7986551309822759752&amp;postID=2447058338387974475' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7986551309822759752/posts/default/2447058338387974475'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7986551309822759752/posts/default/2447058338387974475'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ruripamela.com/2008/04/pelajaran-untuk-perempuan.html' title='Pelajaran untuk Perempuan'/><author><name>dr.Ruri Pamela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13106316498172987022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/R_tBR434YYI/AAAAAAAAABA/lzQQmvZOl00/S220/P8166114.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_5Thb_m2IIWQ/R_s0jo34YRI/AAAAAAAAAAM/SS5_ZIN6XBs/s72-c/57416909.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
