Rabu, 30 April 2008

Diet Kulit Sehat

Untuk mendapatkan kulit yang sehat berkilau, penuhi menu makanan sehari-hari dengan kandungan :
a. Vitamin E dan C Sebuah studi menyebutkan bahwa kedua vitamin ini dapat melindungi kulit dari bahaya sinar ultraviolet (dianjurkan dalam bentuk suplemen makanan). Vitamin C merupakan nutrisi penting dalam sintesa kolagen, yaitu suatu protein yang memberikan kekencangan dan kekenyalan kulit. Sumber : minyak sayur, margarin, telur, ikan, sereal gandum, kacang merah, buah sitrus, berry, potatoes, tomat, sayuran hijau.
b. Asam Lemak Essensial Suatu riset menyebutkan bahwa asam lemak tak jenuh (poly, mono) terutama asam lemak omega 3 dalam makanan dapat meminimalisasi kerusakan dan efek penuaan yang ditimbulkan oleh sinar ultraviolet terhadap kulit. Sumber : salmon, makarel, tuna, olive oil, kacang-kacangan.

c. Anti Oksidan Teh terutama teh hijau yang merupakan sumber anti oksidan yang istimewa, disebut Polyphenol. Sebuah studi Di Arizona, US menyebutkan bahwa semakin banyak orang minum teh (disajikan dengan lemon) maka semakin sedikit orang di populasi tersebut yang menderita squamous cell carcinoma (tumor ganas kulit).
d. Vitamin A Vitamin A adalah salah satu antioksidan yang kuat, selain teh hijau. Suatu studi mengatakan bahwa ditemukan adanya hubungan yang kuat antara kadar vitamin A dalam darah dengan timbulnya kekeringan pada kulit. Semakin banyak kadar vitamin A, maka kulit akan semakin lembab. Vitamin A sulit diperoleh dari makanan, namun mudah untuk memperoleh precursornya yaitu beta carotene (yang akan dikonversi menjadi vitamin A dalam usus). Sumber : buah berwarna oranye, merah dan kuning. Wortel, tomat, sayuran hijau dan brokoli.

dr. Ruri Diah Pamela

Read More...

Radikal Bebas : Musuh Kulit No. 1

Kondisi kulit kita merupakan refleksi dari diri kita, apa yang tampak di luar merupakan cermin kesehatan tubuh kita di dalam. Apa pun kondisi yang sedang kita alami, kelelahan, sakit, stress, hal itu semua akan tampak dari tekstur kulit kita, warnanya dan juga elastisitasnya.

Kondisi kulit kita juga dipengaruhi erat oleh apa yang kita makan, apakah kita berolahraga, stress yang kita alami dan juga lingkungan tempat kita tinggal dan bekerja. Tubuh kita membentuk reaksi kimia kompleks yang memproduksi suatu molekul kimia yang tidak stabil yang disebut "Radikal Bebas". Harus diingat bahwa radikal bebas inilah musuh kulit nomor satu.

Radikal bebas dapat menyebabkan kerusakan pada sel yang sehat melalui suatu proses yang disebut dengan "oksidasi". Proses ini sama seperti proses yang kita lihat pada apel hijau yang berubah warna menjadi coklat atau logam tembaga yang berubah warna dari emas kemerahan menjadi biru kehijauan. Produksi radikal bebas ini dapat meningkat apabila kita sering terpapar oleh sinar matahari, merokok, polusi udara dan memakan makanan yang rendah nilai gizinya.

Untunglah, tubuh kita juga memproduksi anti oksidan, yaitu suatu molekul kimia yang tugasnya menghambat radikal bebas supaya tidak menimbulkan kerusakan sel lebih lanjut. Bagaimana kita merawat tubuh kita, termasuk juga apa yang kita makan, dapat meningkatkan produksi dari molekul yang sangat penting ini, dan akhirnya kulit kita pun terjaga kesehatan dan kecantikannya.

dr.Ruri Diah Pamela

Read More...

Kamis, 10 April 2008

Tampak Muda Tanpa Suntik Botox

Sebuah studi klinis terbaru menyebutkan bahwa memiliki kebiasaan berolahraga secara teratur dapat membuat penampilan terlihat 12 tahun lebih muda. Tidak hanya sampai disitu, apabila kebiasaan berolahraga ini terus dilakukan sampai melewati usia pensiun, maka dapat membuat masa hidup menjadi lebih panjang. Riset yang dilakukan oleh para ilmuwan di University of Toronto, Canada ini juga menjelaskan bahwa proses penuaan dapat berjalan lebih lambat apabila secara rutin dan teratur melakukan olahraga, terutama latihan jenis aerobic.

Selain itu, sebuah studi juga menyebutkan bahwa aktivitas sekecil apapun dapat mengurangi stress. Misalnya melakukan pekerjaan rumah, berjalan kaki atau berkebun dapat mengurangi tekanan. Seorang ilmuwan dalam studi tersebut mengatakan bahwa latihan yang dilakukan secara teratur dapat memperlambat usia biologis seseorang dan dengan demikian memperpanjang produktivitas dan kualitas hidupnya. Secara potensial, latihan aerobic yang dilakukan secara progresif pada orang tua dapat memperpanjang masa hidupnya sebanyak 10 - 12 tahun.

dr. Ruri Diah Pamela


Read More...

Selasa, 08 April 2008

Jangan Mengabaikan Rasa Nyeri

Rasa Nyeri adalah alarm peringatan yang memberitahu kesadaran bahwa ada sesuatu dalam tubuh kita yang tidak berjalan normal. Rasa nyeri itu sendiri adalah sesuatu yang sifatnya sangat subjektif, sulit dilihat kecuali dari keluhan penderita itu sendiri.

Ambang rasa nyeri itu sendiri berbeda-beda pada setiap orang, ada beberapa orang yang mudah sekali merasa nyeri oleh rangsangan yang kecil namun ada orang lain yang tahan walaupun diberi pressure yang sangat hebat. Nyeri sebenarnya adalah sensasi yang relatif dan juga subjektif.

Secara teori, nyeri dapat dibedakan menjadi 2 golongan berdasarkan jenis penyebabnya. Nyeri pertama yaitu nyeri nosiseptif yaitu nyeri yang disebabkan adanya kerusakan pada jaringan tubuh. Misalnya ada otot yang terpukul, luka, atau terkena benturan. Yang kedua yaitu nyeri Neuropatik yaitu nyeri yang disebabkan oleh adanya kerusakan organik pada jaringan saraf.

Sebenaranya masih ada terminologi yang lain yang tidak dapat dimasukkan ke dalam kedua golongan nyeri diatas, yaitu yang disebut dengan nyeri Psikogenik. Nyeri Psikogenik adalah nyeri yang muncul karena rasa cemas yang berlebihan, rasa khawatir atau gelisah akan sesuatu.Sensasi nyeri seperti ini sulit sekali dicari penyebabnya, dan biasanya penanganan penyebabnya melibatkan juga team psikiatri.

Nyeri yang berlangsung terus menerus bahkan hingga menahun, tentu sangat mengganggu kualitas kehidupan, karena itu jangan diabaikan dan dianggap bukan hal yang tidak penting. Karena keluhan nyeri seringan apapun merupakan tanda ada sesuatu yang salah dalam tubuh. Penanganan nyeri sedini mungkin adalah keputusan bijak.

dr. Ruri Diah Pamela

Read More...

Health Info : OSTEOPOROSIS

Apakah Osteoporosis itu ?
Osteoporosis adalah berkurangnya kepadatan, massa dan kekuatan tulang yang normal, yang menyebabkan tulang berongga dan lebih mudah patah.

Apakah Penyebab Osteoporosis ?
• Kadar estrogen (hormon utama pada wanita) yang menurun setelah menopause
• Kekurangan Kalsium dan Protein yang lama
• Penurunan aktivitas setelah usia lanjut
• Akibat keadaan medis lain atau obat-obatan : menderita gagal ginjal kronis, kelainan hormonal (penyakit tiroid), menkonsumsi kortikosteroid, anti kejang, hormon tiroid yang berlebihan.

Tanda dan Gejala Osteoporosis
Penyakit osteoporosis sering disebut sebagai silent disease karena proses kepadatan tulang berkurang secara perlahan dan berlangsung secara progresif selama bertahun-tahun tanpa kita sadari dan tanpa disertai adanya gejala.

Gejala-gejala baru timbul pada tahap Osteoporosis lanjut, seperti:
•Patah tulang
•Punggung yang semakin membungkuk
•Hilangnya tinggi badan
•Nyeri punggung

Diagnosa Osteoporosis
• Mengamati dan mengenali sendiri gejala yang timbul
• Konsultasi ke dokter untuk memperoleh penjelasan dan pemeriksaan fisik
• Pemeriksaan Rontgen Tulang
• Pemeriksaan Pembantu lain untuk menilai kepadatan tulang :
1.Densitometer Lunar
2.Densitometer USG
3.Pemeriksaan Laboratorium dengan penanda biokimia CTx (C-Telopeptide)

Pencegahan Osteoporosis
Asupan Kalsium yang cukup. Minumlah 2 gelas susu dan tambahan vitamin D setiap hari. Konsumsi kalsium setiap hari. Dosis harian yang dianjurkan untuk usia produktif adalah 1000 mg kalsium per hari, sedangkan untuk usia lansia dianjurkan 1200 mg per hari.
Paparan sinar UV B matahari (pagi dan sore). Berjemurlah di bawah sinar matahari selama 30 menit pada pagi hari sebelum jam 09.00 dan sore hari sesudah jam 16.00.
Melakukan olah raga dengan beban. Selain olahraga menggunakan alat beban, berat badan sendiri juga dapat berfungsi sebagai beban yang dapat meningkatkan kepadatan tulang. Olah raga beban misalnya berjalan dan menaiki tangga tetapi berenang tidak meningkatkan kepadatan tulang.
Gaya hidup sehat. Tidak ada kata terlambat untuk melakukan gaya hidup sehat. Menghindari rokok dan alkohol memberikan efek yang signifikan dalam menurunkan risiko osteoporosis.

dr. Ruri Diah Pamela

___________________
CTx merupakan hasil penguraian kolagen tulang yang dilepaskan ke dalam sirkulasi darah sehingga spesifik dalam menilai kecepatan proses pengeroposan tulang

Read More...

Health Info : MENOPAUSE

Sebenernya sih ini ditulis untuk brosur di klinik..tapi ga pa2 deh saya share juga disini, mudah2an berguna untuk yang membacanya :)

Apakah Menopause itu ?
Menopause adalah berhentinya siklus menstruasi pada perempuan secara permanent yang sifatnya fisiologis (normal).
Menopause umumnya terjadi pada usia paling awal 35 tahun atau paling lambat pada usia 55 tahun.

Apakah Penyebab Menopause ?
Menurunnya fungsi ovarium (indung telur) akibat proses penuaan yang menyebabkan berkurangnya kadar hormon wanita, estrogen dan progesteron.

Tanda dan Gejala Awal Menopause
•Rasa panas di daerah leher muka dan dada
•Keringat pada malam hari
•Rasa sakit dan nyeri di beberapa bagian tubuh
•Kekeringan didaerah vagina
•Masalah kandung kemih
•Hubungan seksual yang menimbulkan rasa nyeri
•Kulit kering
•Gangguan tidur
•Emosi yang mudah berubah-rubah
•Perdarahan menstruasi yang tidak teratur

Bagaimana Memastikan Saya Mengalami Menopause ?
• Mengamati dan mengenali sendiri tanda dan gejala yang timbul.
• Konsultasi ke dokter untuk mendapatkan penjelasan dan pemeriksaan fisik.
• Pemeriksaan Laboratorium kadar hormon Estrogen & Progesteron dalam darah untuk memastikan diagnosa.

Bagaimana Mengatasi Menopause ?
Menopause adalah suatu proses normal dan bukan penyakit. Kebanyakan wanita tidak membutuhkan pengobatan. Jika gejala-gejala menghebat, dokter dapat memberikan TERAPI PENGGANTI HORMON. Karena perawatan hormon mempunyai beberapa resiko, pahami efek terapi pengganti hormon sebelum anda memutuskan menerima perawatan ini.

dr. Ruri Diah Pamela

Read More...

Gizi Buruk : PR yang tidak pernah selesai

Saya teringat dengan salah satu pasien kecil saya yang berumur 1 tahun. Dia terbaring lemas di bangsal perawatan anak kelas 3. Ayahnya bekerja sebagai kuli bangunan dan ibunya sesekali membantu bekerja sebagai tukang cuci. Tertera di papan kecil putih di depan tempat tidurnya : An.N, 1 th ; Diagnosa : TB + Marasmic-Kwashiorkor. Dengan kata lain, anak malang ini menderita penyakit Tuberkulosis disertai Gizi Buruk kategori Kekurangan kalori dan protein (Marasmus Kwashiorkor).

Si kecil ini bukan satu-satunya pasien dengan gizi buruk, ada sekitar 8 anak dengan diagnosa serupa yang disertai penyakit infeksi lain. Kondisi ini sungguh sangat menyedihkan. Ditengah-tengah modernisasi dan semakin giatnya pembangunan, kasus-kasus gizi buruk yang terus bermunculan di Indonesia, menunjukkan bahwa pembangunan tidak disertai dengan pembangunan sumber daya manusia.

Akibat gizi buruk, anak-anak usia sekolah berpotensi kehilangan nilai hingga 0,7 poin saat sekolah dan memulai sekolah 7 bulan lebih tua dibandingkan dengan anak lain tanpa gizi buruk. Di masa depan, anak-anak dengan gizi buruk itu dikawatirkan bukannya menjadi sumber daya tapi malah menjadi beban karena potensi kecerdasan yang hilang akibat gizi buruk.

Menurut laporan UNICEF tahun 2006, jumlah anak balita gizi buruk di Indonesia mejadi 2,3 juta jiwa. Ini berarti naik sekitar 500.000 jiwa dibandingkan dengan data tahun 2005 sejumlah 1,8 juta jiwa. Bayangkan !

Fenomena gizi buruk ini adalah akumulasi dari berbagai faktor yaitu kemiskinan, kondisi lingkungan, buruknya pelayanan kesehatan dan kurangnya pemahaman tentang gizi yang baik. Namun diantaran semuanya, penyebab paling krusial adalah kemiskinan. Tidak mungkin masalah gizi buruk ini dapat diatasi apabila tidak ada upaya peningkatan kondisi perekonomian dalam tingkat rumah tangga.

Apabila tidak ada penanganan yang lebih serius dan progresif dari pemerintah dan anak-anak tetap bergizi buruk, bisa jadi hal ini merupakan bentuk pengabaian dan pelanggaran hak asasi manusia. Karena negara berkewajiban memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya. Selamat memperingati Hari Pangan Sedunia (16 Oktober).

dr.Ruri Diah Pamela

Read More...

Medical Check Up : Sehat Sebagai Prioritas


Health is not valued till sickness comes.

~Thomas Fuller

Sudah menjadi suatu kebiasaan di negara kita, bahwa umumnya orang2 tidak akan pergi ke dokter atau public health service apabila tidak merasakan keluhan apa-apa pada kesehatannya. Bisa dibilang hal ini memang sudah menjadi budaya di masyarakat kita. Berbeda sekali dengan di negara maju dimana masyarakatnya dudah menjadikan hal ini sebagai gaya hidup, mereka tidak ragu mengalokasikan sekian persen dari pendapatannya secara khusus untuk pemeriksaan kesehatan rutin dan hal tersebut dilakukan secara teratur walaupun tidak ada keluhan kesehatan yang berarti.Apa yang membedakan? Penyebabnya adalah kesadaran akan pentingnya nilai kesehatan itu yang belum ada di masyarakat kita dan belum menjadi prioritas. Umumnya orang baru merasa membutuhkan dokter apabila sudah ada keluhan dan merasa dirinya sakit. Belum lagi alasan ekonomi yang selalu menjadi juara. Kenapa harus menghamburkan uang untuk periksa kesehatan padahal tidak sakit? Lebih baik uangnya untuk membeli ini itu dan sebagainya. Padahal tanpa kesehatan, segalanya menjadi tidak berarti apa-apa karena kita menjadi tidak dapat melakukan apa-apa. Mengapa penting melakukan medical check up? Semakin bertambah umur kita, fungsi organ-organ tubuh kita juga semakin menurun hal ini karena kondisi sel-sel tubuh kita semakin menua. Kondisi kesehatan masing-masing orang berbeda karena daya tahan tubuh setiap orang dan gaya hidup masing-masing tidak sama. Bagaimana kita bisa mengetahui apakah kondisi tubuhnya kita fit atau tidak untuk tetap dapat menjalankan kehidupan ? Tentu kita tidak bisa mengukurnya hanya dari diri kita sendiri yang merasa tidak ada keluhan dan merasa tidak ada bagian dari tubuh kita yang terasa sakit. Karena banyak penyakit yang tidak menampakkan gejala apapun pada awalnya dan ternyata saat terdeteksi sudah terlambat dan menjadi sulit disembuhkan. Inilah pentingnya kita melakukan medical check up secara rutin, karena banyak penyakit serius yang apabila terdeteksi secara dini, ternyata pengobatannya menjadi sangat mudah dan tentu jauh lebih murah dibandingkan apabila kita mengetahuinya saat penyakit sudah pada tingkat lanjut. Kalau memang kita memiliki dana untuk itu, kenapa tidak?

Ingat kesehatan adalah aset yang paling berharga. Kesehatan dapat menjadi sesuatu yang sangat mahal harganya saat kita jatuh sakit dan kita menyadari sudah tidak dapat lagi meraihnya. Saat itu kita sudah tidak dapat lagi melakukan apa-apa.

dr.Ruri Diah Pamela

Read More...

Harta Karun Untuk Semua ~by Dewi Lestari


Sharing sebuah tulisan menarik dari salah satu penulis favorit saya...

Harta Karun untuk Semua (Dewi Lestari)

Hari ini kiriman buku yang saya pesan dari Amazon.com datang. Ada satu buku
yang langsung saya sambar dan baca seketika. Judulnya: "Stuff - The
Secret Lives of Everyday Things". Buku itu tipis, hanya 86 halaman, tapi
informasi di dalamnya bercerita tentang perjalanan ribuan mil dari mana
barang-barang kita berasal dan ke mana barang-barang kita berakhir.

Dimulai sejak SD, saat saya pertama kali tahu bahwa plastik memakan waktu
ratusan tahun untuk musnah, saya sering merenung: orang gila mana yang
mencipta sesuatu yang tak musnah ratusan tahun tapi masa penggunaannya
hanya dalam skala jam-bahkan detik? Bungkus permen yang hanya bertahan
sepuluh detik di tangan, lalu masuk tong sampah, ditimbun di tanah dan baru
hancur setelah si pemakan permen menjadi fosil.

Sukar membayangkan apa jadinya hidup ini tanpa plastik, tanpa cat, tanpa
deterjen, tanpa karet, tanpa mesin, tanpa bensin, tanpa fashion. Dan
sebagai konsumen dalam sistem perdagangan modern, sejak kita lahir rantai
pengetahuan tentang awal dan akhir dari segala sesuatu yang kita konsumsi
telah diputus. Kita tidak tahu dan tidak dilatih untuk mau tahu ke mana
kemasan styrofoam yang membungkus nasi rames kita pergi, berapa banyak
pohon yang ditebang untuk koran yang kita baca setengah jam saja, beban
polutan yang diemban baju-baju semusim yang kita beli membabi-buta.

Untuk aktivitas harian yang kita lewatkan tanpa berpikir, yang terasa
wajar-wajar saja, pernahkah kita berhitung bahwa untuk hidup 24 jam kita
bisa menghabiskan sumber daya Bumi ini berkali-kali lipat berat tubuh kita
sendiri?

Untuk menyiram 200 cc air kencing, kita memakai 3 liter air. Untuk mencuci
secangkir kopi, kita butuh air sebaskom. Untuk memproduksi satu lapis
daging burger yang mengenyangkan perut setengah hari dibutuhkan sekitar
2,400 liter air. Produksi satu set PC seberat 24 kg yang parkir di atas
meja kerja kita menghasilkan 62 kg limbah, memakai 27,594 liter air, dan
mengonsumsi listrik 2,300 kwh. Bagaimana dengan chip kecil yang bekerja di
dalamnya? Limbah yang dihasilkan untuk memproduksinya 4,500 kali lipat
lebih berat daripada berat chip itu sendiri.

Mengetahui mata rantai tersembunyi ini bisa menimbulkan berbagai reaksi.
Kita bisa frustrasi karena terjepit dalam ketergantungan gaya hidup yang
tak bisa dikompromi, kita bisa juga semakin apatis karena tidak mau pusing.
Yang jelas, sesungguhnya ini adalah pengetahuan yang sudah saatnya dibuka.
Pelajaran Ilmu Alam, selain belajar penampang daun dan membedah jantung
katak, dapat dibuat lebih empiris dengan mempelajari hulu dan hilir dari
benda-benda yang kita konsumsi, sehingga tanggung jawab akan alam ini telah
disosialisasikan sejak kecil.

Pernahkah kita merenung, saat kita memasuki gedung FO empat lantai, Pasar
Baru, atau berjalan-jalan ke Gasibu pada hari Minggu di mana ada lautan
PKL: tidakkah semua baju dan barang-barang itu mampu memenuhi kecukupan
penduduk satu kota? Tapi kenapa barang-barang ini tidak ada habisnya
diproduksi? Setiap hari selalu ada jubelan pakaian baru yang menggelontori
pasar. Pernahkah kita merenung, saat kita memasuki hypermarket dan melihat
ratusan macam biskuit, ratusan varian mie instan, dan ratusan merk sabun:
haruskah kita memiliki pilihan sebanyak itu?

Pernahkah kita merenung, apa yang kita inginkan sesungguhnya jauh melebihi
apa yang kita butuhkan?

Atas nama kecukupan, satu manusia bisa hidup dengan lima pasang baju dalam
setahun, bahkan lebih. Atas nama fashion, jumlah itu menjadi tidak
berbatas. Atas nama kebutuhan, satu manusia bisa hidup dengan beberapa
pilihan panganan dalam sehari. Atas nama selera dan nafsu, seisi Bumi tidak
akan sanggup memenuhi keinginan satu manusia.

Permasalahan ini memang bisa dilihat dari berbagai kaca mata. Seorang
ekonom mungkin akan menyalahkan sistem kapitalisme dan globalisasi. Seorang
sosialis akan mengatakan ini masalah distribusi dan pemerataan. Tapi jika
kita runut, satu demi satu, bahwa Bumi adalah kumpulan negara, negara
adalah kumpulan kelompok, dan kelompok adalah kumpulan individu,
permasalahan ini akan kembali ke pangkuan kita. Dan kesadaran serta
kemauan kitalah yang pada akhirnya akan memungkinkan sebuah perubahan
sejati.

Belum pernah dalam sejarah kemanusiaan keputusan harian kita menjadi sangat
menentukan. Tidak perlu menunggu Amerika menyepakati protocol Kyoto, tidak
perlu juga menunggu penjarah hutan tertangkap, setiap langkah kita-memilih
merk, kuantitas, tempat, gaya hidup-adalah pilihan politis dan ekologis
yang menentukan masa depan seisi Bumi.

Saya belum bisa mengorbankan komputer karena itulah instrumen saya bekerja,
tapi saya bisa lebih awas dengan jam penggunaan dan mematikannya jika tidak
perlu. Saya belum bisa mengorbankan kebutuhan akan informasi, tapi saya
bisa memilih membaca berita lewat internet atau membaca koran di tempat
publik ketimbang berlangganan langsung. Bagaimana dengan fashion?
Di dunia citra ini, dengan profesi yang mengharuskan banyak tampil di muka
publik, saya pun belum bisa mengorbankan keperluan fashion (baca: membeli
busana lebih sering dari yang dibutuhkan), tapi saya bisa membuat komitmen
dengan lemari pakaian, yakni baju yang saya miliki tidak boleh melebihi
kapasitas lemari saya. Jika lebih, maka harus ada yang keluar. Dan setiap
beberapa bulan saya dihadapkan pada kenyataan bahwa ada baju yang tidak
saya pakai setahun lebih atau baju yang cuma sekali dipakai dan tak pernah
lagi. Bukan cuma baju, ada juga buku, pernik rumah, alat dapur, bahkan
sabun dan sampo yang utuh tak disentuh.

Alhasil, dalam rumah saya ada semacam peti-peti 'harta karun', yang
berisikan barang-barang yang harus keluar dari peredaran, karena jika
dipertahankan hanya menjadi kelebihan tanpa lagi unsur manfaat. Harta karun
ini lantas harus dicarikan lagi outlet untuk penyaluran.

Pada waktu perayaan 17 Agustus, di kompleks saya diselenggarakan bazaar.
Para warga menyewa stand untuk berjualan. Saya ikut berpartisipasi, dan
sayalah satu-satunya penjual barang bekas di antara penjual barang-baru
baru. Karena bukan demi cari untung, barang-barang itu saya lepas dengan
harga sangat murah. Yang membeli bukan cuma warga kompleks, tapi juga dari
kampung sekitar. Hari pertama, saya sudah kehabisan dagangan. Terpaksa saya
mengontak saudara-saudara saya yang barangkali juga punya barang bekas
untuk disalurkan. Sama dengan saya, mereka pun punya timbunan harta karun
yang entah harus diapakan. Stand saya menjadi salah satu stand paling laris
selama bazaar berlangsung. Dan kakak saya terkaget-kaget dengan penghasilan
yang ia dapat dari tumpukan barang yang sudah dianggap sampah.

Berjualan di bazaar tentu bukan satu-satunya jalan, ada aneka cara kreatif
lain untuk memanfaatkan harta karun kita, termasuk juga disumbangkan ..
Namun yang lebih sukar adalah memulai membuat komitmen-komitmen pembatasan
diri. Berkomitmen dengan rak buku, dengan lemari pakaian, dengan rak kamar
mandi, dengan laci dapur, dan pada intinya... dengan diri sendiri. Siapkah
kita menentukan batasan dan berjalan dalam koridor itu?

Dan, yang lebih susah lagi, adalah pengendalian diri dari awal bersua aneka
pilihan yang membombardir kita setiap hari, lalu sadar dan mawas akan
rantai sebab-akibat yang menyertai pilihan kita. Membuka diri untuk info
dan pengetahuan ekologi adalah salah satu cara pembekalan yang baik.
Walaupun sekilas tampak merepotkan dan bikin frustrasi, tapi kantong kresek
yang kita buang tadi pagi tidak akan hilang oleh sihir, dan hamburger yang
kita makan tidak dipetik dari pohon. Rantai yang menyertai barang-barang
itu tidak akan hilang hanya karena kita menolak tahu.

Banyak orang yang berkomentar pada saya, "Aduh, Wi. Kamu bikin hidup tambah
susah saja." Dan mereka benar. Hidup ini tak mudah. Untuk itu kita justru
harus belajar menghargai setiap jengkalnya. Memilih hidup yang lebih
sederhana, hidup dengan tempo yang lebih pelan, hidup dengan pengasahan
kesadaran, tak hanya membantu kita lebih eling dan terkendali, tapi juga
membantu Bumi ini dan jutaan manusia yang dijadikan alas kaki oleh industri
demi pemenuhan nafsu konsumsi kita sendiri.

Lingkaran setan? Ya. Tapi tidak berarti kita tak sanggup berubah.

Selama ini kita adalah pembeli yang berlari. Dalam kecepatan tinggi kita
bertransaksi, sabet sana sabet sini, tanpa tahu lagi apa yang sesungguhnya
kita cari.

Berhentilah sejenak. Marilah kita berjalan.

Note from me : yup....ngga perlu cari dimana2, semua ada didalam hidup kita sendiri, diri kita sendiri. Kita hanya perlu memperlambat langkah sejenak.
dr. Ruri Diah Pamela

Read More...

Penyu yang Menangis


Ini bukan judul cerita dongeng lho..hehehe..tapi memang hal yang bisa terjadi pada seekor penyu kalau dia berada dalam suasana yang mengancam keselamatan dirinya.
Kebetulan beberapa hari yang lalu aku dapat kesempatan gratis untuk melihat2 tempat penakaran penyu di Tanjung Benoa, Bali. Nah di sana pekerja di tempat itu menjelaskan bahwa seekor penyu akan mengeluarkan air mata (seperti menangis) apabila dia berada pada situasi seperti tangan kakinya diikat untuk dibunuh...(huhuhu.. aku sebagai pencinta hewan merasa ter iris membayangkannya), seolah2 dia tau kalau hidupnya akan berakhir (hiks
).

Udah lama kan daging penyu dikonsumsi orang2 dengan harga mahal, juga dulu penyu dipakai sebagai korban untuk upacara adat (untunglah sekarang sudah tidak mengorbankan penyu lagi). Bayangin aja kalo hal2 kaya ini dibiarin, mungkin lama2 penyu udah ga bisa kita lihat lagi..dan yang terpenting adalah...they have life too..just like us !!! Mereka tuh lucu banget..just like a baby with their tiny hands. Udah gitu mereka ga bisa ngebedain bulu kaki sama rumput laut...jadi hati2 aja digigit penyu kalo berenang di laut karena bisa dikira makanan mereka hehehe.. O ya mereka juga bisa hidup sampai 100 tahun loh..hebat ya.

Hmm..kalo ngomongin soal hewan, hari ini aku baca di salah satu surat kabar...bahwa ternyata ditemukan perubahan perilaku primata (monyet, orang hutan, tarsius, dll).Hal ini dikarenakan pola pangan mereka juga berubah. Mereka yang biasanya mudah memperoleh buah2an untuk makanan mereka, sekarang udah sulit (tanya kenapa?) dan akhirnya mereka hanya bisa makan daun2 dan tumbuh2an.Yang ditakutkan adalah para primata itu jadi kekurangan gizi yang akibatnya mempengaruhi sistem reproduksi mereka, dan akhirnya mereka sulit memiliki anak dan tentu saja akhir dari semuanya adalah..punahnya spesies ini. Mengerikan banget ya! Dan siapa yang harus disalahkan akan hal ini? Yang harus kita tanya adalah apa yang bikin sumber makanan para primata itu sulit dicari..yah lagi2 semuanya berasal dari ulah manusia sendiri. Kapan yah kita semua menyadari kalau engga ada lagi yang bertanggung jawab untuk merawat bumi kita selain kita sendiri ?




dr.Ruri Diah Pamela

Read More...

Penyakit Pembunuh Anak2 Terbesar


Bukan maksudnya mau nakutin..tapi ternyata penyebabnya adalah...langkanya ketersediaan air bersih !!..Penyebab yang sebenarnya adalah masalah yang jelas2 dapat diatasi apabila ada sedikit kesadaran (dan pengetahuan ?) untuk mengelola air dengan lebih bijak. Kelangkaan air bersih ini telah menimbulkan wabah penyakit diare yang melanda Indonesia selama bertahun-tahun dan belum juga dapat diatasi, dan sebagian besar korbannya adalah anak-anak dibawah usia 5 tahun. Padahal sebenarnya penanganan diare sangat mudah,..diare jadi mematikan karena terlambat ditangani dan akhirnya menjadi dehidrasi :( Bisa dibayangkan 4 juta anak2 di negara berkembang meninggal setiap tahunnya akibat water borne disesase seperti diare (sumber : WHO). Di Indonesia sendiri 100.000 anak2 usia kurang dari 5 tahun meninggal dunia hanya karena tidak memiliki akses air bersih ! :( Ironisnya..di Indonesia yang potensi sumber daya airnya hampir dua kali lebih tinggi dari rata2 pasokan dunia justru realitanya..banyak penduduknya yang masih tidak bisa mendapatkan akses air bersih. Padahal akses kepada air bersih merupakan salah satu hak asasi manusia (menurut deklarasi PBB 2002 dimana Indonesia adalah salah satu negara yang ikut menandatangani !!!)

dr. Ruri Diah Pamela

Read More...

Anti Aging Medicine : Elements to Stop the Clock?


No one can avoid aging, but aging productively is something else”.

~ Katherine Graham.

Sejak zaman dahulu, manusia selalu mencari upaya untuk menyembuhkan penyakit dan memperpanjang kehidupan. Manusia terus memanfaatkan dan mengeksplorasi metode2 dari alam yang dapat digunakan untuk memperpanjang usia kehidupan mereka.

Konsep anti aging sendiri sudah dijabarkan sejak masa adam dan hawa dimana dipercaya adanya sungai keabadian(river of immortality) yang mengalir di Taman Eden.

Peraih hadiah nobel kedokteran, Elie Mtchnikoff mengatakan bahwa proses penuaan terjadi akibat adanya pelepasan toksin2 di usus dan hal ini dapat dinetralisir dengan mengkonsumsi youghurt.

Konsep anti aging yang lebih modern saat ini lebih bertujuan untuk memperoleh kualitas hidup yang optimal dengan memperpanjang usia harapan hidup. Ilmu ini terutama dimanfaatkan untuk mencegah, mendeteksi, memberikan terapi sampai memperlambat kelainan/ penyakit yang berhubungan dengan proses penuaan, seperti yang dijelaskan oleh Dr. Robert Goldman, penemu istilah Anti Aging Medicine.

Istilah ‘anti aging’ sendiri tidak hanya terbatas pada usaha2 untuk ‘bagaimana pada usia 50 tahun tetap terlihat seperti usia 25 tahun’. Jadi tidak hanya dari segi estetika saja tapi begitu luas dan menyeluruh yang mencakup nutrisi, preventive screening, olahraga, terapi sulih hormon, bahkan juga spiritual.

Dr. Ronald Klatz yang melakukan riset dengan Human Growth Hormone (HGH) adalah salah satu perintis terapi anti aging. Dengan riset menggunakan HGH dimana didalamnya terdapat bahan2 Arginine, Ornithine, Lysine dan Glutamine, Dr. Ronald Klatz percaya bahwa zaman ‘tanpa usia’ akan dimulai.

Lalu apakah terapi anti aging itu sendiri membutuhkan biaya yang mahal? Ternyata sama sekali tidak, bahkan aplikasinya mudah sekali diterapkan dalam kehidupan sehari-hari., yang tentu saja harus dibarengi dengan komitmen dan keinginan untuk hidup sehat sehingga dapat terhindar dari berbagai penyakit terutama penyakit2 degeneratif (yang timbul akibat proses penuaan). Apa saja yang dapat kita lakukan? Sesuai pesan Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila, Sp. And, FAACS dalam simposium mengenai Anti Aging Medicine di Jakarta pertengahan April lalu :

  1. Menjaga kesehatan tubuh dan jiwa dengan gaya hidup sehat
  2. Kehidupan berkeluarga harus berlangsung harmonis
  3. Jangan merasa sudah tua dan tidak berdaya
  4. Lakukan pekerjaan sebagai sebuah kesenangan
  5. Hiduplah dalam lingkungan sosial yang sesuai dengan hati nurani
  6. Upayakan selalu berpikir positif dan optimis
  7. Jangan merasa sehat dan normal hanya karena tidak merasakan keluhan yang serius
  8. Lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala yang diperlukan dan sesuai dengan kondisi masing-masing
  9. Jangan gunakan obat atau ramuan yang tidak punya dasar ilmiah yang jelas dan tanpa petunjuk tenaga ahli
  10. Gunakan obat dan suplemen yang diperlukan sesuai petunjuk ahli.

~ dr.Ruri Diah Pamela

Read More...

Pelajaran untuk Perempuan


Nemu artikel bagus dari erabaru.or.id,...jadi pengen sharing
Ladies..this one is worth to read ^_^

(Erabaru.or.id) - Cai Yong dikenal juga sebagai Cai Bojie. Ia terkenal sebagai sastrawan besar dari Wilayah Qi, Provinsi Henan pada masa Dinasti Han Timur (202 Sebelum Masehi – 220 Setelah Masehi). Cai Yong dikenal menjunjung tinggi moral dan menegakkan keadilan. Ia suka membaca, matematika, astronomi dan bermain musik. Untuk mendidik putrinya Cai Wenji, ia menulis sebuah esei berjudul “Pelajaran untuk Perempuan”. Ia tidak keberatan bila putrinya berdandan bagus dan bersolek. Pada kenyataannya, ia percaya perempuan seharusnya berdandan tipis agar mereka tampil lebih pantas, dan perempuan harus menjaga rambutnya bersih serta mengkilap. Dilain pihak, ia menekankan adalah lebih penting bagi seorang perempuan untuk mengolah kecantikan dalamnya daripada memperelok kecantikan luarnya. Ia percaya bahwa kecantikan yang sesungguhnya datang dari dalam.

Dalam karangannya “Pelajaran untuk Perempuan”, Cai Yong menulis, “Seperti kepala dan wajah, hati juga membutuhkan perawatan. Kotoran akan muncul bila kamu lalai mencuci wajahmu dalam sehari. Ide jahat akan memasuki hatimu jika lalai melatih kebaikan dalam sehari. Setiap orang tahu bagaimana mempercantik wajah, tetapi tidak setiap orang tahu mengembangkan kebaikan. Bila kamu tidak merawat wajahmu, mungkin orang bodoh akan memanggilmu ceroboh. Bila kamu tidak melatih moralmu, orang berakhlak akan memanggilmu jahat. Adalah masih dapat diterima dipanggil ceroboh oleh orang bodoh, tetapi tidak ada tempat bagimu di dunia, jika seorang bermoral memanggilmu jahat. Karena itu, jika kamu melihat dirimu di kaca, pikirkan apakah hatimu bersih. Kalau memakai parfum, pikirkan apakah hatimu tenang dan damai. Kalau bersolek, pikirkan apakah pikiranmu bersih. Kalau melembabkan rambutmu, pikirkan apakah pikiranmu tentram. Bila menyisir rambutmu, pikirkan apakah pikiranmu rasional dan masuk akal. Bila mengikat rambutmu, pikirkan apakah pikiranmu semulus, seelok sanggulmu. Bila kamu menata rambut halus sepanjang wajahmu, pikirkan apakah hatimu juga serapi itu.

Read More...