Selasa, 18 Agustus 2009

Q & A Masalah Rambut dan Kulit Kepala Pria


Apa saja masalah2 rambut dan kulit kepala yang sering dialami pria ?

Pada dasarnya anatomi rambut dan kulit kepala pada pria dan wanita tidak jauh berbeda, walupun secara fisiologi ada sedikit perbedaan dalam hal kecepatan pertumubuhan rambut. Rambut pada pria akan tumbuh lebih cepat dan lebih kuat, hal ini disebabkan pengaruh hormon dimiliki pria berbeda pada wanita. Namun pria memiliki masalah2 pada rambut dan kulit kepala yang tidak jauh berbeda pada wanita, yaitu :

a. Kerontokan rambut
Kerontokan rambut seringkali dianggap hal yang biasa terjadi, namun diam-diam masalah ini sebenarnya cukup mengkhawatirkan kaum pria, dikarenakan apabila dibiarkan maka kerontokan rambut dapat berujung pada masalah lain yang lebih menakutkan yaitu kebotakan, dimana hal ini cukup mempengaruhi estetika / penampilan. Walaupun sebenarnya kerontokan rambut itu termasuk salah satu siklus normal pertumbuhan rambut, karena fungsinya untuk memberikan kesempatan pada rambut baru untuk bisa tumbuh.Hal ini menjadi masalah apabila rambut rontok sebelum waktunya (premature hair loss) atau rontok dalam jumlah berlebih.

b. Ketombe (Dandruff)
Ketombe adalah suatu kelainan pengelupasan kulit ari pada kulit kepala. Istilah ketombe yang dikenal oleh awam, sebenarnya dalam dunia medis merupakan suatu kelompok penyakit yang merupakan spektrum dari yang paling ringan (kondisi yang disebut Pitiriasis sicca), sedang (Dermatitis seboroik / eksim kulit berminyak) sampai pada kondisi yang berat (Psoriasis). Ketombe merupakan masalah pada kulit kepala yang berlangsung lama (kronis), ditandai dengan adanya rasa gatal dan serpihan-serpihan berwarna putih yang merupakan akibat dari pengelupasan dari kulit ari di kulit kepala. Walaupun kondisi ini tidak menular dan cenderung tidak berbahaya, namun hal ini seringkali mengganggu penampilan dan terkadang sulit untuk disembuhkan.

c. Rambut beruban (Graying of Hair)
Uban merupakan suatu keadaan dimana warna rambut menjadi lebih muda / terang. Hal ini dikarenakan sel-sel pembentuk pigmen di rambut yang disebut melanosit tidak lagi memproduksi melanin (pigmen pewarna rambut) sehingga butir-butir pigmen dalam rambut diisi oleh udara. Hal ini juga bisa terjadi akibat melambatnya metabolisme untuk memproduksi pigmen akibat proses penuaan (aging).

d. Infeksi pada kulit kepala
Kulit kepala seperti juga kulit pada bagian tubuh yang lain, dapat mengalami infeksi oleh berbagai mikro organisme, seperi bakteri, jamur, virus dan parasit. Bentuk dari infeksi ini dapat berbeda-beda gejala klinisnya, namun manifestasinya secara umum menyebabkan rasa gatal, kulit kepala yang berminyak dan berketombe, rambut rontok dan bahkan kebotakan. Secara umum infeksi yang sering terjadi adalah jamur di kulit kepala (tinea capitis), kutu rambut / head lice (pediculosis capitis) dan radang pada kelenjar folikel rambut akibat bakteri (folliculitis). Infeksi akibat virus pada kulit kepala pada umumnya jarang ditemukan.




Apakah penyebab maslah-masalah tersebut ?

a. Kerontokan rambut
Kerontokan rambut merupakan keadaan multifaktorial, artinya penyebabnya banyak dan satu sama lain bisa saling terkait. Mulai dari faktor genetika, malnutrisi (diet yang salah/ketat), stres psikologis, akibat penggunaan produk / obat-obatan tertentu, adanya ketidak seimbangan metabolisme dalam tubuh atau dapat juga dikarenakan adanya penyakit tertentu yang mendasar, misalnya Diabetes, Hipotiroidism atau penyakit yang menyerang sistem imunitas tubuh. Kerontokan rambut yang terus menerus dapat menimbulkan kebotakan yang disebut Alopesia androgenetik atau yang dikenal dengan Male Pattern Baldness. Pola kebotakan seperti ini diyakini oleh sebagian dermatologist sebagai 95 % penyebab kebotakan pada pria. Pada keadaan ini folikel penumbuh rambut menajdi sensitif terhadap suatu hormon yang disebut Dihidrotestosterone (DHT) menyebabkan folikel rambut menjadi mengecil dan memendek masa hidupnya sehingga berhenti memproduksi sel rambut. Kondisi ini sebagian besar disebabkan faktor keturunan. Obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan kerontokan rambut, yaitu obat-obatan yang mengandung antikoagulan / pengencer darah, obat-obatan untuk asam urat, chemotherapi pada penderita cancer dan antidepresan.

b. Ketombe (Dandruff)
Ketombe merupakan suatu kondisi pengelupasan kulit pada kulit kepala yang menimbulkan serpihan-serpihan berwarna putih. hal ini disebabkan suatu kondisi yang disebut eksema / eksim di kulit kepala, dimana pada kondisi ini terjadi pengelupasan kulit kepala yang lebih cepat dari pada kondisi normal. Selain serpihan kulit berwarna putih, hal ini juga disertai kondisi rambut yang sering berminyak dan rasa gatal di kulit kepala. Pada keadaan yang cukup parah, hal ini merupakan suatu penyakit yang disebut Dermatitis Seboroik.Dapat terjadi pada bayi usia 3 bulan sampai usia 60 tahun dan lebih sering mengenai pria dibandingkan wanita. Penyebabnya adalah perubahan hormonal karena faktor psikologis dan yang paling sering adalah infeksi jamur di kulit kepala. Kondisi ini juga dapat timbul pada penderita dengan kelainan neuologis misalnya penderita Parkinson dan eplilepsi,namun penyebabnya tidak diketahui dengan pasti.

c. Rambut beruban (Graying of Hair)
Rambut menjadi beruban karena berkurangnya produksi pigmen pada rambut yang disebut melanosit Hal ini timbul dikarenakan ada 2 faktor penyebab, yaitu internal dan eksternal. Faktor internal adalah keturunan / genetik. Dan eksternal adalah seluruh gaya hidup, pola makan, infeksi atau kondisi penyakit tertantu yang mempercepat berkuangnya produkis pigmen pada rambut. timbulnya Sejauh ini faktor genetika merupakan penyebab tersering berkurangnya pigmen pada rambut. Bila karena faktor genetik maka hal ini tidak dapat dicegah atau disembuhkan. Faktor ekstenal yang terjadi seringkali dikarenakan kurangnya intake nutrisi makanan yang tepat, kurang konsumsi vitamin A dan kurang konsumsi serat, kebiasaan merokok dan minum minuman beralkohol dan juga akibat dari penggunaan pewarna rambut yang terlalu sering.

d. Infeksi pada kulit kepala
Infeksi pada kulit kepala merupakan penyebab terbanyak kerusakan dan kerontokan rambut melalui berbagai manifestasi penyakitnya. Namun hal ini adalah suatu kondisi yang dapat disembuhkan karena dengan mengobati infeksinya maka segala permasalahan rambut, seperti rambut rusak, rontok, bermnyak akan dapat dicegah supaya tidak berlanjut dan menjadi parah.
Infeksi akibat jamur (Tinea capitis) terjadi, sama seperti kutu rambut / head lice karena penularan dari orang lain atau akibat penggunaan benda secara bersamaan misalnya handuk. Kondisi ini ditandai dengan adanya kemerahan di kulit kepala yang berbentuk sirkular dan disertai rasa gatal yang mengganggu dan seringkali juga menyebabkan kerontokan rambut. Infeksi akibat bakteri di kulit kepala yang sering terjadi yaitu infeksi pada folikel penumbuh rambut (Folliculitis), ditandai dengan adanya benjolan kecil berwarna putih pada akar rambut disertai rasa nyeri dan rambut yang rontok di area yang terkena. Hal ini terjadi karena kurangnya higiene, akbiat peradangan di kulit kepala karena alergi produk tertentu atau sistem imunitas yang turun.

Apakah pola makan/ makanan tertentu dapat mempengaruhi kesehatan rambut dan kulit kepala?

Intake nutrisi yang tepat dapat memepengaruhi kondisi rambut dan kulit kepala. Kondisi rambut dan kulit kepala yang sehat sebenarnya adalah cerminan dari gaya hidup seseorang, termasuk nutrisi yang sering dikonsumsinya. Sebaliknya, kekurangan nutrisi dan mineral tertentu yang diperlukan dapat dengan mudah tampak dari kesehatan kulit dan rambutnya sepeti terlihat kusam dan tidak berkilai, sering rontok dan mudah patah. Malah rambut yang disebabkan karena defisiensi nutrisi tertentu dapat diatasi dengan diet yang tepat. Nutrisi yang diperlukan untuk kesehatan rambut dan kulit kepala diantaranya :

a. Vitamin A
Intake vitamin A yang cukup dapat membantu proses pertumbuhan rambut dan kesehatan jaringan kulit diseluruh tubuh termasuk rambut dan kulit kepala. Kekurangan vitamin A dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan kerontokan rambut dan pencetus pengelupasan sel pada folikel rambut yang menyebabkan timbulnya ketombe. Vitamin A dapat ditemukan pada buah-buahan dan sayuran berwarna merah, kuning dan oranye dan sayuran hijau. Dosis vitamin A yang diperlukan untuk tubuh orang dewasa adalah 5000 IU (International Unit) setiap harinya.

b. Vitamin B6, B12 dan Asam Folat
Ketiga vitamin ini penting untuk pembentukan sel darah merah dan hemoglobin (komponen sel darah yang mengangkut oksigen), Kondisi rambut dan kulit kepala yang sehat tergantung pada suplai oksigen darah yang cukup. Kekurangan vitamin ini dapat mengurangi suplai oksigen darah ke kulit kepala yang manifestasinya dapat menimbulkan kerusakan rambut dan pertumbuhan rambut yang lambat. Vitamin B6, B12 dan Asam folat dapat ditemukan pada makanan yang kaya protein seperti hati, ikan, kacang kedelai, brokoli, gandum, susu dan telur.

c. Vitamin C
Vitamin C adalah komponen esensial bagi tubuh untuk memproduksi kolagen, yaitu suatu jaringan ikat yang diperlukan bagi kulit diseluruh tubuh termasuk kulit kepala dan rambut. Kolagen yang cukup penting bagi kekenyalan dan kekuatan kulit.Orang yang merokok memerlukan dosis vitamin C dua kali lebih besar dibandingkan orang yang tidak merokok. Dosis yang dianjurkan adalah 60 mg untuk dewasa. Vitamin C dapat ditemukan pada sebagian besar buah-buahan dan sayuran yang berawarna hijau tua.

d. Protein
Protein diperlukan oleh setiap sel tubuh, termasuk sel-sel pertumbuhan rambut, Tanpa intake protein yang cukup, tubuh tidak dapat memproduksi sel-sel rambut baru untuk menggantikan yang telah hilang. Protein yang dikonsumsi harus mencakup 9 macam asam amino sesensial yang diperlukan tubuh secara optimal. Protein yang tepat dapat dikonsumsi dari ikan, telur, daging merah, susu dan keju.

e. Zat Besi
Zat besi berfungsi sebagai pembawa suplai oksigen pada hemoglobin sel darah merah, kekurangan zat besi dapat menimbulkan suatu kondisi yang disebut anemia dan salah satu manifestasinya adalah kerontokan rambut dan rambut yang mudah patah. Zat besi dapat ditemukan dari daging yang berwarna merah dan sayuran hijau. Dosis yang direkomendasikan bagi orang dewasa adalah 18 mg per hari.

f. Zinc
Timbulnya ketombe dan kerontokan rambut adalah suatu kondisi yang dikaitkan dengan kekurangan mineral Zinc. Zinc adalah suatu komponen minreal yang diperlukan bagi replikasi sel-sel tubuh serta pertumbuhan dan perbaikan jaringan yang rusak.Zinc juga berfungsi untuk memelihara kesehatan jaringan kelenjar minyak pada folikel rambut. Sumber Zinc yang baik untuk dikonsumsi salah satunya adalah makanan hasil laut (seafood), juga dapat ditemukan pada susu dan telur dalam jumlah yang kecil.

g. Air
Konsumsi air 8 gelas sehari tidak hanya baik untuk tubuh tapi juga bagi rambut. Air memberi kelembaban yang cuku bagi rambut sehingga terlihat lembut dan bersinar. Setiap sel dan sistem dalam tubuh kita memerlukan air agar dapat bekerja dengan optimal untuk memelihara kesehatan seluruh jaringan tubuh termasuk rambut dan kulit kepala.


Bagaimana cara mengatasi permasalahan rambut dan kulit kepala ?

a. Kerontokan rambut
Pertama kita harus mengenali penyebab kerontokan rambut untuk dapat mengatasi masalahnya. Apabila dikarenakan perawatan rambut yang salah atau konsumsi obat-obatan tertentu maka masalah kerontokan rambut akan berhenti bila penyebabnya dihentikan.Kerontokan rambut yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau jamur dapat disembuhkan dengan penggunaan antibiotik dan antijamur. Penggunaan obat-obatan seperti steroid dapat membantu pada kasus kerontokan rambut yang menimbulkan kebotakan, namun hal ini sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter spesialis kulit. Pada kondisi tertentu tindakan transplantasi rambut dapat secara dramatis mengatasi masalah kebotakan rambut. Pada tindakan transplantasi rambut, rambut yang sehat ditanamkan pada area yang mengalami kebotakan dan rambut yang tumbuh pada area tersebut akan tampak natural, namun hal ini harus dikonsultasikan ketrlebih dahulu dengan dokter spesialis yang kompeten.

b. Ketombe (Dandruff)
Pengobatan dalam mengatasi ketombe pada dasarnya ditujukan untuk mengurangi inlamasi / peradangan pada kulit kepala, hal ini dapat diatasi dengan menggunakan obat-obatan yang mengandung anti infamasi dan tentunya dengan rekomendasi dari dokter ahli. Pemakaian shampoo yang mengandung Zinc Phyrithione (ZPT) seringkali membantu, Shampo anti ketombe jenis ini mempunyai efek anti bakteri dan anti jamur sehingga dapat mengurangi timbulnya serpihan kulit dan meredakan rasa gatal. Selain itu juga hindari pemakaian minyak rambut, gel atau hair spray secara berlebihan karena dapat memicu pertumbuhan jamur kulit dan jangan lupa mengkonsumsi makanan yang megandung zinc untuk memelihara aktifitas kelenjar minyak dan sistem kekebalan (kuning telur, daging, ikan , kedelai).

c. Rambut beruban
Penyebab rambut yang cepat beruban sebagian besar disebabkan karena faktor internal (genetik) dan hal ini sulit untuk diatasi, namun apabila disebabkam oleh faktor ekternal maka hal ini dapat diatasi dengan melihat kondisi ektsternal apa yang menjadi penyebab. Faktor ekstenal yang terjadi seringkali dikarenakan kurangnya intake nutrisi makanan yang tepat, kurang konsumsi vitamin A dan kurang konsumsi serat, kebiasaan merokok dan minum minuman beralkohol dan juga akibat dari penggunaan pewarna rambut yang terlalu sering. Rambut yang beruban juga dapat tetap terlihat sehat dengan menjaga perawatan rambut yang tepat dan mengkonsumis makanan yang penting bagi rambut sehingga walaupun beruban tetap terlihat sehat dan berkilau.

d. Infeksi pada kulit kepala
Pengobatan untuk infeksi pada kulit kepala dapat dengan mudah diatasi dengan terlebih dahulu mencari tahu apa penyebab infeksinya, apakah karena jamur, bakteri atau parasit tertentu. Pengobatan karena jamur seperti pada Tinea capitis dapat diatasi dengan penggunaan anti jamur yang tepat, bila dikarenakan bakteri seperti pada folliculitis dapat disembuhkan dengan antibiotik. Untuk pemakaian obat-obatan diatas terlebih dahulu harus dikonsultasikan dengan dengan dokter ahli terkait karena setiap orang kondisi dan permasalahannya dapat berbeda-beda walaupun mungkin penyebab penyakitnya sama. Penting untuk diketahui adalah infeksi pada kulit kepala ini seringkali dikarenakan higiene yang kurang dan penggunaan kosmetika / perawatan yang berlebihan / tidak tepat.

Adakah tips mencegah permasalahan pada rambut dan kulit kepala dan menjaganya agar tetap sehat ?

a. Pelihara Higiene yang baik
Hal ini termasuk mencuci rambut dan menjaga kebersihannya secara teratur dan memelihara kadar minyak alami di kulit kepala. Kadar minyak yang berlebihan dan menghambat saluran minyak menuju folikel dan menyebabkan peradangan, sementara kadar minyak alami yang terlalu sedikit dapat menyebabkan kulit kepala menjadi kering dan berketombe.Maka sebaiknya mengetahui jenis shampo yang tepat dan sesuai dengan kondisi rambut dan kulit kepala.

b. Konsumsi nutrisi yang tepat bagi kesehatan rambut dan kulit kepala
Konsumsi nutrisi yang dibutuhkan untuk kesehatan rambut yaitu makanan yang mengandung Vit A, B6, B12, C, Asam Folat, Protein, Zat besi dan Zinc.

c. Hindari pemakaian produk kosmetika rambut yang salah.
Produk perawatan / kosmetika rambut yang anda gunakan tidak tepat apabila anda merasakan rambut menjadi lebih berminyak,
menyebabkan kerontokan , gatal di kulit kepala dan rambut terlihat kusam / tidak berkilau.

d. Lakukan gaya hidup sehat
Menjalani gaya hidup sehat amat berkaitan dengan kondisi rambut dan kulit kepala yang sehat pula. Hal ini disebabkan dengan pola hidup yang sehat, imunitasi tubuh tetap terjaga dengan baik sehingga daya tahan tubuh terhadap berbagai infeksi juga akan meningkat, suplai aliran darah ke seluruh jaringan tubuh termasuk rambut dan kulit kepala akan optimal.

Read More...

Sabtu, 06 Juni 2009

Pemanasan Global & Dampaknya Terhadap Kesehatan


Kita telah mengetahui bahwa pemanasan global akan menyebabkan kesakitan dan kematian bagi umat manusia di kemudian hari. Namun dalam bentuk seperti apakah hal tersebut akan terjadi sepertinya masih sulit untuk dikatakan. Pemanasan global adalah salah fenomena yang muncul sebagai dampak dari perubahan iklim, hal ini ditandai dengan adanya kekeringan yang berkepanjangan, permukaan es di kutub utara yang semakin menipis, banjir yang terus menerus dan kebakaran hutan. Fenomena alam yang sudah sedemikian nyata ini, tidak hanya berpengaruh terhadap lingkungan tapi juga pada kesehatan dan kehidupan manusia secara global baik secara langsung maupun tidak langsung.

Satu contoh dampak yang telah kita ketahui dengan jelas adalah peningkatan suhu bumi telah menyebabkan timbulnya gelombang panas yang menyebabkan kematian pada 20.000 orang di Eropa pada bulan Agustus 2003 (Time Magazine). Selain itu suhu udara yang meningkat disertai dengan curah hujan yang tinggi dapat meningkatkan populasi nyamuk di daerah tropis, dimana kondisi ini dapat mencetuskan penyakit yang diperantarai nyamuk, seperti Malaria, Demam Berdarah Dengue, dan infeksi lain yang diperantarai nyamuk.

Menurut Badan Kesehatan Dunia WHO (World HealthOrganization), perubahan iklim yang terjadi bertanggung jawab terhadap sekitar 150.000 angka kematian setiap tahunnya. Keadaan ini akan berkembang dua kali lipat pada tahun 2030.Masalah ini terutama akan jelas terlihat pada negara – negara dunia ketiga yang pada umumnya juga telah memiliki masalah kesehatan yang lain.


1. Udara
Kita selalu berpikir bahwa terganggunya kualitas udara adalah karena polusi asap kendaraan dan industri, namun tanpa kita sadari peningkatan suhu udara itu sendiri juga dapat menimbulkan dampak yang sama yang disertai dengan bertambahnya jumlah lubang ozone.
Suhu udara yang meningkat juga dapat mencetuskan gelombang panas berbahaya yang dapat menimbulkan suatu “heat stroke” . Secara normal, apabila “termostat” alami pada tubuh manusia tidak dapat menahan suhu panas yang terlalu berlebihan dan suhu tubuh dapat meningkat dengan cepat, maka tubuh kita akan memberikan suatu reaksi. Secara normal kita akan berkeringat untuk menurunkan suhu tubuh, namun hal ini tidak cukup apabila rasa panas yang timbul sangat intens. Heat Stroke adalah suatu kondisi serius yang dapat menyebabkan kematian / kecacatan apabila tidak ditangani dengan tepat.
Selain itu juga perubahan iklim menyebabkan adanya perubahan radiasi sinar ultraviolet yang dapat meningkatkan resiko kanker kulit perubahan kualitas udara menimbulkan reaksi alergi dan infeksi karena debu dan paparan bahan kimia logam karena tercampur dengan asap kendaraan bermotor.

2. Air (water borne diseases)
Salah satu dampak pemanasan global yang dapat diprediksi adalah curah hujan yang tinggi, yang dapat menyebabkan banjir. Isu yang harus diperhatikan berkaitan dengan masalah banjir ini adalah mengenai kualitas air. Kualitas air yang buruk dan tercemar dapat menyebabkan munculnya penyakit pada saluran pencernaan. Banjir dapat memicu berpindahnya mikroorganisme patogen dan menimbulkan penyakit, tidak hanya pada saluran cerna tapi juga penyakit kulit.

3. Penyakit yang diperantarai nyamuk (mosquito borne disease)
Dibeberapa wilayah, perubahan iklim juga dapat menyebabkan bertambahnya jumlah kasus – kasus penyakit tropis yang terkait dengan nyamuk, seperti malaria dan demam berdarah dengue. Curah hujan yang tinggi turut membantu penyebaran penyakit – penyakit ini. Hal ini menjadi masalah serius terutama di negara – negara tropis, termasuk Indonesia.Suatu studi menyebutkan bahwa suhu udara yang tinggi dapat memperluas wilayah terbang nyamuk dan membuat nyamuk bertahan hidup lebih lama dan hal ini akan meningkatkan wabah penyakit menjadi lebih luas.

Mengurangi Dampak Negatif Perubahan Iklim

Kepedulian kita terhadap hal – hal yang kecil dan sederhana dalam kehidupan sehari-hari dapat membantu dalam menghemat sumber daya alam dan secara tidak langsung akan meminimalisasi dampak buruk dari perubahan iklim. Apa saja yang dapat kita lakukan ?

1. REDUCE - Mengurangi
- Mengurangi penggunaan plastik, baik kantong ataupun kemasan. Bila memungkinkan bawalah tas yang berukuran besar saat berbelanja di supermarket sehingga tidak perlu mengambil kantung plastik terlalu banyak.
- Kurangi pembelian air minum dalam kemasan plastik, sebaliknya bawalah sendiri minuman dari rumah dengan menggunakan tempat minum.
- Matikanlah lampu, listrik, cabut stop kontak dari tempatnya apabila tidak digunakan dan hematlah dalam menggunakan air baik untuk mandi atau mencuci.

2. REUSE – Menggunakan kembali
- Batasi penggunaan kertas dan tissue sehemat mungkin, gunakan kedua sisi kertas untuk menulis dan bawalah sapu tangan dari rumah. Bayangkan berapa banyak pohon yang harus ditebang untuk dapat dijadikan kertas dan tissue.
- Belilah produk refill untuk produk rumah tangga sehari-hari sehingga tidak menambah kemasan yang sudah dibeli sebelumnya.
- Gunakan kembali kantong – kantong plastik bekas berbelanja, misalnya untuk menampung sampah. Bila masih dalam keadaan baik, bisa saja digunakan kembali saat belanja berikutnya.

3. RECYCLE – Mengolah kembali
- Yaitu mendaur ulang “sampah” menjadi barang yang bisa digunakan, misalnya mengolah kembali sampah plastik dan kertas untuk dijadikan kertas daur ulang dan benda – benda dari plastik yang dapat dimanfaatkan kembali.
- Memisahkan sampah organik dan non organik, menyatukan sampah – sampah plastik. Langkah ini selain membantu pekerja sampah juga membuat lingkungan sekitar tampak lebih rapi.

Read More...

Senin, 03 November 2008

Stress Oksidatif Memicu Penuaan Dini


Penuaan merupakan proses yang kompleks, yang mempengaruhi setiap molekul, sel, dan organ tubuh. Kulit merupakan organ tubuh yang paling mudah merefleksikan akibat dari proses penuaan tersebut. Seiring bertambahnya usia dan semakin banyak tubuh kita terpapar oleh lingkungan tempat kita hidup, maka semakin banyak proses biokimiawi yang menyebabkan perubahan pada kulit kita, selain tentu saja dipengaruhi oleh faktor genetik.

Berbagai studi mengemukakan bahwa ada 2 tipe penuaan, yang pertama adalah penuaan yang disebabkan oleh gen yang diwariskan secara keturunan, yang disebut internal aging. Dan tipe yang kedua yang disebut eksternal aging, yaitu yang disebabkan oleh faktor lingkungan, misalnya paparan sinar matahari dan gaya hidup. Pada dasarnya kedua tipe ini saling mempengaruhi satu sama lain dan keduanya saling berperan pada mekanisme proses penuaan. Internal Aging yang banyak dipengaruhi oleh usia dan genetik secara cepat atau lambat akan dialami oleh semua orang tanpa kecuali. Sedangkan eksternal aging dapat ditelusuri dari adanya pengaruh lingkungan (polusi, rokok, dan kosmetik), penyakit dan diet yang tidak seimbang. Faktor luar ini tentu dapat kita kendalikan dengan berbagai upaya agar proses penuaan dapat lebih lambat terjadi. Keseluruhan faktor ini
dalam tubuh kita memicu suatu proses biokimiawi yang menghasilkan radikal bebas, penyebab penuaan nomor satu . Radikal bebas secara normal akan diproduksi oleh tubuh sebagai akibat dari proses oksidasi, namun apabila radikal bebas ini diproduksi berlebihan dalam tubuh,
akan menimbulkan suatu stres oksidatif yang diketahui akan menyebabkan kerusakan pada sel dan menjadi suatu penyakit pada jaringan dan organ-organ tubuh.
Apa itu Stres Oksidatif ?
Stres oksidatif adalah suatu keadaan dimana jumlah molekul radikal bebas yang dihasilkan dari metabolisme tubuh, jumlahnya melebihi kapasitas tubuh untuk menetralisirnya. Akibat dari hal ini adalah intensitas proses oksidasi sel-sel tubuh yang normal menjadi semakin tinggi dan menimbulkan kerusakan yang lebih banyak. Keadaan stress oksidatif membawa pada kerusakan oksidatif mulai dari tingkat sel, jaringan hingga ke organ tubuh. Kondisi sel-sel yang rusak inilah yang akhirnya bermanifestasi menjadi penyakit dan proses penuaan sel menjadi lebih cepat (premature aging). Stres oksidatif ini dapat terjadi karena dipicu oleh beberapa kondisi, namun pada dasarnya stres oksidatif ini terjadi akibat adanya ketidakseimbangan antara molekul radikal bebas dan penetralisirnya (antioksidan). Penyebabnya bisa dikarenakan kurangnya antioksidan atau kelebihan produksi radikal bebas oleh tubuh. Berbagai studi dan penelitian dunia kedokteran telah membuktikan bahwa lebih dari 50 macam penyakit yang ada diduga kuat berkaitan dengan aktivitas radikal bebas, diantaranya yaitu stoke, penyakit jantung koroner, diabetes mellitus, asma, parkinson hingga AIDS. Pada kulit kita, radikal bebas yang diproduksi berlebih pada stres oksidatif akan merusak lapisan lemak pada membran sel kulit, akibat kulit menjadi kehilangan ketegangan dan elastisitasnya dan menyebabkan keriput (wrinkle).

Apakah Stres Oksidatif Dapat Dicegah ?
Pada hakikatnya, segala sesuatu dalam hidup dan alam selalu diciptakan secara seimbang, begitupun dalam tubuh manusia. Tubuh kita memiliki caranya sendiri dalam menanggulangi bahaya dari radikal bebas ini melalui rangkaian enzim antioksidan yaitu superoksida dismutase (SOD), glutation peroksidase (GSH Px), katalase, serta senyawa non enzim, yaitu protein kecil glutation. Inilah yang disebut antioksidan endogen karena diproduksi dalam tubuh kita sendiri. Namun lingkungan tempat kita hidup sehari-hari, makanan yang kita konsumsi, berbagai macam polusi yang jumlahnya semakin meningkat dan gaya hidup penuh tekanan menyebabkan paparan tubuh terhadap radikal bebas menjadi berlebih dan tubuh tidak mampu menetralisirnya. Karena itu lah kerja dari antioksidan endogen perlu dibantu oleh asupan antioksidan dari luar (eksogen) agar sel-sel tubuh tidak cepat mengalami penuaan sebelum waktunya. Manusia modern mutlak memerlukan tambahan antioksidan ini, dikarenakan modernisasi selain telah mempermudah cara hidup disisi lain juga telah menyumbangkan lebih banyak bahaya terhadap kesehatan tubuh manusia. Polusi udara, ritme kerja yang cepat, tidak sempat olahraga, makanan cepat saji dan berbagai pengawet dihampir semua makanan instan, semuanya menjadi bagian dari gaya hidup sebagian besar manusia modern.
Antioksidan eksogen dapat kita peroleh dari konsumsi makanan kaya vitamin E dan C. Belakangan ini para ahli telah meneliti berbagai senyawa fitokimia yang dapat bermanfaat sebagai alternatif antioksidan selain vitamin E dan C, yang disebut senyawa Fenolik. Senyawa fenolik mudah ditemukan pada berbagai tumbuh-tumbuhan hijau, rempah dan buah-buahan. Senyawa lainnya yang bersifat antioksidan adalah karotenoid, yang dapat kita peroleh dari konsumsi sayur dan buah-buahan berwarna terang seperti tomat dan wortel.

Kuncinya adalah Gaya Hidup Sehat !
Penuaan sel-sel tubuh dapat kita perlambat dengan memiliki kebiasaan hidup yang sehat. Kebiasaan ini mencakup diet yang sehat dan seimbang kaya antioksidan, olahraga yang teratur dan konsisten, tidak merokok, istirahat yang cukup, lindungi kulit kita dari sinar matahari dan yang terpenting adalah hindari stress dengan hidup seimbang dan kebiasaan berpikir positif dalam memandang setiap hal. Sebuah studi yang dilakukan oleh ilmuwan di Amerika menyebutkan bahwa perubahan gaya hidup yang komprehensif, menyangkut diet yang lebih baik dan aktivitas fisik yang lebih teratur tidak hanya menyehatkan fisik namun juga penyebabkan perubahan yang dramatis pada tingkat genetik. Dengan kata lain, genetik yang diwariskan kepada kita bukan merupakan harga mati. Karena dengan gaya hidup yang sehat kita dapat mewariskan gen yang lebih baik dan lebih sehat kepada keturunan kita.

Read More...

Kamis, 05 Juni 2008

Kendalikan Kolesterol Anda !


Gaya Hidup Sehat
Walaupun terdengar sederhana, perubahan haya hidup menjadi lebih sehat dapat menyelamatkan hidup anda dengan mencegah anda mengalami penyakit jantung dan pembuluh darah yang lain.
Lakukan medical check up (periksa darah) secara teratur setidaknya 6 bulan sekali setelah berkonsultasi kesehatan dengan dokter, karena koelsterol yang yang tinggi sering tidak menimbulkan gejala apapun.
Kontrol kolesterol anda dengan memiliki gaya hidup yang sehat yaitu : diet rendah lemak, stop merokok, berat badan seimbang dan olahraga teratur.


Diet Rendah Lemak
Jenis lemak dalam makanan yang dapat meningkatkan kolesterol adalah : Lemak jenuh (saturated), terdapat dalam kuning telur, otak sapi, mentega, goreng2an, cookies, permen, daging merah, keju, minyak kelapa, susu full cream. Makanan jenis ini harus dihindari. Juga Lemak tidak jenuh rantai tunggal (Monounsaturated) yang terdapat dalam udang, kepiting. Jenis makanan ini boleh dikonsumsi namun dengan jumlah yang terbatas.
Sedangkan jenis lemak yang justru dianjurkan untuk banyak dikonsumsi adalah Lemak tidak jenuh rantai ganda (Poliunsaturated) karena dapat membantu meningkatkan “lemak baik” (HDL) dan menurunkan “lemak jahat” (LDL). Lemak ini terdapat dalam ikan laut dalam seperti tenggiri, tuna, sardin, kakap, kembung dan minyak ikan. Makanlah setidaknya 3 porsi setiap minggu.
Perbanyak asupan serat (buah dan sayuran), dan pilihlah makanan segar daripada makanan yang diproses.
Kurangi makanan bergula dan pilihlah produk2 non fat.
Batasi penggunaan garam tidak lebih dari 6 g per hari (setara dengan 1 sendok the).
Jangan mengkonsumsi makanan berkolesterol sampai lebih dari 300 mg setiap hari (bacalah label makanan dan minuman yang anda beli untuk menentukan pilihan yang terbaik).
Tidak meminum alkohol lebih dari 1 gelas setiap hari.


Stop Merokok
Kebiasaan merokok dapat menyebabkan penebalan dan penyempitan pembuluh darah yang mengakibatkan suplai darah ke organ-organ tubuh yang penting menjadi berkurang.
Perokok 2-3 kali lebih mungkin terkena stroke dan serangan jantung dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok.


Berat Badan Seimbang
Berat badan yang berlebihan dapat beresiko meningkatkan kolesterol jahat dan menurunkan kolesterol baik dalam tubuh. Selain itu juga beresiko terkena penyakit diabetes, jantung, hipertensi dan gangguan kesehatan lainnya.
Menjaga berat badan tetap seimbang akan membantu mengurangi resiko ini dan menurunkan kolesterol jahat dalam tubuh.
Untuk menilai berat badan yang seimbang ditentukan dengan mengukur berat badan dibagi tinggi badan dipangkatkan dua.
Ukuran lingkar pinggang merupakan indikator yang baik untuk menilai kelebihan lemak di perut dan berkaitan erat dengan resiko penyakit kardiovaskular. Ukurlah lingkar pinggang anda di titik tengah antara tepi bawah tulang iga dan tepi atas tulang panggul.
Untuk pria, lingkar pinggang lebih dari 102 cm (atau 88 cm untuk wanita) menandakan peningkatan resiko penyakit.


Olahraga Teratur
Olahraga yang efektif membantu menurunkan kadar kolesterol adalah olahraga yang melibatkan otot – otot besar tubuh seperti paha, lengan atas serta pinggul.
Lakukan olahraga jogging, jalan kaki, aerobic, berenang, senam, bersepeda paling tidak 3 kali seminggu masing – masing 1 jam. 5-10 menit pertama digunakan untuk pemanasan, 30 menit untuk olahraga dan 10 menit untuk pendinginan.
Lakukan olahraga secara teratur dan konsisten disertai keinginan yang kuat dan kesadaran untuk membuat hidup menjadi lebih sehat dan berkualitas.

dr. Ruri Diah Pamela

Read More...

Selasa, 03 Juni 2008

Memahami Proses Penuaan dan Upaya Menghambatnya

Menjadi tua adalah suatu proses alamiah yang pasti terjadi pada setiap manusia. Tidak seorangpun yang dapat menghentikan proses penuaan. Siklus ini ditandai dengan tahap-tahap mulai menurunnya berbagai fungsi organ tubuh karena setelah mencapai dewasa, secara alamiah seluruh komponen tubuh tidak dapat berkembang lagi. Sebaliknya justru terjadi penurunan karena proses penuaan. Penuaan merupakan suatu proses multidimensional, yang tidak hanya terkait dengan faktor jasmani, tapi juga psikologis dan sosial. Penuaan itu sendiri adalah suatu proses alamiah kompleks yang melibatkan setiap molekul, sel dan organ dalam tubuh.

Mengapa Kita Menjadi Tua ?
Dari sudut pandang ilmiah, mengapa dan bagaimana tubuh kita mengalami penuaan masih merupakan misteri yang terus menerus dicari jawabannya oleh para ilmuwan. Proses penuaan itu sendiri dapat melingkupi adanya perubahan pada jaringan tubuh sampai dengan perubahan mekanisme pada tingkat sel. Selama bertahun-tahun, banyak teori yang berusaha menjelaskan mengenai proses ini dan perubahan-perubahan apa yang menyebabkan penuaan.

Teori penuaan pada dasarnya terbagi menjadi dua kelompok, yaitu teori Program dan Teori Wear and Tear. Teori program menekankan prinsip bahwa di dalam tubuh manusia terdapat suatu jam biologis, mulai dari proses janin sampai pada kematian dalam suatu model yang memiliki program yang sudah “tercetak”. Peristiwa ini terprogram mulai dari tingkat sel sampai embrio, janin, masa bayi dan anak-anak, remaja, dewasa menjadi tua dan akhirnya meninggal. Teori Program meliputi pembatasan replikasi sel, proses imun, dan mekanisme neuroendokrin dari penuaan. Pada suatu penelitian laboratorium diketahui bahwa sel normal memiliki kapasitas yang terbatas untuk melakukan pembelahan yang terus menerus, hal inilah yang terjadi pada sel-sel tubuh orang dewasa yang akhirnya menjadi tua dan lemah, teori ini menjadi dasar dari teori pembatasan replikasi sel. Mekanisme neuroendokrin mengatakan bahwa ketika manusia menjadi tua, tubuh hanya mampu memproduksi hormon lebih sedikit akibatnya fungsi tubuh terganggu dam muncul berbagai keluhan.

Sedangkan Teori Wear and Tear menganggap bahwa tubuh dan sel-selnya yang terlalu sering digunakan dan disalahgunakan secara terus menerus akan menjadi lemah dan akan mengalami kerusakan dan akhirnya meninggal. Organ tubuh seperti hati, lambung, ginjal, kulit dan yang lain akan menurun fungsinya karena toksin di dalam makanan dan lingkungan yang kita terima setiap hari, selain itu juga akibat dari konsumsi lemak, gula, kafein, nikotin, alkohol yang berlebihan. Dan yang tidak kalah penting adalah akibar dari paparan sinar matahari serta stress fisik dan psikis. Yang harus diingat adalah bahwa kerusakan ini tidak terbatas pada organ, melainkan juga terjadi pada tingkat sel.

Penyebab Proses Penuaan
Banyak faktor yang menyebabkan setiap orang menjadi tua melalui proses penuaan. Pada dasarnya berbagai faktor tersebut dapat dikelompokkan menjadi faktor internal dan faktor eksternal. Beberapa faktor internal adalah radikal bebas, hormon yang menurun kadarnya, proses glikosilasi, sistem kekebalan tubuh yang menurun dan juga faktor genetik. Sedangkan faktor eksternal adalah gaya hidup yang tidak sehat, diet yang tidak sehat, kebiasaan hidup yang salah, paparan polusi lingkungan dan sinar ultraviolet, stress dan penyebab sosial lain seperti kemiskinan. Kedua faktor ini saling terkait dan memainkan peran yang besar dalam penyebab proses penuaan.

Tubuh kita membentuk suatu reaksi kimia kompleks yang membentuk suatu molekul kimia yang tidak stabil yang disebut radikal bebas. Molekul radikal bebas ini dapat menyebabkan kerusakan pada sel yang sehat melalui suatu proses yang disebut dengan Oksidasi. Proses ini sama seperti proses yang kita lihat pada apel hijau yang berubah warna menjadi coklat atau logam tembaga yang berubah warna dari emas kemerahan menjadi biru kehijauan. Produksi radikal bebas ini dapat meningkat jumlahnya apabila kita sering terpapar oleh sinar matahari, merokok, polusi udara dan mengkonsumsi makanan yang rendah nilai gizinya. Produksi radikal bebas yang semakin meningkat dalam tubuh kita memberi kontribusi yang besar terhadap terjadinya proses penuaan berbagai organ tubuh.

Stress juga berperan besar pada semakin cepatnya proses penuaan terjadi. Stress dalam hal ini tidak hanya terkait dengan psikologis tetapi juga jasmani. Apabila tubuh kita mengalami kerusakan, maka tubuh akan mencoba untuk memulihkan diri sendiri. Pada batas tertentu tubuh dapat pulih namun tidak seratus persen dan tentu tidak pada semua kasus. Semakin sering tubuh kita mengalami stress maka makin kecil kemungkinan tubuh untuk pulih akibatnya tubuh semakin menua dan menjadi rentan terhadap penyakit. Apa yang menyebabkan tubuh kita tidak bisa sepenuhnya memulihkan kerusakan tadi, sebagian besar belum diketahui.

Bisakah Proses Penuaan Dicegah ? (Paradigma Baru)
Seiring bertambahnya usia hidup kita dan semakin terpakainya seluruh organ tubuh, kita memang tidak bisa mengelak dari proses penuaan. Kita telah mengetahui bahwa proses penuaan disebabkan oleh berbagai faktor baik internal maupun eksternal. Ini berarti bahwa proses penuaan bukanlah datang dengan sendirinya tanpa penyebab. Dan karena itu lah proses penuaan adalah suatu proses yang dapat dicegah dan dihambat apabila faktor-faktor pendukungnya juga dapat dihambat dan diatasi. Hal ini sesuai dengan paradigma baru dalam kedokteran anti penuaan yang dikenalkan oleh American Academy of Anti Aging Medicine tahun 1993, dimana tantangan dari paradigma baru ini adalah bagaimana mencegah, menunda, bahkan mengembalikan ke kondisi semula semua proses yang membuat manusia menua dengan semua disfungsi, tanda dan gejala.

Tiga hal penting berkaitan dengan konsep kedokteran anti penuaan yang memberi harapan dalam menghambat proses penuaan adalah pertama, penuaan adalah suatu proses yang dapat dicegah, ditangani bahkan dikembalikan ke keadaan semula. Kedua, manusia bukanlah tahanan dari takdir genetik mereka, dan ketiga gejala penuaan terjadi karena kadar hormon yang menurun, bukan kadar hormon menurun karena proses penuaan.
Kehadiran konsep ini memberikan fakta ilmiah yang menunjukkan bahwa proses penuaan bisa diperlambat, ditunda, dan bahkan bisa dikembalikan. Dibandingkan dengan kedokteran konvensional yang mengobati gejala atau akibat dari penuaan, maka kedokteran anti-aging lebih pada merubah proses penuaan itu sendiri dan sekaligus membawa harapan baru bagi umat manusia.

Jadi penuaan adalah suatu proses yang dapat kita cegah, kita hindari dan kita minimalisasi. Dengan demikian maka umat manusia tidak lagi harus membiarkan begitu saja dirinya menjadi tua dengan segala keluhan dan penyakit. Sebaliknya, sebelum muncul keluhan dan gejala yang umumnya terjadi pada usia lanjut, perlu ada upaya untuk menghambat proses penuaan.

Memperlambat Proses Penuaan
Proses penuaan dapat dicegah dan diperlambat apabila kita memiliki gaya hidup yang baik dan sehat dan dengan konsisten kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, yang tentu saja harus dibarengin dengan komitmen dan keinginan untuk hidup sehat.
1. Olahraga teratur dan konsisten
Tidak pernah terlambat untuk mulai membiasakan diri berolahraga. Dengan berolahraga teratur, tubuh dibiasakan untuk selalu aktif dan sirkulasi darah ke seluruh tubuh tetap sehat. Sebuah studi yang dilakukan oleh ilmuwan di Universitas Harvard menyebutkan bahwa orang-orang yang memulai kebiasaan olahraga lebih lambat pada usia tua ternyata memiliki tingkat kesakitan dan kematian yang lebih rendah dibandingkan dengan orang-orang yang pada usia mudanya rajin berolahraga tapi lalu menjadi malas berolahraga di usia tuanya. Hal ini membuktikan bahwa orang tidak pernah terlalu tua untuk mulai berolahraga.
2. Makanlah makanan yang sehat
Apa yang kita makan sangat mempengaruhi seluruh proses dalam tubuh dan hal ini akan terpancar keluar. Beberapa tips yang dapat digunakan dalam memilih makanan yang dapat membantu memperlambat proses penuaan dalam tubuh kita : Batasi konsumsi gula olahan dan lemak terutama lemak jenuh hewani, konsumsi makanan berserat tinggi (seperti, gandum, buah dan sayuran segar), lebih baik mengkonsumsi karbohidrat kompleks/polisakarida dibandingkan glukosa (nasi, roti, pasta), Konsumsi kalsium yang cukup, perbanyak minum air putih 10 gelas setiap hari, dan dianjurkan untuk mengkonsumsi ekstra antioksidan, seperti 100 IU Vit.E.
3. Lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala yang diperlukan dan sesuai dengan kondisi masing-masing individu.
Bagaimana kita bisa mengetahui apakah kondisi tubuhnya kita fit atau tidak untuk tetap dapat menjalankan kehidupan ? Tentu kita tidak bisa mengukurnya hanya dari diri kita sendiri yang merasa tidak ada keluhan dan merasa tidak ada bagian dari tubuh kita yang terasa sakit, itulah pentingnya kita melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Kesadaran akan pentingnya nilai kesehatan inilah yang merupakan salah satu bentuk upaya dari menghambat proses penuaan.
4. Kelola stres dengan selalu berpikir positif
Banyak studi ilmiah sudah dilakukan yang menyatakan bahwa kondisi stress psikologis yang berlangsung lama dapat mempercepat proses penuaan dan membuat orang menjadi lebih tua sebelum waktunya. Secara ilmiah dikatakan bahwa, kondisi stress psikologis secara tidak langsung dapat merusak struktur telomere, yaitu suatu komponen biokimia yang terdapat pada kromosom manusia yang berperan pada replikasi sel. Dengan setiap replikasi sel, telomere memendek. Mekanisme telomere ikut menentukan rentang usia sel dan pada akhirnya juga rentang usia organisme itu sendiri. Maka penting sekali untuk dapat mengelola stres kehidupan dengan menjaga pikiran agar senantiasa berpikir positif dan optimis.

Read More...

Rabu, 28 Mei 2008

Waspadai Dampak Pemanasan Global pada Kesehatan

Kita telah mengetahui bahwa pemanasan global akan menyebabkan kesakitan dan kematian bagi umat manusia di kemudian hari. Namun dalam bentuk seperti apakah hal tersebut akan terjadi sepertinya masih sulit untuk dikatakan. Satu contoh dampak yang telah kita ketahui dengan jelas adalah peningkatan suhu bumi telah menyebabkan timbulnya gelombang panas yang menyebabkan kematian pada 20.000 orang di Eropa pada bulan Agustus 2003 (Time Magazine).

Selain itu suhu udara yang meningkat disertai dengan curah hujan yang tinggi dapat meningkatkan populasi nyamuk di daerah tropis, dimana kondisi ini dapat mencetuskan penyakit yang diperantarai nyamuk, seperti Malaria, Demam Berdarah Dengue, dan infeksi lain yang diperantarai nyamuk.

Menurut Badan Kesehatan Dunia WHO (World Health Organization), perubahan iklim yang terjadi bertanggung jawab terhadap sekitar 150.000 angka kematian setiap tahunnya. Keadaan ini akan berkembang dua kali lipat pada tahun 2030.

Masalah ini terutama akan jelas terlihat pada negara – negara dunia ketiga yang pada umumnya juga telah memiliki masalah kesehatan yang lain.

1. Udara

Kita selalu berpikir bahwa terganggunya kualitas udara adalah karena polusi asap kendaraan dan industri, namun tanpa kita sadari peningkatan suhu udara itu sendiri juga dapat menimbulkan dampak yang sama yang disertai dengan bertambahnya jumlah lubang ozone.

Suhu udara yang meningkat juga dapat mencetuskan gelombang panas berbahaya yang dapat menimbulkan suatu “heat stroke” . Secara normal, apabila “termostat” alami pada tubuh manusia tidak dapat menahan suhu panas yang terlalu berlebihan dan suhu tubuh dapat meningkat dengan cepat, maka tubuh kita akan memberikan suatu reaksi. Secara normal kita akan berkeringat untuk menurunkan suhu tubuh, namun hal ini tidak cukup apabila rasa panas yang timbul sangat intens.

Heat Stroke adalah suatu kondisi serius yang dapat menyebabkan kematian / kecacatan apabila tidak ditangani dengan tepat.

2. Air

Salah satu dampak pemanasan global yang dapat diprediksi adalah curah hujan yang tinggi, yang dapat menyebabkan banjir. Isu yang harus diperhatikan berkaitan dengan masalah banjir ini adalah mengenai kualitas air. Kualitas air yang buruk dan tercemar dapat menyebabkan munculnya penyakit pada saluran pencernaan. Banjir dapat memicu berpindahnya mikroorganisme patogen dan menimbulkan penyakit, tidak hanya pada saluran cerna tapi juga penyakit kulit.

3. Penyakit yang diperantarai nyamuk (mosquito-borne disease)

Dibeberapa wilayah, perubahan iklim juga dapat menyebabkan bertambahnya jumlah kasus – kasus penyakit tropis yang terkait dengan nyamuk, seperti malaria dan demam berdarah dengue. Curah hujan yang tinggi turut membantu penyebaran penyakit – penyakit ini. Hal ini menjadi masalah serius terutama di negara – negara tropis, termasuk Indonesia.

Suatu studi menyebutkan bahwa suhu udara yang tinggi dapat memperluas wilayah terbang nyamuk dan membuat nyamuk bertahan hidup lebih lama dan hal ini akan meningkatkan wabah penyakit menjadi lebih luas.

dr. Ruri Diah Pamela

Read More...