Jumat, 04 Februari 2011

Dermatitis Atopik (Eksim), Gatal yang Merepotkan


Dermatitis Atopik atau Eczema Dermatitis atau Eksim adalah peradangan pada lapisan atas kulit yang sifatnya kronis atau menahun. Penderita penyakit ini biasanya mengeluh kulit nya terasa gatal dan kering yang tidak sembuh-sembuh atau sering kambuh walaupun sudah diobati. Dermatitis Atopik umumnya mengenai bayi dan anak-anak, namun tidak jarang juga dialami oleh orang dewasa. Pada orang dewasa biasanya juga akan menimbulkan gangguan secara kosmetik dikarenakan kulit yang sering digaruk lama kelamaan akan menimbulkan bercak kehitaman (hiperpigmentasi) sehingga mengganggu penampilan. Kondisi ini biasanya muncul pada penderita yang memiliki kecenderungan atopi, yaitu suatu tendensi gangguan alergi yang diturunkan secara genetik. Jadi penderita yang mengalami dermatitis atopik biasanya memiliki riwayat penyakit asma atau alergi pada kondisi tertentu dalam keluarganya. Dengan kata lain, Dermatitis Atopik adalah suatu bentuk penyakit alergi. Belakangan ini prevalensi terjadinya Dermatitis Atopik semakin meningkat di seluruh dunia dan menyebabkan masalah dikarenakan penyakit ini seringkali diderita sepanjang hidup karena sifatnya yang kronik residif (menahun dan gampang kambuh). Selain itu penanganan Dermatitis Atopik merupakan penanganan sepanjang hidup penderita, dan tidak hanya menyangkut kehidupannya sendiri namun juga keluarganya.

Gangguan Pada Lapisan Sawar Kulit
Kulit kita memiliki lapisan pelindung/sawar berupa lapisan lemak tipis yang fungsinya menjaga kelembaban kulit dan mencegah kulit menjadi kering. Pada penderita Dermatitis Atopik, lapisan lemak ini menipis dan menyebabkan kulit menjadi mudah kering. Hal ini tidak diketahui penyebabnya dan merupakan kondisi yang diturunkan secara genetik. Lapisan lemak yang disebut ceramide ini sangat penting karena fungsinya sebagai pengikat air dan menjadi salah satu pelindung alamiah kulit kita. Kulit yang sering mengalami kekeringan ini akan mengakibatkan ambang rangsang gatal menjadi relatif rendah sehingga menimbulkan sensasi untuk menggaruk. Garukan yang sering dilakukan secara berulang akan menimbulkan iritasi dan merusak sawar kulit dan menyebabkan zat alergen, zat iritatif dan mikroorganisme mudah masuk ke lapisan kulit yang lebih dalam. Itulah sebabnya penderita Dermatitis Atopik seringkali mudah menderita infeksi kulit yang lain.

Makanan Adalah Pencetus ?
Peran makanan sebagai pencetus Eksim sampai saat ini masih menimbulkan pro dan kontra diantara para ahli penyakit kulit dan ahli alergi di dunia kedokteran modern walaupun sudah banyak studi dan penelitian yang mendukung hal ini. Alergi terhadap makanan biasanya dimulai pada periode tahun pertama kehidupan sampai usia 2 tahun melalui proses sensitisasi terhadap komponen protein dalam makanan. Dengan berjalannya waktu, alergi makanan dapat menghilang namun alergi terhadap beberapa makanan tertentu sering berlanjut sampai seumur hidup, misalnya alergi terhadap susu dapat hilang namun alergi terhadap kacang tanah atau kelompok kacang-kacangan dapat menetap sampai dewasa. Alergen pada makanan yang sering menyebabkan Dermatitis Atopik pada bayi dan anak adalah susu, telur, kacang-kacangan, makanan laut, kedelai dan gandum.

Pahami Terlebih Dahulu Sebelum Diobati
Dermatitis Atopik memiliki manifestasi klinis yang luas dan sangat bervariasi, tidak ada satupun pengobatan yang ideal untuk semua penderita Eksim. Setiap penderita Dermatitis Atopik memerlukan pendekatan pengobatan secara individual, berbagai macam pengobatan dapat dicoba sebelum memperoleh pengobatan yang ideal untuk setiap individu. Prinsip pengobatan Eksim yan terutama adalah edukasi, mengurangi gatal, dan menghindari kekambuhan. Edukasi merupakan aspek yang sangat penting dalam pengobatan Dermatitis Atopik, dengan memahami penyebab dan faktor pencetus maka pasien akan lebih mudah menerima penyakit yang dideritanya dan dapat mengenali sendiri faktor luar apa yang sekiranya menjadi pemicu. Edukasi juga mencakup cara merawat kulit yang benar dikarenakan kulit penderita Dermatitis Atopik cenderung kering maka perawatan juga harus disesuaikan dengan kondisi tersebut. Sebisa mungkin hindari produk perawatan yang dapat mengiritasi kulit dan menyebabkan kulit menjadi bertambah kering. Kurangi gatal dengan tujuan agar penderita tidak menggaruk kulit yang dapat menyebabkan infeksi dan memperburuk penyakit. Menggunakan emolien (pelembab kulit) juga dianjurkan untuk mencegah kekeringan dan menghindari gatal, namun gunakan produk yang ringan dan non iritatif. Alternatif pengobatan yang lain terkadang membutuhkan intervensi secara psikologis agar didapatkan hasil yang optimal dan mengurangi kekambuhan hal ini dikarenakan keberhasilan pengobatan Dermatitis Atopik membutuhkan pendekatan secara individual dan holistik.



Read More...

Rabu, 12 Januari 2011

Pityriasis Alba, Putih Yang Bukan Jamur



Apa itu Pityriasis Alba ? Pityriasis Alba adalah suatu bentuk Dermatitis yang ringan. Dematitis itu sendiri adalah suatu peradangan kulit yang disebabkan banyak faktor, bisa dari dalam tubuh sendiri atau dari luar tubuh (udara, air, pakaian/perhiasan yang kita kenakan dsb). Keluhan yang umumnya timbul pada penderita penyakit ini adalah munculnya bercak-bercak warna putih di wajah, tubuh, atau di lengan tangan dan lengan kaki yang tidak gatal. Biasanya penderita datang untuk berobat ke dokter dikarenakan bercak putih ini cukup mengganggu penampilan dan mengurangi percaya diri.Kasus Pityriasis Alba sering dijumpai tidak hanya di praktek Dokter Spesialis Kulit, namun juga praktek Dokter Umum. Sering kali salah di diagnosa dengan infeksi jamur dikarenakan secara klinis memang mirip. Pityriasis Alba merupakan kelainan kulit dengan bercak putih bersisik halus seukuran koin sampai plakat dengan bentuk bulat, oval dan tidak teratur. Paling banyak mengenai anak-anak umur 3-16 tahun, walaupun orang dewasa juga dapat terkena.

Apa Penyebabnya ?
Penyebab dari Pityriasis Alba sampai saat ini masih merupakan misteri dalam ilmu kedokteran khususnya Ilmu Kesehatan Kulit & Kelamin (Dermatology & Venereology). Beberapa teori para ahli berusaha mengungkapkan penyebab dari penyakit ini, namun belum ada satu yang menjadi kesepakatan. Suatu teori mengatakan bahwa Pityriasis Alba disebabkan karena suatu infeksi bakteri Streptococcus, namun belum bisa dibuktikan melalui pemeriksaan. Teori yang banyak dianut saat para ahli penyakit Kulit saat ini adalah hubungan Pityriasis Alba dengan pasien yang memiliki sifat kulit sensitif (atopi). Karena itu kebanyakan pasien dengan gangguan kulit seperti ini juga memiliki riwayat pernah mengalami Dermatitis Atopik. Banyak pasien mengira kelainan kulit ini berhubungan dengan paparan sinar matahari yang terlalu sering dan intens. Walapun memang seringkali banyak pasien mengeluh gangguan ini timbul setelah banyak beraktivitas di luar ruangan/ di lapangan, namun hubungan langsung antara paparan sinar matahari dengan timbulnya Pityriasis Alba masih belum bisa dibuktikan secara ilmiah. Bahkan menurut literatur yang banyak dipakai oleh dokter Spesialis Kulit di Indonesia, paparan sinar matahari dan jenis sabun yang dipakai sehari-hari bukanlah merupakan faktor yang mempengaruhi munculnya penyakit ini.

Bagaimana Menyembuhkannya?
Penyakit ini umumnya ringan dan tidak memberikan dampak yang serius. Keluhan yang timbul disebabkan karena mengganggu penampilan. Walaupun ringan namun penyakit ini agak sulit disembuhkan. Pengobatan yang dipakai oleh dokter bertujuan untuk menghilangkan bercak yang mengganggu. Dokter biasanya memberikan salep kortikosteroid topikal untuk mempercepat pengembalian warna kulit seperti semula, namun pemakaiannya harus dalam pengawasan dokter. Pemakaian pelembab / emolien biasanya dianjurkan dikarenakan penyakit ini timbul pada kondisi kulit yang kering. Apabila pengobatan dengan salep / krim dirasa kurang memuaskan dapat dibantu dengan terapi sinar yang hanya dapat dilakukan di klinik / praktek dokter Spesialis Kulit. Walaupun biasanya setelah pengobatan berhenti maka penyakit ini dapat timbul kembali.
Pengobatan Pityriasis Alba sampai saat ini memang belum dapat memberikan hasil yang cukup menggembirakan, selain itu pengobatannya pun memerlukan waktu berminggu-minggu bahkan sampai berbulan-bulan. Pityriasis Alba tidak menular dan tidak berbahaya, pada beberapa kasus pasien yang menderita penyakit ini di masa kanak-kanaknya berangsur sembuh saat menginjak usia dewasa. Diharapkan kemajuan dalam ilmu kedokteran Kulit & Kelamin di masa depan dapat memberikan harapan yang lebih baik bagi pengobatan penyakit ini.

Read More...

Sabtu, 01 Januari 2011

Q & A Masalah Rambut & Kulit Kepala Pria


Pada dasarnya anatomi rambut dan kulit kepala pada pria dan wanita tidak jauh berbeda, walupun secara fisiologi ada sedikit perbedaan dalam hal kecepatan pertumubuhan rambut. Rambut pada pria akan tumbuh lebih cepat dan lebih kuat, hal ini disebabkan pengaruh hormon dimiliki pria berbeda pada wanita. Namun pria memiliki masalah2 pada rambut dan kulit kepala yang tidak jauh berbeda pada wanitaa. Kerontokan rambut
Kerontokan rambut seringkali dianggap hal yang biasa terjadi, namun diam-diam masalah ini sebenarnya cukup mengkhawatirkan kaum pria, dikarenakan apabila dibiarkan maka kerontokan rambut dapat berujung pada masalah lain yang lebih menakutkan yaitu kebotakan, dimana hal ini cukup mempengaruhi estetika / penampilan. Walaupun sebenarnya kerontokan rambut itu termasuk salah satu siklus normal pertumbuhan rambut, karena fungsinya untuk memberikan kesempatan pada rambut baru untuk bisa tumbuh.Hal ini menjadi masalah apabila rambut rontok sebelum waktunya (premature hair loss) atau rontok dalam jumlah berlebih.

b. Ketombe (Dandruff)
Ketombe adalah suatu kelainan pengelupasan kulit ari pada kulit kepala. Istilah ketombe yang dikenal oleh awam, sebenarnya dalam dunia medis merupakan suatu kelompok penyakit yang merupakan spektrum dari yang paling ringan (kondisi yang disebut Pitiriasis sicca), sedang (Dermatitis seboroik / eksim kulit berminyak) sampai pada kondisi yang berat (Psoriasis). Ketombe merupakan masalah pada kulit kepala yang berlangsung lama (kronis), ditandai dengan adanya rasa gatal dan serpihan-serpihan berwarna putih yang merupakan akibat dari pengelupasan dari kulit ari di kulit kepala. Walaupun kondisi ini tidak menular dan cenderung tidak berbahaya, namun hal ini seringkali mengganggu penampilan dan terkadang sulit untuk disembuhkan.

c. Rambut beruban (Graying of Hair)
Uban merupakan suatu keadaan dimana warna rambut menjadi lebih muda / terang. Hal ini dikarenakan sel-sel pembentuk pigmen di rambut yang disebut melanosit tidak lagi memproduksi melanin (pigmen pewarna rambut) sehingga butir-butir pigmen dalam rambut diisi oleh udara. Hal ini juga bisa terjadi akibat melambatnya metabolisme untuk memproduksi pigmen akibat proses penuaan (aging).

d. Infeksi pada kulit kepala
Kulit kepala seperti juga kulit pada bagian tubuh yang lain, dapat mengalami infeksi oleh berbagai mikro organisme, seperi bakteri, jamur, virus dan parasit. Bentuk dari infeksi ini dapat berbeda-beda gejala klinisnya, namun manifestasinya secara umum menyebabkan rasa gatal, kulit kepala yang berminyak dan berketombe, rambut rontok dan bahkan kebotakan. Secara umum infeksi yang sering terjadi adalah jamur di kulit kepala (tinea capitis), kutu rambut / head lice (pediculosis capitis) dan radang pada kelenjar folikel rambut akibat bakteri (folliculitis). Infeksi akibat virus pada kulit kepala pada umumnya jarang ditemukan.

Apakah penyebab maslah-masalah tersebut ?

a. Kerontokan rambut
Kerontokan rambut merupakan keadaan multifaktorial, artinya penyebabnya banyak dan satu sama lain bisa saling terkait. Mulai dari faktor genetika, malnutrisi (diet yang salah/ketat), stres psikologis, akibat penggunaan produk / obat-obatan tertentu, adanya ketidak seimbangan metabolisme dalam tubuh atau dapat juga dikarenakan adanya penyakit tertentu yang mendasar, misalnya Diabetes, Hipotiroidism atau penyakit yang menyerang sistem imunitas tubuh. Kerontokan rambut yang terus menerus dapat menimbulkan kebotakan yang disebut Alopesia androgenetik atau yang dikenal dengan Male Pattern Baldness. Pola kebotakan seperti ini diyakini oleh sebagian dermatologist sebagai 95 % penyebab kebotakan pada pria. Pada keadaan ini folikel penumbuh rambut menajdi sensitif terhadap suatu hormon yang disebut Dihidrotestosterone (DHT) menyebabkan folikel rambut menjadi mengecil dan memendek masa hidupnya sehingga berhenti memproduksi sel rambut. Kondisi ini sebagian besar disebabkan faktor keturunan. Obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan kerontokan rambut, yaitu obat-obatan yang mengandung antikoagulan / pengencer darah, obat-obatan untuk asam urat, chemotherapi pada penderita cancer dan antidepresan.

b. Ketombe (Dandruff)
Ketombe merupakan suatu kondisi pengelupasan kulit pada kulit kepala yang menimbulkan serpihan-serpihan berwarna putih. hal ini disebabkan suatu kondisi yang disebut eksema / eksim di kulit kepala, dimana pada kondisi ini terjadi pengelupasan kulit kepala yang lebih cepat dari pada kondisi normal. Selain serpihan kulit berwarna putih, hal ini juga disertai kondisi rambut yang sering berminyak dan rasa gatal di kulit kepala. Pada keadaan yang cukup parah, hal ini merupakan suatu penyakit yang disebut Dermatitis Seboroik.Dapat terjadi pada bayi usia 3 bulan sampai usia 60 tahun dan lebih sering mengenai pria dibandingkan wanita. Penyebabnya adalah perubahan hormonal karena faktor psikologis dan yang paling sering adalah infeksi jamur di kulit kepala. Kondisi ini juga dapat timbul pada penderita dengan kelainan neuologis misalnya penderita Parkinson dan eplilepsi,namun penyebabnya tidak diketahui dengan pasti.

c. Rambut beruban (Graying of Hair)
Rambut menjadi beruban karena berkurangnya produksi pigmen pada rambut yang disebut melanosit Hal ini timbul dikarenakan ada 2 faktor penyebab, yaitu internal dan eksternal. Faktor internal adalah keturunan / genetik. Dan eksternal adalah seluruh gaya hidup, pola makan, infeksi atau kondisi penyakit tertantu yang mempercepat berkuangnya produkis pigmen pada rambut. timbulnya Sejauh ini faktor genetika merupakan penyebab tersering berkurangnya pigmen pada rambut. Bila karena faktor genetik maka hal ini tidak dapat dicegah atau disembuhkan. Faktor ekstenal yang terjadi seringkali dikarenakan kurangnya intake nutrisi makanan yang tepat, kurang konsumsi vitamin A dan kurang konsumsi serat, kebiasaan merokok dan minum minuman beralkohol dan juga akibat dari penggunaan pewarna rambut yang terlalu sering.

d. Infeksi pada kulit kepala
Infeksi pada kulit kepala merupakan penyebab terbanyak kerusakan dan kerontokan rambut melalui berbagai manifestasi penyakitnya. Namun hal ini adalah suatu kondisi yang dapat disembuhkan karena dengan mengobati infeksinya maka segala permasalahan rambut, seperti rambut rusak, rontok, bermnyak akan dapat dicegah supaya tidak berlanjut dan menjadi parah.
Infeksi akibat jamur (Tinea capitis) terjadi, sama seperti kutu rambut / head lice karena penularan dari orang lain atau akibat penggunaan benda secara bersamaan misalnya handuk. Kondisi ini ditandai dengan adanya kemerahan di kulit kepala yang berbentuk sirkular dan disertai rasa gatal yang mengganggu dan seringkali juga menyebabkan kerontokan rambut. Infeksi akibat bakteri di kulit kepala yang sering terjadi yaitu infeksi pada folikel penumbuh rambut (Folliculitis), ditandai dengan adanya benjolan kecil berwarna putih pada akar rambut disertai rasa nyeri dan rambut yang rontok di area yang terkena. Hal ini terjadi karena kurangnya higiene, akbiat peradangan di kulit kepala karena alergi produk tertentu atau sistem imunitas yang turun.

Apakah pola makan/ makanan tertentu dapat mempengaruhi kesehatan rambut dan kulit kepala?

Intake nutrisi yang tepat dapat memepengaruhi kondisi rambut dan kulit kepala. Kondisi rambut dan kulit kepala yang sehat sebenarnya adalah cerminan dari gaya hidup seseorang, termasuk nutrisi yang sering dikonsumsinya. Sebaliknya, kekurangan nutrisi dan mineral tertentu yang diperlukan dapat dengan mudah tampak dari kesehatan kulit dan rambutnya sepeti terlihat kusam dan tidak berkilai, sering rontok dan mudah patah. Malah rambut yang disebabkan karena defisiensi nutrisi tertentu dapat diatasi dengan diet yang tepat. Nutrisi yang diperlukan untuk kesehatan rambut dan kulit kepala diantaranya :

a. Vitamin A
Intake vitamin A yang cukup dapat membantu proses pertumbuhan rambut dan kesehatan jaringan kulit diseluruh tubuh termasuk rambut dan kulit kepala. Kekurangan vitamin A dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan kerontokan rambut dan pencetus pengelupasan sel pada folikel rambut yang menyebabkan timbulnya ketombe. Vitamin A dapat ditemukan pada buah-buahan dan sayuran berwarna merah, kuning dan oranye dan sayuran hijau. Dosis vitamin A yang diperlukan untuk tubuh orang dewasa adalah 5000 IU (International Unit) setiap harinya.

b. Vitamin B6, B12 dan Asam Folat
Ketiga vitamin ini penting untuk pembentukan sel darah merah dan hemoglobin (komponen sel darah yang mengangkut oksigen), Kondisi rambut dan kulit kepala yang sehat tergantung pada suplai oksigen darah yang cukup. Kekurangan vitamin ini dapat mengurangi suplai oksigen darah ke kulit kepala yang manifestasinya dapat menimbulkan kerusakan rambut dan pertumbuhan rambut yang lambat. Vitamin B6, B12 dan Asam folat dapat ditemukan pada makanan yang kaya protein seperti hati, ikan, kacang kedelai, brokoli, gandum, susu dan telur.

c. Vitamin C
Vitamin C adalah komponen esensial bagi tubuh untuk memproduksi kolagen, yaitu suatu jaringan ikat yang diperlukan bagi kulit diseluruh tubuh termasuk kulit kepala dan rambut. Kolagen yang cukup penting bagi kekenyalan dan kekuatan kulit.Orang yang merokok memerlukan dosis vitamin C dua kali lebih besar dibandingkan orang yang tidak merokok. Dosis yang dianjurkan adalah 60 mg untuk dewasa. Vitamin C dapat ditemukan pada sebagian besar buah-buahan dan sayuran yang berawarna hijau tua.

d. Protein
Protein diperlukan oleh setiap sel tubuh, termasuk sel-sel pertumbuhan rambut, Tanpa intake protein yang cukup, tubuh tidak dapat memproduksi sel-sel rambut baru untuk menggantikan yang telah hilang. Protein yang dikonsumsi harus mencakup 9 macam asam amino sesensial yang diperlukan tubuh secara optimal. Protein yang tepat dapat dikonsumsi dari ikan, telur, daging merah, susu dan keju.

e. Zat Besi
Zat besi berfungsi sebagai pembawa suplai oksigen pada hemoglobin sel darah merah, kekurangan zat besi dapat menimbulkan suatu kondisi yang disebut anemia dan salah satu manifestasinya adalah kerontokan rambut dan rambut yang mudah patah. Zat besi dapat ditemukan dari daging yang berwarna merah dan sayuran hijau. Dosis yang direkomendasikan bagi orang dewasa adalah 18 mg per hari.

f. Zinc
Timbulnya ketombe dan kerontokan rambut adalah suatu kondisi yang dikaitkan dengan kekurangan mineral Zinc. Zinc adalah suatu komponen minreal yang diperlukan bagi replikasi sel-sel tubuh serta pertumbuhan dan perbaikan jaringan yang rusak.Zinc juga berfungsi untuk memelihara kesehatan jaringan kelenjar minyak pada folikel rambut. Sumber Zinc yang baik untuk dikonsumsi salah satunya adalah makanan hasil laut (seafood), juga dapat ditemukan pada susu dan telur dalam jumlah yang kecil.

g. Air
Konsumsi air 8 gelas sehari tidak hanya baik untuk tubuh tapi juga bagi rambut. Air memberi kelembaban yang cuku bagi rambut sehingga terlihat lembut dan bersinar. Setiap sel dan sistem dalam tubuh kita memerlukan air agar dapat bekerja dengan optimal untuk memelihara kesehatan seluruh jaringan tubuh termasuk rambut dan kulit kepala.


Bagaimana cara mengatasi permasalahan rambut dan kulit kepala pada pria ?

a. Kerontokan rambut
Pertama kita harus mengenali penyebab kerontokan rambut untuk dapat mengatasi masalahnya. Apabila dikarenakan perawatan rambut yang salah atau konsumsi obat-obatan tertentu maka masalah kerontokan rambut akan berhenti bila penyebabnya dihentikan.Kerontokan rambut yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau jamur dapat disembuhkan dengan penggunaan antibiotik dan antijamur. Penggunaan obat-obatan seperti steroid dapat membantu pada kasus kerontokan rambut yang menimbulkan kebotakan, namun hal ini sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter spesialis kulit. Pada kondisi tertentu tindakan transplantasi rambut dapat secara dramatis mengatasi masalah kebotakan rambut. Pada tindakan transplantasi rambut, rambut yang sehat ditanamkan pada area yang mengalami kebotakan dan rambut yang tumbuh pada area tersebut akan tampak natural, namun hal ini harus dikonsultasikan ketrlebih dahulu dengan dokter spesialis yang kompeten.

b. Ketombe (Dandruff)
Pengobatan dalam mengatasi ketombe pada dasarnya ditujukan untuk mengurangi inlamasi / peradangan pada kulit kepala, hal ini dapat diatasi dengan menggunakan obat-obatan yang mengandung anti infamasi dan tentunya dengan rekomendasi dari dokter ahli. Pemakaian shampoo yang mengandung Zinc Phyrithione (ZPT) seringkali membantu, Shampo anti ketombe jenis ini mempunyai efek anti bakteri dan anti jamur sehingga dapat mengurangi timbulnya serpihan kulit dan meredakan rasa gatal. Selain itu juga hindari pemakaian minyak rambut, gel atau hair spray secara berlebihan karena dapat memicu pertumbuhan jamur kulit dan jangan lupa mengkonsumsi makanan yang megandung zinc untuk memelihara aktifitas kelenjar minyak dan sistem kekebalan (kuning telur, daging, ikan , kedelai).

c. Rambut beruban
Penyebab rambut yang cepat beruban sebagian besar disebabkan karena faktor internal (genetik) dan hal ini sulit untuk diatasi, namun apabila disebabkam oleh faktor ekternal maka hal ini dapat diatasi dengan melihat kondisi ektsternal apa yang menjadi penyebab. Faktor ekstenal yang terjadi seringkali dikarenakan kurangnya intake nutrisi makanan yang tepat, kurang konsumsi vitamin A dan kurang konsumsi serat, kebiasaan merokok dan minum minuman beralkohol dan juga akibat dari penggunaan pewarna rambut yang terlalu sering. Rambut yang beruban juga dapat tetap terlihat sehat dengan menjaga perawatan rambut yang tepat dan mengkonsumis makanan yang penting bagi rambut sehingga walaupun beruban tetap terlihat sehat dan berkilau.

d. Infeksi pada kulit kepala
Pengobatan untuk infeksi pada kulit kepala dapat dengan mudah diatasi dengan terlebih dahulu mencari tahu apa penyebab infeksinya, apakah karena jamur, bakteri atau parasit tertentu. Pengobatan karena jamur seperti pada Tinea capitis dapat diatasi dengan penggunaan anti jamur yang tepat, bila dikarenakan bakteri seperti pada folliculitis dapat disembuhkan dengan antibiotik. Untuk pemakaian obat-obatan diatas terlebih dahulu harus dikonsultasikan dengan dengan dokter ahli terkait karena setiap orang kondisi dan permasalahannya dapat berbeda-beda walaupun mungkin penyebab penyakitnya sama. Penting untuk diketahui adalah infeksi pada kulit kepala ini seringkali dikarenakan higiene yang kurang dan penggunaan kosmetika / perawatan yang berlebihan / tidak tepat.

Adakah tips mencegah permasalahan pada rambut dan kulit kepala dan menjaganya agar tetap sehat ?

a. Pelihara Higiene yang baik
Hal ini termasuk mencuci rambut dan menjaga kebersihannya secara teratur dan memelihara kadar minyak alami di kulit kepala. Kadar minyak yang berlebihan dan menghambat saluran minyak menuju folikel dan menyebabkan peradangan, sementara kadar minyak alami yang terlalu sedikit dapat menyebabkan kulit kepala menjadi kering dan berketombe.Maka sebaiknya mengetahui jenis shampo yang tepat dan sesuai dengan kondisi rambut dan kulit kepala.

b. Konsumsi nutrisi yang tepat bagi kesehatan rambut dan kulit kepala
Konsumsi nutrisi yang dibutuhkan untuk kesehatan rambut yaitu makanan yang mengandung Vit A, B6, B12, C, Asam Folat, Protein, Zat besi dan Zinc.

c. Hindari pemakaian produk kosmetika rambut yang salah.
Produk perawatan / kosmetika rambut yang anda gunakan tidak tepat apabila anda merasakan rambut menjadi lebih berminyak,
menyebabkan kerontokan , gatal di kulit kepala dan rambut terlihat kusam / tidak berkilau.

d. Lakukan gaya hidup sehat
Menjalani gaya hidup sehat amat berkaitan dengan kondisi rambut dan kulit kepala yang sehat pula. Hal ini disebabkan dengan pola hidup yang sehat, imunitasi tubuh tetap terjaga dengan baik sehingga daya tahan tubuh terhadap berbagai infeksi juga akan meningkat, suplai aliran darah ke seluruh jaringan tubuh termasuk rambut dan kulit kepala akan optimal.

Read More...

Jumat, 31 Desember 2010

Makanan & Acne, adakah Pengaruhnya ?


Bisa dikatakan hampir setiap orang dewasa pernah menderita Acne / Jerawat (Acne Vulgaris) tergantung dari tingkat keparahan yang dialami masing-masing individu. Timbulnya Acne seringkali dikaitkan dengan konsumsi makanan tertentu, yang paling sering disebut biasanya adalah coklat, kacang dan makanan-makanan yang mengandung lemak. Tetapi benarkah demikian?
Bagaimana Acne Bisa Muncul
Acne timbul sebagai hasil dari adanya sumbatan dan peradangan pada pori-pori kulit / muara folikel rambut dan kelenjar minyak di sekitarnya. Seringkali timbulnya Acne juga akibat dari kolonisasi bakteri yaitu Propionibacterium acne. Aktivitas hormonal yang meningkat juga dapat meningkatkan produksi kelenjar minyak di kulit dan menyebabkan sumbatan di muara kelenjar, hal ini memperparah kondisi Acne. Lalu bagaimanakah dengan konsumsi makanan tertentu apakah juga akan memberikan pengaruh dalam memperparah Acne ?

Makanan yang mengandung produk susu (Dairy Product)
Suatu studi ilmiah dilakukan pada penduduk Okinawa di Jepang yang terbiasa mengkonsumsi serat alami dan makanan rendah lemak, pada suatu periode tertentu pola makan mereka diubah menjadi lebih banyak mengandung susu, daging dan makanan olahan hasilnya adalah terjadi peningkatan prevalensi penderita Acne. Sebuah studi lain menyebutkan bahwa sekelompok remaja yang mengkonsumsi susu 3 kali sehari setiap hari dilaporkan menderita Acne lebih sering dibandingkan dengan kelompok remaja yang mengkonsumsi susu lebih jarang ( kurang dari 1 gelas per minggu). Para peneliti menduga kandungan hormon tertentu yang ditemukan dalam susu menjadi penyebab peningkatan prevalensi tersebut. Studi ilmiah yang dilakukan pada tahun 2005 menyebutkan bahwa suatu komponen dalam susu (selain lemak) memiliki kemampuan menstimulasi insulin dalam tubuh. Hal ini akan memicu pengeluaran hormon Testosteron yang merangsang produksi minyak di kulit.
Makanan dengan Indeks Glikemik yang Tinggi
Sebuah penelitian lain yang dilakukan oleh ilmuwan di Papua New Guinea dan Paraguay menyebutkan bahwa mereka hanya menemukan sedikit / jarang kasus Acne dimana hal ini dikaitkan dengan kebiasaan makan penduduk disana yang banyak mengkonsumsi makanan rendah lemak dan rendah indeks Glikemik. Makanan tinggi glukosa (gula sederhana) kebanyakan memiliki Indeks Glikemik yang tinggi. Makanan dengan Indeks Glikemik tinggi mudah memicu sekresi Hormon Insulin yang dapat merangsang pengeluaran hormon Androgen yang memperparah Acne. Selain itu makanan dengan asam lemak jenuh merupakan mediator pro inflamasi yang dapat memicu peradangan di kulit termasuk Acne.

Coklat dan Acne
Pada suatu penelitian dibandingkan kelompok yang mengkonsumsi coklat batangan kaya zat cocoa (dan tidak mengandung susu) dengan kelompok yang mengkonsumsi coklat batangan tanpa zat cocoa terhadap timbulnya Acne, ternyata dari hasil penelitian dilaporkan bahwa dari kedua kelompok tersebut tidak ditemukan perbedaan yang berarti terhadap timbulnya Acne. Dari hasil penelitian tersebut para ahli menyimpulkan bahwa tidak ada pengaruh signifikan konsumsi makanan kaya coklat dengan Acne.
Berdasarkan berbagai studi dan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa konsumsi makanan yang mengandung susu terutama susu sapi ternyata memang mempengaruhi resiko dan tingkat keparahan Acne. Penjelasan dari hal ini adalah karena komponen dalam susu dapat memicu sekresi Insulin Growth Factor (IGF) dimana hormon ini akan memicu pengeluaran hormon Androgen dan Testosteron yang dapat memperparah kondisi Acne atau memicu sekresi minyak di kulit yang berlebih. Hal ini juga terjadi pada konsumsi makanan dengan Indeks Glikemik yang tinggi. Namun tidak ditemukan hubungan antara konsumsi coklat dengan resiko timbulnya Acne.

Read More...

Rabu, 22 Desember 2010

10 Mitos Perawatan Kulit yang Salah


Sudah tepatkah cara kita merawat kesehatan kulit ? Semakin beragamnya produk perawatan kulit yang beredar di pasaran seringkali menimbulkan kebingungan . Bagaimana kita mengetahui perawatan seperti apa yang baik dan tepat bagi kesehatan kulit? Beberapa mitos cara merawat kulit yang akan kita bahas dibawah sudah sering kita dengar, tapi apakah sudah benar ? Pendapat dari para Dermatologis berikut ini barangkali harus kita simak !
1. Membesihkan kulit sebaiknya mencakup 3 tahapan : cleanse-tone-moisture
The fact : Proses toning akan menghilangkan lapisan minyak alami di kulit yang merupakan lapisan pelindung kulit terhadap berbagai iritasi dan infeksi. Semakin kita berusaha menghilangkan kilap minyak di kulit dengan produk oil free, oil absorben dsb justru merangsang pengeluaran minyak lebih banyak. Hal ini adalah respon kulit yang alamiah.

2. Kulit wajah harus dibersihkan minimal 2 kali sehari dengan sabun pembersih wajah.
The fact : Di pagi hari sebetulnya wajah cukup dibersihkan dengan air menggunakan jari-jari tangan. Penggunaan sabun pembersih wajah terlalu sering akan menimbulkan iritasi dan justru akan membuat wajah lebih berminyak. Hindari menggunakan produk anti septik di wajah karena dapat menimbulkan iritasi.

3. Scrubing / Peeling akan membuat wajah bersinar.
The fact : Proses pengelupasan kulit berlebihan justru menimbulkan produksi ekstra minyak pada kulit wajah. Kulit wajah memang akan tampak berkilau pada minggu pertama setelah scrubing / peeling namun setelah itu biasanya diikuti dengan pengeluaran produksi minyak yang berlebih. Kulit memiliki mekanisme pengelupasan alami sendiri setiap 2 minggu yang disebut proses Keratinisasi.

4. Kulit yang kering akan mudah berkeriput.
The fact : Kerutan muncul karena produksi serat kolagen yang menurun dan ekspresi otot wajah yang berulang-ulang. Seringkali kulit yang mengelupas karena kering menimbulkan kerutan yang sudah ada menjadi tampak lebih jelas, hal ini dapat diatasi dengan mudah dengan pemakaian pelembab. Namun kerutan itu tidak akan hilang begitu saja dengan pemakaian pelembab, hanya menjadi lebih samar.

5. Krim mata yang direkomendasikan bagus oleh setiap orang harus kita coba.
The fact : Setiap orang memiliki lapisan kulit sekitar mata yang berbeda-beda elastisitasnya. Jadi tidak selalu krim mata yang cocok dipakai oleh kebanyakan orang akan cocok juga bagi kulit kita. Hal ini sebetulnya berlaku untuk semua produk perawatan kulit apapun.

6. Semakin tinggi nilai SPF, perlindungan semakin baik.
The fact : Ada 3 jenis sinar ultraviolet yaitu UVA,UVB dan UVC. UVA menembus kulit dan menyebabkan pigmentasi, UVB menembus kulit lebih dalam dan menyebabkan luka bakar derajat 1 akibat paparan sinar matahari dan dapat menyebabkan premature aging. UVC diserap oleh atmosfir bumi dan tidak menyentuh permukaan bumi. Nilai SPF pada sunscreen menunjukkan tingkat/derajat sinar UVB yang dapat menimbulkan luka bakar pada kulit yang ditawarkan pada produk sunscreen tersebut. Produk sunscreen yang baik haruslah memiliki perlindungan tidak hanya pada UVB tapi juga UVA.

7. Facial dan Mikrodermabrasi sebaiknya rutin dilakukan dalam perawatan kulit.
The fact : sebuah studi ilmiah oleh para dokter spesialis kulit di India mengatakan bahwa facial yang rutin dilakukan justru memperparah timbulnya jerawat pada hampir 80 % populasi yang diteliti pada studi tersebut. Setelah facial kulit memang akan terasa lebih nyaman, namun tidak ada keuntungan jangka panjang dari hal tersebut selain kulit yang terasa lebih relaks. Microdermabrasi pada dasarnya hanya pengelupasan lapisan kulit yang paling luar, sama seperti melakukan scrubing di rumah.

8. Cara terbaik mengeluarkan komedo adalah dengan ekstraksi.
The fact : ekstraksi yang biasanya dilakukan pada saat facial apalagi dengan metode yg kasar dan salah dapat menimbulkan jaringan parut di wajah. Setelah ekstraksi kulit pun akan mengeluarkan produksi minyak lebih banyak sebagai mekanisme pertahanan akibat iritasi. Menggunakan produk yang mengandung retinol atau peeling dengan TCA yang ringan lebih dianjurkan untuk mengangkat komedo dan tidak menimbulkan resiko scar.

9. Produk anti aging/anti wrinkle cream dapat menghapus kerutan di wajah.
The fact : kebanyakan krim anti kerut hanya bersifat hidrasi/melembabkan dan menyebabkan kerutan menjadi tampak lebih samar. Namun produk anti kerut dengan kandungan Retinol atau Tretinoin memberi hasil lebih menjanjikan karena berdasarkan studi ilmiah, kandungan ini dapat menembus lapisan kulit dan memperbaiki turn over sel dengan lebih baik. Cream yang mengandung vit C juga direkomendasikan namun kandungan ini mudah rusak/menjadi tidak stabil. Tidak ada cream yang betul-betul ‘ajaib’ dalam menghapus kerutan.

10. Perawatan dengan Laser di klinik kecantikan akan mengurangi semua masalah kulit dan membuat kulit tampak jauh lebih muda.
The fact : Ada berbagai jenis laser dan masing-masing memiliki kegunaan yang berbeda-beda terhadap masalah kulit. Ada yang berguna untuk mengurangi bercak hitam, kerutan ataupun mengaktifkan kolagen. Strategi pemasaran yang berlebihan terakhir ini menyebabkan banyak orang mengira perawatan dengan laser merupakan ‘kunci’ mendapatkan kulit yang indah dan muda. Memang kemajuan ilmu kedokteran laser memberi hasil yang memuaskan dalam mengurangi permasalahan kulit, namun pasien juga harus tetap realistis dengan hasilnya. Lalu apakah kunci untuk mempertahankan kulit agar tetap sehat dan awet muda ? kebanyakan dermatologis akan sepakat mengatakan, hindarilah sinar matahari , gunakan sunscreen yang baik. Karena telah diketahui bahwa sinar matahari adalah penyebab terbanyak dalam kerusakan dan penuaan kulit.




Read More...

Senin, 12 Juli 2010

Human Growth Hormone : Dapatkah Memperlambat Penuaan ?


Penuaan saat ini dipandang sebagai salah satu dari faktor utama penyebab berbagai penyakit kronis. Paradigma kedokteran anti penuaan yang saat ini banyak didengungkan di dunia medis adalah bahwa penuaan bukanlah suatu proses yang tidak dapat dicegah, melainkan dapat diperlambat prosesnya bahkan dapat dihindari.

Human Growth Hormone (HGH) adalah suatu hormon yang yang diproduksi oleh tubuh manusia oleh suatu Kelenjar Pituitari, yaitu suatu kelenjar yang letaknya di dasar otak. Pada usia anak-anak hormon ini memegang peranan amat penting untuk proses pertumbuhan. Pada orang dewasa, HGH membantu memelihara regulasi jaringan dan organ-organ tubuh. Pada anak – anak dengan gangguan / keterlambatan pertumbuhan fisik seringkali diperlukan suntikan HGH secara berkala untuk membantu pertumbuhan tubuh / tinggi badan. HGH memliki efek terhadap seluruh sel-sel dalam tubuh dan mengatur regulasinya.
Secara normal kadar HGH dalam tubuh akan meningkat pada usia pubertas dan mengalami puncaknya pada usia 20 tahun dan kemudian akan menurun secara perlahan seiring dengan semakin bertambahnya usia. Akhir-akhir ini penggunaan suplementasi HGH seringkali diklaim memiliki efek anti penuaan dan sering disebut-sebut sebagai “anti aging hormone”, benarkah demikian ? Secara fisiologis, kadar HGH yang semakin menurun dalam tubuh akan memberikan efek semakin menurunnya vitalitas dan membuat penampilan menjadi tampak tua yaitu rambut yang semakin rapuh dan menipis, kulit menjadi kering, dehidrasi dan berkerut, timbunan lemak tubuh semakin bertambah, massa otot berkurang dan mudah mengalami nyeri sendi dan resiko osteoporosis.

HGH oleh kalangan medis dianggap sebagai hormon ‘kunci’ karena bekerja dengan cara mengontrol dan memelihara banyak fungsi dalam tubuh. Pada usia dewasa, HGH akan memberikan energi, kekuatan, daya tahan tubuh, menambah massa otot, mengurangi deposit lemak dalam tubuh dan memperkuat tulang serta persendian. Semua manfaat yang berguna dalam mempertahankan vitalitas dan keremajaan berbagai organ tubuh diatur oleh HGH. HGH bekerja dengan cara memicu pertumbuhan / pemeliharaan jaringan berbagai organ tubuh melalui stimulasi susunan protein. Studi ilmiah yang mendukung manfaat Growth Hormone dalam memperlambat proses penuaan memang belum banyak, walaupun literatur mengenai hal ini sudah cukup mudah diperoleh. Sebuah studi yang dilakukan oleh Dr. Daniel Rudman pada tahun 1990 melaporkan ditemukan adanya perubahan pada komposisi otot dan lemak tubuh setelah penggunaan Human Growth Hormone selama 6 bulan pada 12 orang pria. Studi ilmiah ini telah dipublikasikan di The New England Journal of Medicine pada tahun 1990. Studi ini melibatkan 12 orang pria dengan rentang usia antara 61 sampai 81 tahun dengan kadar IGF I dibawah normal ( IGF 1 adalah Insulin-like Growth Factor I,merupakan suatu zat yang berfungsi sebagai mediasi kerja HGH, konsentrasinya dalam tubuh mencerminkan kadar konsentrasi HGH yang beredar dalam sirkulasi. Sama seperti HGH, kadarnya dalam tubuh semakin menurun secara fisiologis dengan semakin bertambahnya usia). Kedua belas pria ini memperoleh suplementasi HGH melalui injeksi setiap minggu selama 6 bulan. Setelah 6 bulan dilaporkan bahwa terjadi peningkatan massa otot sebanyak 4 – 7 Kg, penurunan deposit lemak tubuh sebanyak 3 – 5 Kg, peningkatan pada densitas massa tulang belakang dan kulit yang terasa lebih kenyal. Sebagai informasi, studi ini tidak disertai penilaian terhadap kebiasaan makan, merokok dan olahraga. Literatur inilah yang banyak digunakan sebagai dasar dari manfaat HGH sebagai salah satu upaya memperlambat penuaan. Secara keseluruhan studi ini menyebutkan bahwa pemberian HGH dapat mengembalikan kemudaan organ dan jaringan tubuh sebanyak 10 – 20 tahun ! Studi lain mengenai manfaat HGH pada anti aging diantaranya adalah suatu eksperimen yang dilakukan oleh Dr. David Khansari dan Dr. Thomas Gustad, dari North Dakota memdapatkan bahwa tikus yang diberi HGH hidupnya lebih panjang dari yang tidak-HGH. Penelitian Van der Lely (2000) menemukan bahwa pemberian HGH 6 minggu secara bermakna mempercepat penyembuhan fraktur (patah) tulang pada pasien usia 75 tahun ke atas.

Penggunaan suplementasi HGH untuk manfaat anti aging diberikan hanya dalam bentuk injeksi / suntikan (pemberian dalam bentuk lain belum terbukti keefektifannya), karenanya penggunaan HGH harus dalam pengawasan dokter. Dikarenakan HGH adalah suatu molekul peptida yang akan hancur oleh asam lambung maka pemberian suplementasi HGH dalam bentuk oral tidak akan memberikan manfaat apapun. Penggunaan HGH juga memberikan efek samping diantaranya sakit kepala (karena tekanan intra kranial yang meningkat), nyeri pada pergelangan tangan (Carpal Tunnel Syndrome), cairan yang tertahan dalam tubuh dan menyebabkan hipertensi dan terkadang juga efek samping yang cukup serius diantaranya Diabetes dan resiko keganasan (terutama pada beberapa orang yang memiliki keturunan secara genetik).

Suplementasi HGH sebagai upaya memperlambat proses penuaan tampaknya selain memberikan harapan yang cukup menjanjikan di masa depan terutama dalam kemajuan kedokteran anti penuaan, tampaknya masih harus disertai dengan studi – studi lain yang diharapkan mampu mendukung bukti keberhasilannya secara lebih meyakinkan.

Read More...